SOCIAL MEDIA

Thursday, 29 December 2016

#SassyThursday: Year in Review


Kamis terakhir tahun ini, gue initiate untuk bikin year in review. Apa yang terjadi sejauh ini, seperti apa partner gue, suka duka. Sukanya tentu dapat backlink dan DA terjamin.

Ka Icha:

Ide awal #SassyThursday adalah mereview produk kecantikan dibawah 100 ribu. And I said no. No. Karena gue merasa potensi kami lebih dari sekedar review produk. Review produk, sendiri juga bisa. Ada 2 blogger yang suka nge-rant, rusuh dan vokal, ngapain cuma buat review kosmetik :’(

Gue ngeliat poin lebih kami terletak di situ. Kami nggak lembut-lembut amat, kami punya point of vie yang boljug asik mancay level Masterchef Kroasia. Mantap lah gua mah pokoknya.

Jadi, membahas topik hot, membagikan opini kami, membahas kasus artis, bisa memancing letupan opini kami. Bisa menambah bumbu. Bisa seru.

Kritik mah ada, dari yang membangun ampe nggak. Ya udah resiko, kami bahas sesuatu yang pro-kontra, kami membahas sesuatu yang sizzlin-hot, ya apa yang anda harapkan?

Tapi tetep aja pageviews ngga berbohong, selain backlink dari kak Icha, #SassyThursday menjadi pemasok PV lumayan manjur untuk blog gue. What’s wrong with you guys? Lo suka liat orang marah-marah? Seru ya nontonin gua sumpah serapah? Seruuuuu~

But yeah, kalo pada sadar, gue udah ngga pernah sumpah serapah lagi. Eh serius, coba cek deh postingan gue bulan ini *ye baru bulan ini sik*. Tulisan gua lantang tanpa ada wtf wtf nya, anjirnya minim hampir ngga ada. Ho I’m so proud.

Kembali ke #SassyThursday, kami menentukan tema H-1, selain lupa (zzz) kami juga memantau ada topik hot apa sih yang lagi diomongin? Ngobrol di chat Whatsapp.

“Materi ini jangan deh, terlalu kontroversial”

“Jangan ini kak, aku ngga ngikutin”

“Topik ini basi nggak sih?”

Dan perbincangan alot lainnya. So kami happy banget kalo ada sesuatu yang viral pada hari selasa-rabu itu. Viral things are our fuel lah.

Paling lucu kalau lagi super buntu, kami main game questionnaire! Nanya sendiri jawab sendiri. Parah, basi abis. Ya masih ada yang baca sih, cuman if we bahas yang kaya gitu: saatnya lo inbox kami tentang usulan topik. Karena artinya kami lagi buntu :’((

Berpartner dengan annisast itu nyelekit-nyelekit terpacu. She’s tyrrany, insensitive, kepala batu kinda woman. Dari “Tulisan kamu tentang parenting itu nggak menarik” sampe “Tulisan kamu bagus banget!” weh you gak tau seberapa sering gue ngedumel males sama kak Icha, so when she said “Aku heartless makannya temen aku dikit,” I be like, “IYA BENER EMANG!”

But annisast will be annisast. Yang ngga hanya ngenyek tapi menuntun. Oh god, lo nggak tau ya kalo dia itu proofreader gue saat kompetisi Acer? Every single paragraph gue kirim ke dia lewat Whatsapp, dan dia ngebenerin. Bener-bener copas langsung dari draft.

Kalo dia mau jahat, tipu aja gua, jebak aja gua. Ato dia nyontek dan diam-diam ikut kompetisi yang sama. But she didn’t. Dia yang membuat gua mantap meninggalkan sumpah serapah, ngasih ide SAMPE DIGAMBAR SKETSANYA. “We’ve got your back,” katanya.

Sial bener lah ini orang. Ngeselin iya, menuntun iya. Orang bakal susah ngeliat sisi dia yang itu karena ketutup semua sama judesnya dia. But overall, dalam entire blogging community, she’s the most compatible for me. Ngga ada yang lain. Ngga ada yang bisa melangkah dengan pace, emosi dan letupan yang kurang lebih sama kayak gue. Ngga ada dan ngga kepikiran buat nyari.

Dia juga yang bilang, “Masa kamu lebih percaya kata anon daripada aku dan mbawin (Windi Teguh).” Karena ngga bisa dipungkiri, gue juga empet kalo ada yang komen anon ngga berisi. Sedih juga. #SassyThursday pun banyak yang kritik, ngga suka. Ngga hanya di post gua, tapi di post dia juga gitu. Sama. Lumayan.

It’s crazy how people love you for being bold but hate you for it, too. Crazy karena orang suka gue yang nyablak, crazy karena orang ngga suka gue yang nyablak. I can’t please everyone, tapi dengan mengurangi swearing setidaknya aku bisa ‘membahagiakan’ ibu-ibu yang baca *berdiri dari kursi* *tawarin*.


And I’m glad that we made this far. Dia ngajakin, I chose the theme. And #BOOM, your fav reading material. #SassyThusrday yang sassy, nyolot tapi ditunggu.

Terimakasih udah baca, ngikutin bahkan nungguin tiap kamis. Kami bisa sih tanpa kalian, tapi bakal ngawur, ngga semangat, ngaco dan tanpa semangat hidup. Your reaction, your comments, your views on our page yang ngebuat gue jadi semangat nyari bahan, semangat ngebuka mata ketika 2 detik ketiduran saat ngetik. Maksain padahal ketikan udah ngaco.

Thanks for the presence. #SassyThursday comin thru!



Oh i should make #SassyTURDay HAHAHAHAHAHHA

Tuesday, 27 December 2016

Review: Inez Professional Color Palette Eyeshadow


Halo! Happy holiday ya teman temanku, semoga liburannya ngga diabisin di jalan ya secara macet pisan. Kali ini mau review palette paripurna dari Inez Cosmetics, Inez Professional Color Palette Eyeshadow.
Udah pada taulah ya, ini eyeshadow lokal dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Bahkan kalau diitung-itung ini termasuk murah banget diantara eyeshadow palette lain. Dulu pernah review Inez Color Contour Eyeshadow Palette in Venice dan Vienna dan puas sama hasilnya karena pigmentasinya juara. 

Monday, 26 December 2016

Judgemental Series: Branding dan Menjaga Hati Netizen.


Untuk influencer kelas bekicot bobo di daun aja, gue udah rada merhatiin konten gua di socmed. Apa potensi menyinggung? Apa itu fakta? Kira-kira gua bisa di-unfriend nggak ya kalo ngepost ini?

Thursday, 22 December 2016

Pertemanan Lintas Usia

Image may contain: 3 people, people standing

Seumur idup temen gua sepantaran, palingan 2-3 tahun diatas. Eh, apa maksimal 2 taun ya? Intinya, karena gue kuper jadi ngga pernah temenan diluar circle sekolah. Ketika kenal orang luar pun umurnya udah 30an (ya bukan temen ya namanya) yaitu partner bermusik. Untuk japri-japrian sambil curhat curhat ngehek mah ngga ada ya. Gua curhat sama temen sekelas segeng seumuran lah. Ngga pernah sama kakak kelas.

Monday, 19 December 2016

Judgemental Series: Diskriminasi dalam Genre Musik


HARUSKAHH gue bikin rubrik #MondayMusic buat ngebahas gini? Karena minggu lalu kayaknya bahas musik juga. Which is refreshing (buat gue) karena ada materi baru dalam blog. Sebenernya ngga disengajain mau ngomongin musik sih, cuma kebetulan aja idenya musik mulu akhir-akhir ini.

Friday, 16 December 2016

8 Tips Belanja Make Up


SOK LUUUU padahal orang terdekat tau betapa impulsifnya gua -_- EH! Tapi gue termasuk orang yang bisa ngga belanja kosmetik selama 3 bulan lebih. BENERANN.... Dibalik gue yang terlihat 'banyak' kosmetik, yang gue beli pribadi itu jarang. Kebanyakan dikasih dari sponsor atau mamakke. Jadi, duit gue itu kebanyakan gue pake untuk... Makan -_-

Thursday, 15 December 2016

SassyThursday ft. GesiWindi: #TeamMelankolis!



Nahla melankolis tingkat ASEAN. Level ngeliat OwixButet di iklan Djarum aja udah berkaca-kaca. Level baca komik aja ampe senyam-senyum sambil netesin air mata. Level ngajak ngomong orang duluan aja nggak enak karena takut ganggu.

Kamu #TeamMelankolis atau #TeamRealistis?


Wednesday, 14 December 2016

[Sp.] Sato Hakubi: BB Cream, Q10 Cream dan Pastaron Ultra Hydrating Cream


Halo gengs gengsku yang paling aku cintai, ai lapyu muah tengkyu udah mau baca. 

Kali ini gue mau cerita tentang liputan PLUS review produk Jepang yang baru launching 3 produk baru di AEON kemaren. Jadi Hakubi Indonesia ini adalah line kecantikan dibawah naungan Sato Pharmaceutical Japan yang awalnya adalah perusahaan di bidang apotek. Tapi karena sehat itu ngga hanya badan namun juga dari penampilan yang terawat, bebas jerawat, bebas kerutan dan menutrisi kulit, jadi Sato Pharmaceutical ini memiliki filosofi yang bernama Sato Healthcare Innovation yang kutipannya, “Health is the number-one priority, for more beautiful and more enjoyable dailylife”. Intinya kesehatan itu penting karena ngga hanya bisa merawat tubuh dari dalam tapi juga dari luar, hidup jadi lebih dinikmati deh. Hakubi memiliki slogan: healthy skin is lifetime beauty. Karena kita ngga hanya butuh makeup buat mempermantap penampilan, tapi butuh sehat. Kan zonk pas apus makeup ternyata flek dimana-mana. Jangan yak.

Monday, 12 December 2016

Judgemental Series - Musik Alay?



Saat Kerispatih populer, gue bilang mereka alay.
Saat Peterpan meroket, gue bilang mereka alay.

Ya, gue pernah di fase dimana gua menglay-alaykan semua hal yang sedang populer. Tujuannya? Biar ngga sama kayak elo! Hahhahahaha!

Iya, gua emang pelaku musik sidestream yang cukup 'tekun' karena menceburkan diri di genre tersebut secara formal (SMK- Kuliah), mencari sepeser 100k pas SD, menjahit dress untuk manggung di gala dinner Permata Bank. Intinya gue emang mengabdikan LITERALLY setengah hidup gua bermusik.

Thursday, 8 December 2016

#SassyThursday - Manusia yang Kecil


Gue pernah mimpi jiwa gue ditarik sampai ke ruang angkasa.
Ceritanya gue sudah metong, jiwa gue di angkat ke atas. Ngga cuma sampe melihat bumi, tapi menyaksikan alam semesta dengan nebula dan galaksinya.

Baca punya Kak Icha:


Monday, 5 December 2016

Acer Switch Alpha 12: Switchable Me


Ini adalah dialog imajiner antara gue dan tokoh imajiner gue, Terong. Ya, karena gue halu tingkat propinsi Banten. Mantap jiwa.

“Nahla, gue gabung ruangan piano lo, ya!” kata Terong dengan lantang sambil memasuki ruangan piano gue. Matanya fokus ke bantalan pundak tempat ransel besarnya nangkring, “Gue juga mau aransemen pake piano buat tugas kuliah,” lanjutnya.

212



Kayak nama ruangan ya, bro!

Buat yang sering main kesini, mungkin tau kalau gue adalah anak yang nggak mau bahas agama dan cinta damai. Tapi karena janjian ya aku mah ayo ayo ajah.

Punya mba Windi: Catatan Aksi Bela Islam 212
Punya kak Icha: Hal-Hal yang Saya Pelajari dari Aksi 212

Sunday, 4 December 2016

Bingung Mau Masak Apa? Install "Cookpad" Aja!


CIEEE MASAK KIWWWWW......

Semua bermula ketika gua mau cari resep ayam Bon Chon.
Oh! Salah.
Semua bermula ketika gua mau nginep beberapa minggu di rumah sendiri yang mana gua masak sendiri. Deg-degan. Bukan karena ngga bisa masak, tapi bingung hari ini mau masak apa ya? Nanti malem masak apa ya? Kalo belanja ke pasar beli apa aja ya? Tapi kan di resepnya 6 porsi, keluarga aku cuma aku sama sapu ijuk palingan? Gimana ya? Aduh di google kadang bingung langkah-langkahnya ....

Thursday, 1 December 2016

#SassyThursday - Catcalling


Gue adalah cewe yang rela berjalan membungkuk seperti laki-laki dengan hoodie besar, celana olahraga, jalan ngangkang dengan stun gun (alat setrum) di tangan. Selalu stand by, disembunyikan di kantong depan hoodie. And yes, jempol gue selalu di tombol ‘on’.

Punya ka Icha:

Itu dulu, ketika gue SMA. Saat itu gue asrama, which means naik angkot, jalan kaki adalah hal lumrah. And yes, gue meminta stun gun sama papa. Untuk apa? Mencegah pelecehan seksual.
Back to Top