SOCIAL MEDIA

Saturday, 27 October 2018

LOVE-HATE RELATIONSHIP sama Wardah Exclusive Matte Lip Cream

AKU CINTA PRODUK INI TAPI AKU JUGA BENCI PRODUK INI :((


Ada sesuatu di antara aku dan Wardah Exclusive Matte Lip Cream. Antara jatuh cinta, adiksi dan keinginan beli terossss ampe modar. Dengan kebencian yang biasa aja tapi cukup membuat bete kalau harus ngaca. Wah lip cream ini adalah yang membuat gua semangat SEKALIGUS males. Tapi walaupun males, gua tetep punya 4 warna :(( Yaitu 03 See You Latte, 06 Feeling Red, 05 Speachless dan 10 Berry Pretty.

Sunday, 21 October 2018

Empties dan Mini Review


EMPTIES! Sebuah prestasi, karena ngga pernah-pernahnya gue ngabisin produk. Selain karena ngga telaten, gue emang cepet bosenan gengs. Produk yang habis pun rata-rata ‘cuma’ skincare, kalau makeup sendiri wahhh lu tau sendiri kan bro, kalo esedo itu susah sekayi abisnya. Paling makeup yang abis berupa concealer, foundation, BB cream dan barang-barang cair lainnya.

Saturday, 13 October 2018

Review Inez - Concealing Stick 01 Light


Suatu hari di bukit Teletabis, ada seorang blogger yang kehabisan concealer. “Hmmm, concealer luar mahal-mahal ya. Gua beli yang murahan aja deh,” begitu katanya. Lalu blogger tersebut ngider di ITC BSD dan menemukan toko kosmetik. “Mbak, ada concealer nggak?”, lalu si mbak mengeluarkan produk Inez - Colour Contour Plus Concealing Stick 01 Light.

Thursday, 11 October 2018

Mengupas Pujian “Kamu tuh Unik”


“Kamu tuh unik”… Sering dipuji gitu gak? Nggak? Minimal pernah la ya? Oke jadi hari ini gue mau bahas tentang cewek/cowok yang unik. Seorang yang lo temui, lo saksikan keunikannya dan lo jatuh cinta karenanya. Wah pokoknya orang ini BEDA lah dari yang lain. Kalau yang lain itu biasa semua, ngga punya keunikan, ini tuh menonjol dan eksotis banget ‘isian’nya.

Lalu semua orang lantas mencintai dan mencari pribadi yang unik tersebut. Gue ga mau pake istilah “kalo kita semua unik, berarti sama aja dong?”, karena jawabannya juga tentatif banget. 

Monday, 8 October 2018

Rasanya Minum Jamur Bernama Kombucha


Gue ngga terlalu kalap sama sesuatu yang bentuknya cemilan (halah baru kalimat pertama aje uda boong lau). Oke gua luasin lagi deh kalimatnya, gue ga terlalu kalap sama sesuatu yang bentuknya cemilan kalau lagi belanja di supermarket. Ya sekali-kali sihhhh emang kegoda sama keripik Kusuka ato pilus garuda yang rasa pedes. Tapi gue lebih suka beli minuman.

Friday, 21 September 2018

Kembang Biaknya Lambe Turah



Kemaren gua abis liat videonya Kris Hatta di Lambe Turah. Isi videonya seputar hitung-hitungan. It would be better if itung-itungannya sebatas uang ato utang di warung bakmi. Cuman ini nggak, dia ngitung berapa kali ia berhubungan intim dengan mantan istrinya. NGITUNGNYA BENERAN PAKE KALKULATOR LOH PAK.

Saturday, 15 September 2018

Sekat Itu Bernama Stereotyping


Paham, paham banget sama ide “cewek harus kalem, cowo harus bandel”. Paham banget.


Tapi entah kenapa, gue ngga pernah suka sama ide itu. Ide menggeneralisir. Ide bahwa, satu gender itu pasti SAMAAAA semua karakternya. Nggak sih, sebenernya bukan sebuah keharusan juga, cuman menyamaratakan sifat aja, gitu.

Punya kak Icha, baca ya! 

Wednesday, 5 September 2018

Cara Beli Paket Internet XL Lebih Murah

Halo! Kali ini eug mau kasih tips dan trik beli paket internet XL yang lebih murah!

Saturday, 25 August 2018

Pengalaman Sedot Tungau sama cleanwarrior.id


Seperti yang pernah tertulis di blog ini, gue kemarenan sempet kena penyakit yang bernama biduran.

(Baca kisah biduranku disini)

Sumpah, masih kebayang banget cekat-cekit bagai nerakanya. Karena kutaksanggup menghadapi ini semua, maka gue melancarkan serangan untuk mengusir bentol-bentol dalmatian ini.

Thursday, 16 August 2018

REVIEW: Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water

REVIEW: Garnier Micellar Oil-Infused Cleansing Water

Sebelumnya gue pake Bioderma Sensibio nih, yang botol merah. Beli itu karena di-rave anak-anak beauty se-dunia. Kenapa beli Bioderma ya? Karena dulu si Garnier, L’Oreal, Wardah, belom masuk tuh di rak toko.

Sebelumnya lagi, gua pake cleansing oil. Oilnya gua pecat karena minyakan banget cuy, tangan jadi pliket-pliket. Hasilnya? Somehow gue suka Bioderma, cuma dia ngga makan mascara SAMASEKALI. Ampe gua pake baby oil punya anak w untuk ngilangin jejak mascara, males kan? Selain itu di bibir pait banget cuy mo nangis.

Monday, 6 August 2018

Ngambil Peluang Jadi Pemain Organ Tunggal!



"Non, mau job ngiringin orang pake ortung gak? Feenya segini segini, untuk acara ini".

GUBRAK.

Tawaran pak Tamam membuat gue gubrak se guncess guncessnya, yaiyalah! I'm a violinist, fokus gesek senar dari umur 9 tahun, pantes aja kelabakan pas ditawarin job organ tunggal.

And for your information: No! I can't play piano! Gue cuma gunain piano untuk nyari chord and that's it. Gue gapernah berhasil mainin satu lagu tanpa cacat. Mata pelajaran keyboard skill gue pun juga punya nilai pas-pasan. Iya, pas, pas di atas batas kesambit sendal dosen.

Satu-satunya urusan gue sama anak tuts hitam-putih itu ketika harus cari chord untuk nulis di Sibelius. Nulis di Sibelius, pindah ke Garage Band, haalaah pokoknya urusan composing dengan laptop deh.

Friday, 13 July 2018

Sus, Jangan Cari Cowo Kolot Yaaa!


Gue sering banget denger keluhan tentang ibu yang ‘ngga boleh pulang terlalu malam’, untuk nongkrong maupun bekerja. Jangankan ibu deh, anak gadis aja jangan sampai pulang ‘terlalu malam’. Ya, bagi norma-norma yang berlaku (entah buatan siapa, cih!), wanita ngga sebaiknya pulang larut malam.

MAKANYA, SUAMINYA MBA WINDI (Mas Teguh) ITU IDOLA BANGET! Dia ngebolehin mba Windi untuk dinas (pendidikan) ke Jakarta selama sebulan penuh!

Cowok lembur mah biasa, cewek lembur mah siap aja dicepretin masyarakat. “Ngapain sih kerja sampe malem?!”

Wednesday, 20 June 2018

BIDURAN MENYIKSA BATIN



Duh, gue sih emang udah hatam banget lah ya masalah rumah sakit-rumah sakitan. Mulai dari operasi amandel pas SMP, hepatitis A karena kecapekan, banyak lah pokoknya. Jadi udah lumrah aja gitu, bisa nelen 5 pill/tablet sekaligus. Pokoknya kalo nelen pill adalah skill yang bisa dijual, kayaknya gua bisa beli Fortuner deh.

Kalian tuh kadang punya penyakit yang ‘dibanggain’ gak sih? Maksudnya tuh, kalo ditanya ya jawabnya keren gitu. Karena penyakitnya ‘keren’, penyakit kebule-bulean lah.

“Sakit apa lo?”
“Zygoma gue bengkak, nih”

Kece ya hahaha btw zygoma apaan sih?

Ya itulah ya, penyakit dengan nama ribet. Kan keren tuh.
Nah, gue sendiri punya penyakit yang… haduh kampung banget.
Yang satu adalah gondongan, yang satu lagi adalah penyakit terkutuk yang baru gue alami.

.

BIDURAN.

Saturday, 2 June 2018

9 Fakta Pahit Mengencani Musisi


Wow, sungguh indah ya pacaran sama musisi. Ngeliatin pacar dari kursi penonton yakaaan? Sambil bisik-bisik ke temen sebelah, “Pacar gua tuh!”. Taruhan deh, minimal dalam satu fase tertentu, lu pingin punya pacar musisi. Iyalah, liat aje majalah Gadis ato KaWanku (Al-Fatihah…), pasti “Cowok yang jago main musik” jadi kriteria idaman.

Uh, terbukti ya. Seganteng apapun lu, masih kalah sama Andika Maesa Maeluv. Kalah jauh. Lihat kehidupan nikahnya yang sungguh aktif-dinamis.

Tuesday, 1 May 2018

Membalas Keringat Buruh dengan DISKON 97%!

[sponsored]


Satu Mei hari buruh,
Satu hati tetap butuh.

SIKAAAAAT HAHAHAH *tolong digampar ya anak ini, tolong*
Ya beginilah yaaa nasib manusia liburan gabut.

Wednesday, 25 April 2018

Identitas Seksual yang (Dipaksa) Palsu


Gue habis baca berita tentang proses dan prosedur tentang orang yang pengen transgender. Di situ juga ditulis pertimbangan apa aja yang membuat kita "Oke yuk change that willy of yours".

Walaupun gue ga tertarik tentang Lucinta Luna, tapi gue selalu tertarik dengan identitas seksual seseorang. Gue selalu tertarik mendalami hal-hal tabu ini, karena gue melihat kasus-kasus unik. Kasus yang kadang ngga bisa dinalar orang biasa.

Salah satunya ya ini.

Wednesday, 11 April 2018

Hey Calon Istri, Jangan Merasa Bengkok


Gue uda tulis banyak banget artikel tentang mencari pasangan hidup dari pilih yang pinter atau yang cakep, takut ketemu mantanhubungan custom-madegak semua orang mau berubah.

Tapi hari ini gue ga mau bahas tentang kecocokan pasangan, gue mau bahas tentang gimana kita memposisikan diri di depan calon pasangan resmi.

Misalkan kalian mau nikah dan mau "serius", banyak yang mengira obrolan serius itu hanya sebatas yuk nikah, kapan ngomong sama nyokap, acara kayak apa dan segala macem.
Padahal yang dimaksud serius, artinya lu udah harus berani terbuka sebuka-bukanya tentang diri lu.

Itu adalah gambling mau lanjutin apa nggak.

Terbuka soal prinsip, soal mau kerja ato ngga, males ngga kalo tinggal sama mertua, males masak nggak, dukung LGBT gak, hal yang ga bisa ditolerir apa aja dan hal-hal mendasar lainnya.

Karena men, ngga semua yang serius mau ngomongin ini, alasannya?
"Ya ntar juga belajar nerima"
"Ah bukan masalah besar, yang penting saling mencintai"
"Ah, cewe gua mah ntar ikut prinsip gua aja/gua nanti ikut apapun keputusan suami gua aja"

Minimal kalo emang mau jadi 'makmum total' harus setuju dan PAHAM sama isi kepala calon suami, emang situ mau 'ngikut keputusan' orang yang bahkan ga lu setujui pemikirannya?

Garis besarnya gini:

1. Pilih orang yang sesuai dengan kebutuhan kita.
2. Pilih orang dengan ideologi sama.
3. Ngobrol panjang duluuuuu, mulai dari pengasuhan anak, boleh berkarir atau nggak, peran gender, peran rumah tangga, tinggal di rumah siapa, keuangan gimana, mau KPR atau sewa, segala macemnya lah.

Banyak banget dari kita yang menggaungkan kesetaraan, apresiasi, hak dan bagaimana wanita mau diperlakukan. Tapi kita sendiri secara ga sadar suka ngerendahin value diri sendiri loh di depan pasangan.

"Kuserahkan nasibku padamu"
"Ku ikuti jejakmu, kemana kau membawaku pergi"
"Tanpa kau, aku tidak lengkap"
"Ngikut aja..."

Ya, romantis ya.



Sebenernya guenya aja kali ya yang emang over-thinking... tapi....

.... menurut gue, ini sedikit kontradiktif sih bagi orang-orang yang teriak-teriak kesetaraan, feminisme, tapi pas mau nikah jadi kayak wow luluh lantah kuserahkan nasibku qalbuku masa depanku apalah aku cuma tulang rusuk yang mudah patah mudah bengkok harus diluruskan.

Ya, sah dan wajar banget sih mikir gitu. Karena budaya kita kan begitu, istri adalah makmum, terserah mau dibawa kemana.
Istri fitrahnya bengkok, makanya butuh suami untuk meluruskan.

Ketika istri berhasil, itu karena suami mengizinkan.
Ketika istri di rumah (padahal dia sukanya kerja), dinikmat-nikmatin aja demi ngebuat pasangan bahagia.
Tanpa suami? Kamu perawan tua, kamu bengkok selamanya, kamu 'gak lengkap'.

Seakan-akan kamu selamanya akan butuh laki-laki untuk 'ngebenerin' kamu.
Selamanya kamu akan dianggap cacat/aib/bengkok kalo ga nikah.
Seakan-akan udah diset bahwa kebahagiaan istri itu hanya karena: 1. Suami.

Oh iya emang bener, tapi secara gak langsung lu emang sengaja memposisikan dirimu di bawah. Lu sengaja menomorsekiankan kebahagiaan lu dengan harapan pihak lain membahagiakan lu.
Walaupun gue juga tau, nggak semua cewek (apalagi lanang) menganut paham kesetaraan dalam rumah tangga.

Karena dengan mengorbankan semua demi suami, mengorbankan hal yang sebenernya kita suka, mengorbankan mau jadi apa, mengorbankan studi, mungkin akan membuat kita menjustifikasikan pilihan 'berserah' itu.
3 taun masih tahan, tapi setelahnya? "Aku berkorban demi kebahagiaan suamiku dengan menjadi IRT, tapi yang memenuhi kebahagiaanku siapa kalau yang aku mau sebenernya meniti karir?"

Padahal, keduanya harus saling membahagiakan.
Dan membahagiakan ngga selalu perlu pengorbanan.

Kayak yang tadi gue bilang loh: kalo lu sendiri menomorsekiankan kebahagiaan lu, jangan harap orang lain akan menomorsatukan. Jangan gambling, jangan taruhan.

Karena banyak juga suami yang setelah nikah pun masih menomorsatukan keluarga kandungnya, setelah punya anak? Menomorsatukan anak. You'll never be number one.

Nah, kan ga lantas dia prioritasin elu juga hanya karena lu prioritasin kebahagiaan dia.

Kalo emang lu memprioritaskan atas dasar itung-itungan, ya pasti bakal kecewa lah. Makanya ngga sedikit yang ngga suka sama mertua bahkan sama anak sendiri, hanya karena dirinya selalu ngerasa dinomor-sekianin.

Lalu karena ngga bisa menyuarakan kecemburuan sosial itu ke suami (karena takut dianggep membangkang), maka cara melampiaskannya adalah.... dengan nyinyirin istri orang yang dibebasin suaminya.

"Ih dia pergi-pergi mulu, gak berkah"
"Ih dia kerja terus, kasian suami ga keurus"
"Alhamdulillah ya buuun, masih dikasih kenikmatan di dalem rumaah, kasian yaaa yang butuh dunia luar untuk bahagia hihi"

Ye salah sendiri dari awal nempatin diri "bengkok", salah sendiri dari awal sok-sok inferior manut.



"Pacarku emang dominan banget sih, mungkin bisa berubah", eits belum tentu, karena watak orang ngga bisa berubah. Maka dari itu ngobrol itu bisa meminimalisir banget. Terlihat ga bisa kompromi? Cut.
FYI, banyak banget loh cowok yang ngebebasin istrinya, banyaaaaaak. Derajat kebebasannya pun beragam, ada yang dibolehin pendidikan ke luar kota sampe sebulan full, dibolehin punya rumah masing-masing, ada yang ngebolehin punya pasangan baru malahan. Intinya, yang ekstrim aja banyak yang bolehin kok, apalagi yang ringan-ringan.

Kelemahan emang berbuah kelemahan lain.
Sok berkorban bisa jadi ngebuat lu jadi korban beneran.

Makanya, first thing first thing first thing first sebelum mau dipinang orang lain!

1. Tau cara membahagiakan diri sendiri, jadi ga usah bahagia karena berkorban, karena nanti bisa capek sendiri.
2. Ngga sok-sok bengkok, tidak lengkap secara mental sehingga butuh hero dan bimbingan total.
3. Punya prinsip sendiri TANPA terpengaruh calon. Jadi dibanding 'ngikut', lebih ke 'jalan bareng'.

Memang, suami sebagai kepala rumah tangga butuh membimbing. Tapi bukan otomatis lu 'bengkok'.

Coba, emang lu yakin lu bengkok?
Jangan-jangan suaminya yang bengkok?
Jangan-jangan kalian berdua lurus-lurus aja?



Eh bentar, emang nikah itu esensinya apa sih? Ada yang berpendapat melengkapi, menemani, buat banyak keturunan, membimbing, apapun itu definisinya ga selalu "meluruskan".

"Lurus" sendiri emang artinya apa? Yakin elu udah lurus? Yakin lu malah ga bawa anak orang ke 'lurus' yang sebenernya melenceng?

Yakin mau istri yang manut-manut aja walaupun jalan 'lurus' yang lu ambil itu ternyata salah?
Jangan dong, makanya peran istri buat gua bukan cuman manut doang. Tapi kasih input, kritik, saran, masukan.

Ada juga yang sudah merasa lengkap, lurus kok saat udah single, makanya ia cari pasangan bukan untuk lurus-meluruskan, tapi untuk jadi temen hidup aja.

"Teman hidup"
Mendampingi, mendengarkan, bantu kasih pendapat, nyelesein masalah..

Jadi, kadang kita butuh jalan sama-sama berdampingan, cari solusi sama-sama, membimbing yang harus dibimbing. Meluruskan yang harus diluruskan, dan itu ga hanya 1 gender tertentu.

Yok kita hilangkan superioritas demi keseimbangan dalam hubungan. Stop merasa inferior dari awal.

Kalian kannnn mulai sama-sama, makanya jalannya harus sama-sama. Ga ada yang merasa lebih, ga ada yang merasa kurang.

Kalo kurang mah diup-size aja, paling nambah Rp. 6000.

Sunday, 25 March 2018

Ngajak Anak Naik KRL


Haloo! Pasti kangen cerita gua yak? Iya dong, harus kangen lah. Kangen.. water?

Sejak diajarin temen-temen naik kereta, gue jadi pecandu kereta! Walaupun awal-awal naik pasti drama deh. Mulai dari drama salah nge-tap kartu tapi masuknya ke gate yang laen, kan malu ya pas nerobos eh beri-besinya ga keputer wahahahah. Terus belum lagi pertanyaan, "Gres, ini turunnya dimana?!" yang keulang 30x sekali perjalanan, atau drama cari gojek di luar stasiun karena gojek gaboleh ngangkut penumpang di sana.

Thursday, 22 March 2018

#SassyThursday - Pacaran Beda Agama



SIAPA YANG PERNAH PACARAN BEDA AGAMAAA?
GUAAAAAAA......


Oh anaknya ganteng, nyambung diajak ngobrol, cool, sabar, hangat, jago main alat musik, manusia tercocok, sama-sama clingy, sama-sama cinta, penuh cinta tapi beda agama..

Angkat tangannya untuk kita, prajurit yang terjatuh :'))

Sunday, 18 March 2018

Just... Go Easy On Yourself



(Sponsored)
Gue paham kalau tiap orang punya hasrat untuk independen, hasrat untuk tinggal sendiri, cari makan sendiri, memperjuangkan hidup sendiri. Karena rasanya mengais nafas sendiri ngga ada duanya. Iya, hidup dalam kenyamanan, selalu ada yang mengantar, selalu ada yang membantu memang comfort zone yang menyenangkan.

Tapi selama 22 tahun gue hidup, kerasa banget yang namanya harus melangkah sendiri demi ngejar event, atau pergi sendiri sekedar mengenujungi keluarga. Belum lagi jika tujuan terasa jauh dengan jam yang mepet. Oper kereta, oper angkot, ibukota ngajarin gue untuk bisa survive dalam berbagai macam transportasi umum. Ngga hanya bisa mengendarai, harus bisa menghafal rute.

Wednesday, 14 March 2018

Review Rubiena Brightening Skincare

Rubiena Beauty Brightening Skincare

(sponsored)

Mavica (3th) punya kebiasaan baru: pegang-pegang pipi gue saat pertama membuka mata di pagi hari.

Kebiasaan elus-elus pipi ini ada sejak gue mengganti regimen terbaru, yaitu Rubiena Beauty skincare! Anjir ngiklan banget ya? (Walaupun emang dikasih untuk direview) tapi kebiasaan Mavica yang suka banget elus-elus pipi, terjadi pagi hari setelah malemnya pertama kali nyoba Rubiena.

Jadi untuk anda-anda yang menginginkan skincare pengubah jalan hidup kulit dalam semalam, you'll like this. 

Kembali ke Mavi, biasanya Mavi melek nih, elus-elus pipi, adegan selanjutnya adalah.... gue bangun. Karena Mavi tugasnya tiap pagi adalah bangunin gue, karena GUE BANGUNNYA SIANG HAHAHA. Iyalah bangun siang, gila apa, habis begadang semalem suntuk payah SENDIRIAN emang kaga capek? BYE KEHIDUPAN IBU TELADAN. 

Dengan malam-malam begadang, paginya kerja sampe sore, udah ga usah ditanya lah, pasti keliatan banget dari muka. Kondisi kulit nan pucet, beler dan kusam banget. Ternyata kelelahan juga ambil andil penting loh bagi cuaca kulit. Se'putih' apapun, kalau kusam ya ga akan seger keliatannya. Demek aja gitu.
Ternyata cerah itu cantik terlepas apapun warna kulit kamu.

Karena butuh pencerahan dan perbaikan tekstur kulit, maka gue akan mereview pemakaian Rubiena Beauty selama 2 minggu ini. Oh harus dipake dulu dong 2 minggu, biar keliatan hasilnya gimana, breakout gak, biar deskripsinya lengkap untuk kamu pembacaku mwah love u.

Rubiena Beauty Brightening Skincare

Rangkaiannya terdiri dari 6 item, Rubiena Beauty sudah tergolong lengkap memenuhi kebutuhan per-skincare-an Indonesia, yaitu:
-Cleaning Lotion
-Facial Wash
-Softener (bukan buat baju yak, buat komuk)
- Serum
-Day Cream
-Night Cream

Sebenernya kurang sih, kurang santen aja, kalo pake santen pasti lebih gurih (ELU KIRA LONTONG SAYUR).

Rubiena Beauty sendiri adalah BRAND LOKAL, WOOOHOOO! Jadi bahan-bahannya sih pasti udah disesuaikan lah yaa sama kondisi iklim Indonesia. Selain bahan-bahan yang disesuaikan, skincare ini untuk semua tipe kulit loh, berdasarkan riset dulu tentunya.
Uda ada BPOMnya juga pula, jadi tinggal beli lalu tenang. 

Kandungannya sendiri adalah Arbutin, Green Tea, Aloe Vera, Licorice dan Vitamin C. Buat apa? Buat sembako. Ya ngga lah, sembako pake aloe vera emang dipake buat apaan? Digeprek buat jadi pengganti sereh?

Kandungannya punya manfaat mencerahkan kulit, memudarkan flek, menjaga ke-nyoy-nyoy-an pipi dan sebagai antioxidan. Antioxidan itu 11:12 lah sama antimantan. 
Kalo antioxidan menangkal radikal bebas, antimantan menangkal akal mas-mas. #lifequote

Produknya juga ga mengandung alkohol loh wow banget.
Terus kalo udah beli paketnya nih, lakukanlah BASIC STEP 3 + 1! (4 dong)


Rubiena Beauty Brightening Skincare

Kenapa serum menjadi +1? Karena kalo +18 nanti ga boleh dong, eiiiitss~
Karena serum fungsinya sebagai tambahan aja, jadi intinya mah ya 3 itu: pembersihan - toning - pelembaban.

Untuk packagingnya, semua diseragamkan. Botol kecil yang sedikit lebih besar dari ukuran travel size pada umumnya. Bahannya plastik, tutup botolnya tipe lubang kecil biasa. Karena bahan plastiknya keras, jadi untuk mengeluarkan produk (terutama yang bersifat kental) jadi susahhhh, harus dipencet yang keras baru keluar. Mungkin bisa dipertimbangkan tuh opsi botol pump biar lebih mudah mengeluarkan produk.

Langsung sikat aja x yaaa?

Rubiena Beauty Brightening Skincare

Rubiena Cleansing Lotion with Chamomile Extract
BPOM: NA 18171203458
Fungsi: Step pertama untuk bersihin makeup. 
Netto: 60ml

Cara pakenya dipijet ke muka sampe foundation luntur, baru diusap pake kapas. Disarankan hanya buat muka ya, kalo ke mata jadi perih euy (ya kan emang bukan fungsinya zzz). Cleansing lotion ini mengandung chamomile extract untuk menenangkan kulit.

Kemampuan ngangkat makeupnya cukup untuk keperluan sehari-hari. Tapi harus diperhatikan, mungkin kandungan chamomilenya terlalu strong untuk kulit yang cenderung senstif. Walaupun ga sampe bikin iritasi, kemerahan atau breakout, tapi kadang ada sedikiiiit gatel aja kalo pakenya kebanyakan. Maka dari itu, gue pakenya tipis-tipis aja.

Rubiena Beauty Brightening Skincare

Rubiena Brightening Facial Wash
BPOM: NA 18171204557
Fungsi: Mencuci muka laaaah
Netto: 60ml

Cara pakenya ya kayak pake sabun cuci muka aja sik..

Sabun cuci muka ini warnanya bening, mengandung arbutin dan greentea. Arbutin itu untuk mencerahkan wajah, green tea sendiri untuk antioxidan. Awalnya ketar-ketir sih, nanti kalo ketarik gimana wajahnya? Nanti kalo merah gimana? Dan ternyata kulit gue ngga ngeluarin reaksi iritasi maupun 'ketarik', artinya sabun muka ini aman. Yang penting itu sih T_T
Busanya sih sedang, wanginya kayak wangi sabun dari dokter kulit, aroma steril gitu tau kan...

Rubiena Brightening Softener
No BPOM: NA 18171203154
Fungsi: Melembutkan wajah dan ngangkat sisa kotoran
Netto: 60ml

Cara pakenya abis cuci muka, tuangin softener ke kapas lalu tepok-tepok di jidat dan seluruh daerah muka. Konsistensinya cair banget kayak air pada umumnya.
Softener ini sih sebenernya "toner", dinamain softener biar kulit jadi lembut gitu untuk step skincare selanjutnya. Tapi tolong jangan ngelawak dengan masukin ini ke mesin cuci ya.

Gue ngerasa lembutnya pipi gue ini salah satunya karena pemakaian softener ini. Beneran loh, malem pake, paginya langsung lembut kayak disetrika! Aduh gimana ya biar bahasanya ngga terlalu berlebihan, tapi emang gitu loh efeknya. Gue selama ini belum pernah senafsu ini pake toner, sejak ada softener Rubiena gue jadi ogah-ogahan skip toner :((

Lembut banget deh hasilnya, mabi aja jadi punya rutinitas pegang-pegang pipi sebelum tidur.


Rubiena Beauty Brightening Skincare

Rubiena Brightening Serum
No BPOM: NA 18172000301
Fungsi: Meregenerasi kulit, mencerahkan kulit/flek, mengandung antioxidan juga.
Netto: 15ml

Fungsi regenerasi itu biar kulit kita cepet-cepet pulih dan lebih sehat, sebagai booster lah tepatnya.
Teksturnya sedikit kental dengan warna putih susu, walaupun kental tapi gampang meresap dan cukup ringan di kulit. Ngga ada reaksi iritasi apa-apa sih.

Problem pertamanya sih di pumpnya yaaa, harus dipencet berapa kali terus pas keluar langsung BOOOM semprotan keras gitu, pertamanya pasti kaget banget deh. 

Nah untuk efek serum sendiri, gue belum terlalu ngeh yaaa karena namanya juga dipake berbarengan. Tapi bisa aja kinerjanya untuk mempercepat proses improving kulit.


Rubiena Beauty Brightening Skincare

Rubiena Day Moisturizing Gel SPF 15
No BPOM: NA 18170102314
Fungsi: Pelembab, pelindung matahari sekaligus mencerahkan kulit.
Netto: 15gr

Warnanya putih gading mart*n, pas diolesin ngga menimbulkan whitecast, cukup mudah menyerap juga. Tapi untuk melembabkan sih menurut w (yang kulitnya rada kering) masih cenderung butuh moisturizer lagi. Wanginya sendiri ada sedikit wangi medical gitu, dikit banget sih. 

Untuk efeknya, menurut gue cukup basic. Jadi kalau dirasa SPF nanggung ya bisa ditimpa dengan sunblock sendiri, kalau kelembabannya masih kurang ya ditimpa juga. Tapi bagusnya, ini diperuntukkan buat semua jenis kulit, jadi yang kulitnya berminyak ga akan ngerasa lepek banget.


Rubiena Night Moisturizing Gel
No. BPOM: NA 18170102456
Fungsi: Krim malem lah masa krim cheese.
Netto: 15gr

Warnanya off-white juga tapi lebih transparan dibanding day creamnya yang cenderung opaque. Wanginya juga sedikit 'obat'

TAPI INI JUGA SALAH SATU PRODUK RUBIENA YANG WORKS, habis pake ini, kulit seakan terpoles gitu teksturnya, meninggalkan hasil yang velvety alus. Walaupun sedikit ada tingling effect saat pemakaian (tapi ini ga ada alkoholnya kok), hasilnya juga terlihat. Kayaknya yang punya andil mencerahkan tuh ini deh. Karena gue berasa banget manfaatnya bertaburan di krim malam.

***

Di gue sih, Rubiena berhasil mempertahankan warna kulit yang cenderung motoran terus all day. Kulit jadi lebih ga gosong. Untuk efek mencerahkannya gimana? Awalnya gue ngerasa biasa aja, tapi pas ngaca di rumah temen, disitu gue sadar kalo gue cerah banget mukanya.

"Loh emang muka gua se-cling ini ya?". Duh narsis ya jiji banget, tapi itulah yang terjadi. Warna kulit gue jadi lebih merata.

Kekurangannya mungkin dalam segi hidrasi sih, hidung gue jadi sedikittt mengelupas. Tapi hipotesa gue mungkin karena cleansing lotionnya ada kandungan chamomile yang cukup kuat.

Tapi klaim non-fragrancenya beneran lho, karena semua produk Rubiena (kecuali cleansing lotion) memiliki aroma natural ala-ala medic gitu. Untuk klaim non-alkohol juga bener kok karena softener yang gue pake ngga bikin muka kerasa ketarik/kering.

Ya, lagian ga mungkin kan kulit cerah dalam kurun waktu sehari? Kulit itu kan investasi, yang penting kita rajin jaga dari sekarang. Ibu hamil juga tetep bisa jaga kecantikan kulit loh karena produk ini ga ada harsh chemical dan alkohol.

Beli nya di mana?
Klik ini untuk tau siapa aja reseller Rubiena di kotamu. Ada account Tokopedia, Shopee, Blibli, Lazada dan lainnya: http://rubienabeauty.com/seller/index

Harganya berapaaaa??
Niiiih biar ga penasaran
Cleansing lotion cleanser: Rp 65.000
Brightening serum: Rp 150.000
Brightening facial wash: Rp 80.000
Brightening Day Moisturising Gel: Rp 130.000
Brightening Night Moisturising Gel: Rp 125.000
Brightening softener: Rp 80.000

Kalo ada pertanyaan cuss aja yaaa kesini:

Website : www.rubienabeauty.com
Instagram : www.instagram.com/rubienabeauty

Monday, 26 February 2018

Cabul Mah Cabul Aja


"Wanita selalu benar!" itu nggak berlaku kalau udah menyangkut pelecehan seksual. Udah pernah liat belum? Baju korban pemerkosaan sebelum diperkosa?

Sunday, 11 February 2018

Memangnya Masih Ada yang Mau Jadi Guru



Memangnya Masih Ada yang Mau Jadi Guru - "Cita-citaku menjadi seorang guru!", HAHAHAHA, kebayang gak sih ada anak SMA tahun 2018-an yang mengucapkan itu dengan lantang? Gue sih nggak. Karena cita-cita mereka kebanyakan bikin usaha, creative director, kerja di media, pertambangan, pemain orkestra, apa lagi ya? Ya gitu-gitu aja sih.

Bukan bermaksud menyepelekan, tapi 'gitu-gitu aja sih' adalah pekerjaan yang mengabdi pada diri sendiri, setidaknya menurut gue gitu. Okelah ngantor kan berkontribusi kepada korporasi, tapi motif utamanya kan agar punya penghasilan tetap untuk diri sendiri.

Tapi kebanyakan preposisi profesi 'guru' itu adalah 'sampingan'. Misalkan lu belajar ekonomi untuk jadiii auditor, ya sampingannya jadi guru dulu kalo belom dapet telpon interview. Belajar musik buat jadi pemain orkestra, yaa jadi guru dulu kalo belom dapet posisi tetap di orkes.

Friday, 2 February 2018

Review Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel


Review Nature Republic Aloe Vera 92% Soothing Gel - Produknya mah pasaran amat Ya Allah, kenapa gua baru review sekarang? Kenapa gue baru beli gel aloe vera ngehits sejagat raya ini? Produk Nature Republic ini emang yang paling populer, even banyak dipalsuin. Kenapa banyak dipalsuin? Karena Nature Republic kayaknya pioneer per-aloe-vera-an deh di Korea, jadi ngeboom banget. Harganya yang palsu bisa sampe 35 ribu gengs, itu naik Gocar dari BSD ke Ciputat aja kurang.

Tuesday, 16 January 2018

MASKARA GOKIL! Maybelline - The Falsies Push Up Drama Mascara Review


INI MASKARA GOKIL BENER ELAAAAAH DABESST < - Semoga kalimat pertama ngebuat kalian pengen baca lebih lanjut.

Sunday, 7 January 2018

Pengalaman Ikut Shooting Ayat-ayat Cinta 2


Pengalaman Ikut Shooting Ayat-ayat Cinta 2 - DUILEEE norak banget kayaknya! Yaiyalah ya norak, siapa yang ngga norak ketika diajak syuting film layar lebar? Siapaaa haaaaaah...?? Mana pemainnya bagus, filmnya terkenal pula, ya pastilah masyarakat awam kayak gue jadi norak. Ah udahlah yaaa..

Back to Top