SOCIAL MEDIA

Wednesday, 28 October 2015

Tips Menulis yang A6 10an (Baca: Asik Tenan)

Selamat Hari Blogger Nasional ya! (telat bos, itu mah KEMAREN)

EAAAA sok bagi-bagiin tips menulis, padahal mah gue juga sebenernya belom yang gimana-gimana, yah itung-itung biar ala ala blogger lah. Tulisan ini gue buat dalam rangka memperingati jerih payah blogger.

Ngomong-ngomong tentang judul, gue sebenernya bingung mau ngasih judul apa, soalnya kalau gue judulnya "Tips Menulis yang Baik", gue juga sebenernya bukan penulis yang bisa menulis dengan baik. 
Kalo hanya "Tips Menulis", ya kesannya polos banget, tapi emang kejaring sama SEO sih, kalo "Tips Menulis yang Menarik", kesannya gue merasa artikel gue menarik. Jadilah gue pake aja A6 10an, asik tenan, yoooiiiiiiiiiiiiiii ck gue emang jenius.




Gambar dari freepik.com

Monday, 26 October 2015

Menjawab Pertanyaan "Kenapa Remaja Jaman Sekarang Menyebalkan?"

“Kenapa remaja jaman sekerang menyebalkan?”
“Kenapa remaja jaman sekarang cuek?”
“Kenapa remaja jaman sekarang tidak tahu sopan santun?”



Kalau kalian sudah berpikiran seperti itu, selamat! Kalian berarti sudah menjadi orang yang jauh lebih tua dari remaja, mungkin 30an.

Kenapa gue berasumsi begitu? Karena orang bisa men-generalisir ketika mendapat sample yang cukup banyak, dalam hal ini: cukup banyak berhadapan dengan remaja.

Atau, karena kita sudah mulai sensitif akan keadaan, yang mana kondisi ini akan kita rasakan kalau sudah ‘mempedulikan’ behavior orang lain.

Gue cukup ngerti kok, sama statement diatas, mungkin yang mereka maksud adalah:
Remaja yang suka main hape sendirian saat pertemuan keluarga
Remaja yang suka ‘keras’ sama orang tua
Remaja yang tidak menghormati orang tua.
Remaja yang asyik sama dunianya sendiri.


Thursday, 22 October 2015

Review! Cathy Doll Juicy Tint in Cherry Juice

 I'm a big fan of liptint.

Karena gue punya kebiasaan cium-cium bayi, baju suami, atau sekedar nguap tutup mulut.
Makanya gue selalu pakai liptint, karena gak transfer ketika bibir kita lagi kering.

Kalau gue pake lipstick, yang ada si bayi beserta pipi pipinya belepotan lipstick, yang akhirnya meninggalkan noda maha gengges.
Apalagi pake liquid lipstick, no tenks, bisa bisa lipstick gue bisa kena jilbab, kena rambut, kena pa kamu begi tu sama a ku? (krik krik krik)

Ora lucu ya gaes?


Lalu karena waktu itu mama lagi ke bazaar beauty di Citos, gue nitip liptintnya Cathy Doll, yaitu Juicy Tint:



Wednesday, 21 October 2015

My Hijab Story

Banyak. Banyak banget yang request tentang perjalanan berhijab gue, dan menurut gue sebuah cerita tentang hijrah berhijab adalah hal yang harus disusun dengan seksama dan sedetil mungkin :)


Oke, pertama: Gue bukan wanita alim.

Dari dulu sampai sekarang. Maksudnya?

Ya, seperti yang gue bilang. Gue masih suka bergosip, gue masih seperti anak remaja *uhuk* lainnya, gue masih... Sama kayak wanita pada umumnya, even habis gue berhijab.
Jadi gue menulis ini sebisa mungkin dari sudut pandang cewek ke cewek, gak bermaksud untuk preaching apalagi nyinyir, karena gue tau kalau hijab adalah sesuatu yang sangat personal.

Oh, bukannya gue gak mau dibilang alim, tapi rasanya kalau gue berbagi sebagai "cewek", sense of closeness nya lebih terasa.

Gue mau berbagi aja sih, gak ada unsur pemaksaan, intimidasi atau 'menggurui' samasekali, anggep aja kita lagi berdua di kantin, sekedar ngobrol saat jam makan siang.

Karena gue juga sebenernya merasa gak pantes meng-alimkan diri :/

Sunday, 18 October 2015

Membentuk Alis Dengan Concealer; Is It Works?

I don't shave my brows.
Padahal gue sangat suka make-up, dan semua wanita tau bahwa alis itu PENTING BANGET.

Alis yang membuat Aurel jadi secantik sekarang.
Alis yang membuat mata Raisa terlihat tajam.
Alis membuat wajah orang Korea jadi polos innocent munta dicubit padahal siapa tau aslinya blangsak


Dan apa yang membuat make-up guru di Instagram atau Youtube terlihat cetar? Yak, ALIS.

Dan balik ke poin pertama, gue tidak mencukur alis karena:

1. Alasan religi.
2. MALES.

Wednesday, 14 October 2015

Review! D.U.P Eyelashes #902

Halo! Berjumpa lagi!

Bulu mata idaman gue adalah tipe bulu mata yang bisa memanjangkan mata, jadi yang bagian luarnya lebih panjang, efeknya jadi seperti puppy eyes. Bulu mata yang gue pake adalah kepunyaan nyokap yang tipenya 'anti badai'; lebat, full, panjangnya sama. Dan it did great for my eye-look.
Tapi kali ini gue pingin punya bulu mata sendiri, yang luarnya lebih panjang, biar gue bisa dapet efek puppy eyes yang gue inginkan.

Awalnya mau beli Dollywink, tapi gue bener-bener takut salah beli, karena Dollywink memang panjang di bagian luarnya, tapi gak tebal dan gak lebat, takut gak bisa pull-off efek yang gue inginkan, jadilah gue beli bulumata D.U.P ini.



Thursday, 8 October 2015

Life with XL; Mau Ngerasain Download Aplikasi dalam 4 Detik?

Gue inget pada saat itu gue adalah tipikal pengguna yang selalu ganti SIM card, hampir semua SIM card sudah gue coba. Alasannya? Mencari yang paling murah.






Gue inget banget dulu tiap hari gue mampir ke warung buat beli SIM card biar murah untuk telpon-telponan, oh iya, jaman dulu belum gencar penggunaan Internet, jadi gue yang penting mah murah aja. Saat itu SIM card harganya cuman 10rb bonus pulsa 10rb juga, kalau habis pulsanya? Ya beli baru lagi. Jadi mungkin bagi keluarga gue yang sudah menemani 20 tahun kehidupan gue, nama “Nahla” bisa sampai 4 di buku kontak mereka, malah lebih.

Itu semua ada pada zaman SMP, zaman dimana gue ini masih timik-timik, cemen parah, demen telponan, demen SMS-an dan bisa isi pulsa tiap hari 10rb rupiah. Ajegile ini gue dapet duit darimana yak? Gue sih gak merasa ngepet ya, gue juga gak merasa ngirim SMS mama minta pulsa, pokoknya intinya gue sanggup aja beli pulsa sehari 10rb.

Lalu masuk zaman SMA, eh salah, gua mah SMK.

Lalu masuk zaman SMK Musik, gue masih tetap dengan SMS-an dan telponan, zaman itu lagi ngetrend BBM. Dulu gue iri sama temen-temen gue yang punya BB, gue pingin gitu BBMan, pasti lebih murah daripada harus isi pulsa sehari 10rb -_-

Lalu karena gue berada dalam pendidikan yang erat sekali kaitannya sama media, teknologi (iya, kami ada pelajaran Komputer Musik) dan menonton berbagai macam video musik klasik sebagai bentuk pembelajaran, makanya gue sering banget numpang Wi-Fi di sekolahan.

Semua adem ayem, gue bisa browsing Youtube-nya David Oistrakh dan Manhattan Transfer kalau gue lagi mau serius, tapi gue juga sering banget nontonin video Raditya Dika kalau lagi muak berkutat sama toge bernama partitur ini, pokoknya dalam titip kehidupan ((TITIK KEHIDUPAN)) ini, gue mulai membutuhkan internet secara berkala untuk tujuan pembelajaran.

Saturday, 3 October 2015

Judgemental Series - Selera Elite?

Selera, taste. 

Sesuatu yang sangat subjektif, mempengaruhi penilaian seseorang, dan terkadang bisa membeda-bedakan yang satu dan lainnya, dan ternyata bisa jadi penyebab kesenjangan sosial.

Taste.

Sesuatu yang bisa membuat orang biasa menjadi professional, krusial sekali dan sangat berguna dalam branding.

Taste bisa menentukan apakah seseorang itu 'kampungan' atau elit di strata sosial.

Tapi satu hal yang penting: Taste bersifat subjektif, keadaan sosiallah yang menentukan nilainya.



Udah ya quotenya, gua gak bisa nyiptain quote bijaksana kayak Mario Teguh, ato account kayak Tumblr, Girl's Feeling, akun quotes penebar baper. Gua gak bisa.

Back to Top