SOCIAL MEDIA

Monday, 17 July 2017

Karena "Siap Menikah" Tidak Sereceh Itu..


"Gue siap nikah".

Siap nikah itu kayak gimana?

Ngomongin tentang kesiapan nikah, gue pribadi ngga ada pemikiran sama sekali tentang mempersiapkan diri pada saat itu. Lu mau ngajak gue nikah? Ayok, kayaknya seru. Udah, gitu aja. Ngga ada pertimbangan macem-macem. I'm that impulsive!

Sering juga ya kita nemu quotes ini: Menikahlah ketika sudah siap.

SIAP GIMANE SIIIHHH?!

Awalnya gue kira "Siap nikah" artinya cuman sebatas siap masak, siap ngepel lantai, siap nemenin. Awalnya gue kira nikah cuma perkara tinggal bareng, masak bareng, ngobrol bareng and such. Beda pemikiran? Ya gapapa, tinggal diselaraskan.

Makin kesini, i found that marriage is hard..

It's harder when your spouse isn't really your soulmate. NAHLOH?!

Thursday, 13 July 2017

#SassyThursday - Hari Pertama Sekolah?


HARI PERTAMA SEKOLAHHH!

Ka Icha pengen nulis tentang ini, karena banyak yang masuk sekolah minggu-minggu ini. Gue juga masuk sekolah, sekolah kenyataan ZZzzZZzz..

Masih pada inget ga sih hari pertama di sekolah gimana rasanya? Gue sih lupa-lupa inget. Gue ceritaind ari SD dulu aja ya..

BACA PUNYA KAK ICHA YAAA:

Monday, 10 July 2017

Idol Jepang dan Obsesinya Dengan 'Kesucian'

Sebagai wibu (pecinta yang sok-sok jejepangan) tingkat lumayan akut, gue merasa bisa 'membaca' arah preferensi negara Yakitori tersebut. Membaca dari mana? Dari budaya pop-nya dong.

Kok budaya pop?

Karena budaya pop mencerminkan satu ideal sebuah bangsa. Intinya ya selera kebanyakan orang mah tercermin lah di budaya pop.

Kayak budaya pop Indo, yang terkenal siapa? Raisa. Ya.. emang Raisa itu 'selera'nya masyarakat Indonesia kebanyakan kan? Cantik, a bit sexy, wanita indonesia banget, anggun.

Kita cocokin dengan Isyana, 'nafas' kecantikannya pun sama. Sama Maudy Ayunda pun sama.

Sama Chelsea Islan? Secara fisiologis emang beda, tapi secara pembawaan? Ya sama-sama juga. Sama-sama anggun, kalem dan ayu gitu.

Sekarang kita tengok negara Onigiri, siapa yang mereka fans-in? AKB48.


Sunday, 2 July 2017

Merawat Anak Tanpa ART dan Suami. SIKAATTT!


HAHA kok kesannya gue nelangsa banget? Tanpa ART? Tanpa suami? Berdua aja dong di rumah?

YAAAA BENARRRR!

Jadi, beberapa hari kemarin mbak gue mudik. Dan... suami gue masih kerja di luar kota sehingga gue sama anak harus survive sendiri di rumah. Sendirian. By all means, ngga ada bala bantuan siapa-siapa. Btw, kak Grace Melia munyu munyu bikin artikel ginian juga.

Awalnya gue merasa pesimis banget. "INI PASTI HELLISH!". Karena gue tau banget, merawat anak dengan mbak dan suami aja kadang masih suka bikin pusing kepala, apalagi cuma berdua doang?

And worse: itu adalah momen puasa. Dimana gue harus bangun shubuh siapin makan sendiri, siapin buka sendiri, merawat anak dengan perut kucruk-kucruk. Solo karir sebagai IRT bener-bener ngga pernah ada di list cita-cita gue.

"Yakin, Ningna?" kata Brian.
"Yakin lah, yakin," kata gue sambil membayangkan hellishnya menghadapi Mabi yang susah makan, picky eaters dan solo karir begadang-begadang.

Thursday, 29 June 2017

Judgemental Series: Menukar Lahir untuk Batin


Selamat lebaran ya! Mentang-mentang lebaran, jadi pingin bahas lahir batin. Tapi sayangnya, materi lahir batin kali ini ngga punya hawa pintu cahaya sama sekali. Hawanya mungkin 11:15 lah sama sampah yang belum dibuang 2 minggu di ruangan tertutup. Hii~

Menukar lahir dan batin. Lahir di sini adalah fisik, sedangkan batin adalah emosi jiwa. Lahir batin sendiri punya banyak tafsir ya. Ada yang menafsirkan bahwa 'batin' adalah kebutuhan biologis, kebutuhan curhat, kebutuhan dipuji, diapresiasi. Overall, batin adalah segala yang berkaitan dengan motorik halus kejiwaan manusia (?)

MALES BUKA KBBI AH, mending gue artiin sendiri elaaahh..

Perspektif yang mau gue ambil kali ini berkaitan dengan sesuatu yang kerap kali lakukan. Sesuatu yang jadi 'trump card' ketika gue merasa kesulitan, sesuatu yang ngga bisa gue lepas dari strategi gue dalam menghadapi masalah apapun: bargaining.

Bargaining, menukar sesuatu demi sesuatu.

Thursday, 22 June 2017

#SassyThursday: Atas Nama Passion


ATAS NAMA CINTA IYEDEEEEH

Kali ini bahas passion ya, sebenernya ini tema yang bagus banget. Karena bisa membakar semangat gue saat nulis, but at the same time: banyak juga orang yang nulis tentang hal ini.

Passion, kerja dengan passion. Apaan sih passion? Passion itu gairah. Eh puasa wey, ngomongin gairah-gairah wae.

Gairah untuk sesuatu. Sesuatu untuk ditekuni, dicita-citakan, diperjuangkan, dipelajari. Itulah passion. Hal yang kita kejar dengan ikhlas sepenuh hati. Passion itu yang membuat spirit kita terbakar. Sesuatu yang rela membuat kita bangun and gepret our self to death hahaha :’(

Baca punya ma frends lah:
Grace Melia: Mencari Passion
Windi Teguh: Menemukan Passion

Sunday, 18 June 2017

Tentang Cowok Pendek

Manga: Girl Boy Complex

"Kemarin aku ditembak sama si A, tapi aku ga nerima sih," kata Mawar.
"Lah kenapa? Dia kan kece, baik aszik lagi," jawab temennya.
"Karena dia pendek." Lalu mereka bertatap-tatapan dengan heran.

Udah banyak yaaa yang bahas body positivity pada perempuan, and i endorse that! Gue setuju bahwa worth perempuan tidak dilihat dari fisik semata. Menolak perempuan hanya dari fisiknya itu bukan hal yang gentleman lakukan.

Ya, karena cewek-cewek ini udah banyak yang belain, saatnya gue bela cowok. Karena jarang yaaa yang menggaungkan body postivity pada laki-laki?

Back to Top