SOCIAL MEDIA

Wednesday, 22 October 2014

19yo Pregnancy: 36minggu - "WOI INI ANAK GUA MAU DIKASIH NAMA SIAPA?!"

Kehamilan gue saat ini udah berumur 36-37 minggu, yang mana sebentar lagi bayi gue mau keluar.
Beneran udah menghitung minggu ini.


Dan bagian paling krusial dalam dunia per-bayian adalah; Memberi nama.

Dan gue belom nyiapin nama lengkap. Simple aja alesannya: 

❤ ♡ ♥ ღ ❣ ❥ ❦ ❧ ლ ۝----Belum nemu.---❤ ♡ ♥ ღ ❣ ❥ ❦ ❧ ლ ۝

Dan ada sedikit pemikiran yang sedikit menghambat proses dalam pemberian nama anak gue, yaitu..

"Berilah nama yang baik untuk anakmu"

Bukan, bukannya lantas gue mau menamakan anak gue buruk.
Cuman yang bagi gue "baik" belum tentu bagi orang lain "baik".
Ini semua tentang persepsi orang aja.

Mungkin gue akan mencoba berpikir, "Ah bodo amat lah, yang penting artinya baik bagi gue dan suami gue". Tapi nyatanya kan gak gitu, di sekitar kami masih ada orang lain yang dihormati, seperti: Mama, Papa, mertua, Kakek, Nenek, dan sesepuh yang dituakan dalam keluarga.

Dan mereka ini termasuk dalam golongan sama; Golongan tua.
Yang pola pikirnya pasti sangat berbeda dari kami (gue dan suami).

Dan itu normal. Generation gap itu normal. Perubahan zaman itu normal. 

 Tinggal pinter-pinternya generasi muda aja untuk menjelaskan "Pemikiran Baru" ke golongan yang lebih tua.

Dan orang tua itu tidak bisa dipungkiri, lebih wise dari kita golongan muda.

Tapi gue sih memegang keyakinan bahwa, apapun kata orang-orang di keluarga gue, ya yang berhak memberi nama itu tetep gue dan suami. Period. Case closed. Babai.

Jadi jangan sampai ada hard feelings kalau misalkan usulannya masih belum sreg sama gue dan suami. Toh this is my child. Tapi sesungguhnya, usulan nama dari keluarga itu pasti baik. Nggak ada nenek yang ingin memberi nama cucunya buruk.

Dan ada beberapa fakta tentang pemberian nama anak di zaman modern ini, yaitu;


1. Nama anak zaman sekarang itu emang aneh-aneh.

Face it, apalagi anak para artis-artis. Contohnya anaknya Vino G. Bastian, namanya: Jizzy Pearl.
Gue bingung sekaligus kagum, kira-kira gimana ya cara dia ngeyakinin tetua dalam keluarga?
Dan face it, orang-orang yang cenderung termasuk golongan tua pasti udah geleng-geleng kepala ngeliat absen nama anak di sekolahan, apalagi sekolah International.

Zahra, Fatimah, Aisyah, you name it. Udah jarang banget dipakai. Apa alasannya? "Biar nanti kalau sekolah di luar negeri, ngurus visanya gampang". I get it, gue juga mikir gitu kok buat nama anak gue. Karena apa? Sekolah di luar negeri itu udah umum dan gak sesusah dulu.

It's okay, and for ibu-ibu, don't judge them. Semua orang punya alasan tersendiri, and it's none of your business. Jadi, sebaiknya jangan menilai buruk mama-mama masa kini yang menamakan anaknya dengan nama-nama yang gak terlalu menyinggung nama Arab.

Aurel, Ishana, Jizzy, Jade, Kayla, Keiana, lebih laku jaman sekarang. Lebih unik.

Dan gue pun ingin nama anak gue unik.

"Degradasi moral"? Nggak juga sih. Namanya moral kan tergantung 'dapur' masing-masing sih menurut gue.

2. "Bagus" buat kita, bukan berarti "Bagus" buat orang lain.

Ini juga berlaku dalam vocab bahasa. Contohnya;

Nama "Siti" itu bagus dalam bahasa Arab, namun artinya "Sedikit" dalam bahasa jawa (Kalau gak salah).
Nama pesepak bola, "Michael Maho". Dang! Siapa yang bakal ngira bahwa dia akan diejek-ejek di Indonesia?!

Gak ada yang punya waktu untuk translate nama anak satu-satu ke semua bahasa, walaupun gue udah coba ya, hahaha!!

So the thing is, it's quite difficult to match other's good perceptions. 


Jadi nama anak lo siapa?

....

Gue sih sama Brian, suka dengan nama "Mavi". Artinya "Biru" dalam bahasa Turki.
Turki adalah tempat dimana kami bertemu. Nggadeng, kami ketemu di airport.

Biru itu melambangkan ketenangan, perdamaian, pikir panjang, meditasi.
Tapi banyak orang yang bilang warna biru itu melambangkan kesedihan, kesuraman.

Nah, ini lagi kan. Persepsi lagi. Lagi-lagi!

Sama kayak "Putih": Kepolosan, kesucian, warna cahaya.
Tapi putih itu juga mudah kotor, 'kalah' dengan warna lain, mudah terkontaminasi. See?

Susah kalau nanya pendapat orang lain. Gak abis-abis. 

Balik lagi ke "Mavi". Bapak gue kurang setuju karena kalimat "ma fi fulus" yang artinya "Gak punya duit" dalam bahasa arab. Tapi kan "Ma fi" dan "Mavi" itu beda. 

Dan jujur aja, gue kurang suka kalau ada orang yang bercandain nama anak gue. Apalagi yang bisa bahasa Arab, "Ma fi fulus? hahahaha". Stop it, it's not funny.
"Kupecahkan topeng agar ribut"

Ini juga "Note to self" sih, bahwa jangan bercandain nama anak orang. It happened to me, and it was friggin' annoying.

Eh tapi gue dan Brian udah merancang beberapa rangkaian nama lengkap!

Brian:

Mavi Archani Sadela 
Mavi Anastasia Sadela
Anastasia Archani Sadela

Archani/Arkani/Arkan itu artinya hati yang mulia.
I think Archani is super cool.

Gue:

Nebula Mavica Sadela
Mavica Karim Sadela
Scheherazade Mavi Sadela

Nebula itu nama benda langit, bisa juga tempat lahirnya bintang-bintang. But the important thing is, gambar-gambar Nebula itu keren-keren banget! 

Is this super cool or what?


Karim itu artinya "Generous".

And for Scheherazade? itu nama salah satu orchestral piece nya Nikolai-Rimsky Korsakov. The piece is epic. The name is epic. The story is epic.
Scheherazade itu ratu persia yang naratorin, "1001 nights".
Bacanya "Syahrazad".


"Scheherazade" dalam anime Magi. Dia bahkan punya tahi lalat di bawah mata persis kayak suami gue, gak mungkin ini kebetulan!



Keren sih, cuman kasian nanti anak gue pas UN bulet-buletinnya gimana?
Nanti di absen sama guru gimana?
Nanti kalo spellingnya susah gimana?
Etdah nama gue "Mevlied" aja udah susah, mau "Scheherazade" lagi.

Oke, tapi menurut gue "Nebula Mavica" itu super cool.
Kayak nama satelit gitu, tinggal ditambahin "e" di belakangnya.

Nebula Mavicae. Jadi kayak nama spesies baru.

Tapi nenek gue pesen agar ada nama arabnya. Hemm..... well... let's see :)

Tapi kemaren suami gue masa bilang gini,

"Udah.. kita namain sesuai orang yang pertama kali dateng ajaa.."

Kalo yang pertama kali dateng temen-temen gue sih, gak papa. Namanya manis-manis semua (Gladys, Grace, Jacqueline, etc)

Lah kalo yang pertama kali dateng namanya "Tatang" gimana?!
Gue sih gak punya temen yang namanya "Tatang". Kalo ada mah generation gap banget. Masa 2014 nama masih Tatang?

Gak papa sih. Namanya persepsi. Your name is "Tatang"? Cool.


"... atau nggak, namain sama sesuatu yang lagi disukai"
Batin gw,


Yang lagi gue suka?

Djavan Mavi.
SK-II Mavi.
ManhattanTransfer Mavi.
Jazzy Mavi (Etdah namanya selangit banget).
Katara Mavi.
Mint Mavi.
Duit Mavi.
DewiSandra Mavi.
Brian Mavi.
Marshmallow Mavi
Vanilla Mavi (Jadi vanilla blue gitu ya)

Yang lagi Brian suka?

Wrangler Mavi
Jeep Mavi
Ranger Mavi (HAHAHAH WTH)
Defender Mavi.
TVChampion Mavi.
Mobil Mavi.
Rubicon Mavi.
CJ7 Mavi.

Oke ini udah ngaco banget.



Jadi gimana? Apa ada yang mau ngasih ide buat nama anak kami? Ayolah ini bentar lagi brojol ini.


Monday, 20 October 2014

Tips: Pemakaian Kapas SK-II FTE + Masker Jerawat Secara Hemat!

"Ini orang apaan sih bikin tips-tips lagi"

Iyalah, gue sayang duit. Sayangnya duit gak sayang gue, makanya kebuang mulu. Huehuehue.

Ada yang punya SK-II Facial Treatment Essence? Ada lah ya, yaiyalah gimana sih.

Seperti yang kalian tau, SK-II FTE ini mahal banget. Harganya di counter bisa 1.4 jt. 
Jujur aja ya, gue juga nabung-nabung banget buat beli ini. Buktinya setelah gue bayar, gue meratapi sisa saldo.

Mungkin menurut beberapa orang, wasted banget ya beli ginian mahal-mahal. Bodo amat. Lagian siapa suruh SK-II ngiklan terus di Youtube. Kan gue jadi ngiler.

Cuman gue jadi tambah bingung sih sama Syahrini, itu tasnya dia soalnya mahal-mahal banget kan. Pernah gak ya dia meratapi saldo ATM kayak gue?

Ah tapi siapalah gue ini, membandingkan diri dengan princess.



TIPS #1
Menghemat kapas dan FTE!


Ini bisa di aplikasikan juga lho di toner atau essence lain. 


1. Pegang kapas.




2. Belah kapas menjadi dua.

Ini gue ngambil fotonya susah lho. Tangan kiri ngebelah kapas, kangan kanan ngebelah duren  pegang kamera.




3. Taraaaa.. Kapasnya terbagi menjadi dua. Pakailah sisi luarnya. Ya terserah si. Cuman lebih estetika aja gitu sisi luarnya. 





4. Lipet dua.

Bukan, ini bukan mau ngasih tips ke mbak-mbak salon yang duitnya harus dilipet biar gak ketauan kalo lu cuma ngasih Rp. 10.000.




5. Lipet lagi jadi dua bagian.


6. Lalu tuang FTE kalian.






Tuangnya di sisi yang lipatannya di tengah ya, kalau di 2 gambar di atas, ditandai dengan mark abu2.



6. Tuang sebanyak 3 tetes. Oh atau 2 tetes juga cukup.

Ketika menuang, pastikan cairan FTE nya nembus ampe ke belakang kapas ya! Iya.



7. Buka kapas. Lihat keajaibannya.

WOW! WOW! Nggak sih biasa aja.

Karena lipet-lipetan tadi, cairan yang tadinya hanya 3 tetes, seakan-akan menjadi 12 tetes.
Percaya deh. Ketika diusapkan ke muka, kesannya kalian menuangkan FTE secara banyak. Padahal cuman 3 tetes.

Sebenernya bisa juga sih cuman 1 tetes, toh nanti hasilnya kayak 4 tetes.



TIPS #2

Hemat dalam mengompres jerawat.



"Masker Jerawat" kok terdengar.... unik ya.
Ini tips yang gue temukan, karena bener-bener pingin hemat tapi gak mau gunain FTE banyak-banyak. Gue takut banget FTE gue cepet abis, serius. Ini di botol berkurang 1cm aja gue udah tuker dollar buat beli FTE baru (Nggak deng, gue tuker dollar emang karena ATM gue lagi mati suri aja).


Ah dasar emak-emak.



1. Gunakan kapas yang sudah dibelah menjadi dua.


2. Potong sisi kapas, lebarnya sebesar jerawat yang ingin dikompres.



3. Lipat kapas kecil itu menjadi 4 lipatan. Patternya bisa dilihat di atas.







4. Tuangkan SK-II FTE di kapas yang sudah dilipat tadi sampai menembus ke lipatan yang paling bawah.





5. Buka lagi lipatannya. Lalu potong-potong sampai 4 potongan kecil. Kali ini kalian menemukan 4 kapas kecil yang sudah dibasahi dengan hanya 1 tetes FTE.




6. Tempelkan di jerawat.

"Ihhhh bagus banget sih kulitnya!" Iyalah, photoshop. Duh.

"Hahahaha hahahahah hahahhaha ketipu photoshop ya!"


Gimana menurut kalian? Tipsnya membantu nggak?
Untuk tips lain, bisa klik link ini!

Sunday, 19 October 2014

Review! Douce et Lisse; Tea Tree Facial Mask

"KOK LU BIKIN TOKO GAK BILANG2 GUE KAN BISA GUE PROMOIN DI INSTAGRAM"

"AH IYA GUA LUPA! HAHAHAHAH
..
..
..
..
..
Promosiin dong sok endorse, lu mau gua kasih free gak?"

Itulah sedikit pembicaraan via Line antara gue sama owner @douceetlisse, yang mana dia adalah sahabat gue sendiri. Namanya Gladys.

Ditawari barang dagangannya, gue bilang gini:
"Ah tidak ah, aku tidak mau memanfaatkan persahabatan kita....


eh tapi yang tea tree boleh juga".

Iya, gue emang rada-rada cheapo kalo dikasih barang gratis. 
Ah jangan mengelak, kalian juga kan?

What Is This?

 Ini adalah salah satu facial scrub home made yang dijual di Instagram @douceetlisse.
Masker-maskeran tuh emang lagi ngehits banget sih di Instagram.


Ada dua jenis masker: Face Cleanser & Mask, dan Face & Body Scrub.
Kalo yang facial wash, bisa dipake tiap hari. Tapi kata Gladys sih yang facial scrub juga bisa.

Eh btw Dys, boleh gak sih ini gue bilangnya "Sponsored Review"? Biar gua kayak beauty blogger beneran gitu yang di endorse.
"Mak, aku pengen di endorse"


Nah, komposisi utama yang ada di dalam tiap facial scrub ini ada dua: Kamu, dan aku #eaa

Oat dan beras.

Jadi, scrub ini emang untuk exfoliate.

Yang varian tea tree itu untuk: 
Menghindari jerawat
Mengurangi minyak
Kulit oily.

Variannya banyak loh! Dan lagi ngeluarin varian baru yang sangat-sangat menggiurkan kayak:

-Vanilla Sweet (New!)
-Rose Kiss (New!)
-Peppermint Breeze (New!)
-Lavender Calm
-Lemon Fresh


"Lah kok punya lu gak ada yang tea tree?" Iya. Udah gak produksi lagi soalnya.
"Etdah trus ngapain lu review"


"eh itu serius lu bikin sendiri?"
"lah iya masa bapak gua yg bikin"

Noh. Handmade beneran kan.


I should have bought the vanilla one, cuman belom produksi waktu itu.


Packaging:


Dengan botol kaca, dan pita yang ditempel dengan penuh perhatian. This is hand made, you know.
Gladys bener-bener merhatiin banget ke'cantik'an packagingnya. It's all vintage.
Niat banget, pasti labelnya dia juga yang desain. 
Dia emang gitu dari SMA, telaten kalau ngerjain sesuatu. Lu tau gak, dulu dia ngebuat buku tulisnya sendiri di tukang fotocopy (Di jilid, covernya dia yang buat sendiri), dia emang rajin.

Kecuali nyari cowok. Dia selalu keduluan sama gue. Heh, take that.

Yang gue suka adalah, packagingnya dari  botol kaca. Which is very pretty.
Dan gak norak dipajang di meja rias. Gue suka banget packagingnya, kesan shabby chic nya kena banget. Kena, kena di sini *tunjuk pinggang, encok* 






How to Use:


Biasanya gue sih gak ampe 15 menitan, gue gunain ini sebagai pengganti facial wash.


Texture & Scent:

Texture:

As you can see, granule-nya cukup besar, karena ini scrub. Kalian bisa merasakan butiran beras dan oat. Butiran berasnya agak besar, gak kayak butiran debu.

Tapi ajaibnya adalah, butiran berasnya sama sekali gak bikin merah di kulit. Padahal biasanya granule kasar itu bikin merah, ini walaupun gue gosrek-gosrek kaya apa, nggak merah.



Scent:

Wanginya menurut gue... agak kurang familiar. Soalnya campuran antara tea tree dan beras. Bisa dibayangin? Coba kalian tuangin Body Shop Tea Tree Oil ke beras, gitu deh wanginya.

Untuk yang suka seru-seru dalam meng eksplor wewangian, cobain ini deh.
Unik banget.

Se unik muka gue.

Oh iya, untuk aromanya, dia pakai essential oil yang di impor (?) langusng dari... Bali.



Thoughts:



1. Kalo kalian punya hidung kasar karena komedo, this product works like magic. Serius, biasanya gue kan rutin banget pake mask yang punya 'heating effect' (Jadi kalo dioles langusng panas, fungsinya buat ngangkatin komedo), sekarang gue udah jarang pake heating mask nya gara-gara ini. 
Intinya, bisa ngerontokin kulit mati di idung yang kadang suka numpuk.



2. Walaupun ini buat oily skin, kulit gue yang kering pun tetap oke make ini.
Jadi formulanya gak harsh sama sekali. 


3. Walaupun gak boleh ya, cuman ini bisa ngangkat BB Cream tanpa harus gunain make up remover dulu. Waktu itu gue lagi keabisan make up remover, dan gue coba-coba langsung cuci muka aja. Ketika habis dibilas, gue pakai toner. Dan tonernya gak kotor sama sekali. Gak ada sisa make up.

Cuman ya kalo kalian pake foundation setebel Ashanty ya bersihin dulu kelez.



Dan harganya 95ribu untuk 120gr!

The new packaging is so cute kan?!?!?!? Hastagah pegangin dompet emak, nak.

Instagram: @douceetlisse
Email: douceetlisse@gmail.com
SMS: 0819 0645 2968
Line: douceetlisse
BBM: 512B0EFC

Friday, 17 October 2014

Review: Laniege Water Sleeping Pack_EX


Laneige Water Sleeping Pack_EX


Saatnya gue me-review salah satu produk yang maha populer dari dunia per skincare-an korea. Produk ini banyakkk banget dapet penghargaan dari majalah-majalah wanita, is it that great? Check this out!




What is This?

Ini adalah sleeping pack. Sleep itu artinya bobo, jadi ini adalah pack-pack yang dibawa pas bobo *plak*

Ini adalah masker yang dipakai sebelum tidur, kenapa gak ditulis "Mask"? Karena kalau mask, biasanya dia harus dibilas dulu. Ini nggak, kamu tinggal pake, trus bobo.

Seperti di tulisannya, ini hanya dipakai malam hari. Agar paginya kamu mukanya mulus-mulus bening lembab gidu.

Claim

Melembabkan kulit yang dehidrasi sepanjang hari.
Crystal clear & hydrated skin with water science. 

Jadi emang gak ada target untuk memutihkan, anti-aging, apalagi dapet jodoh.

Hidrasi itu penting untuk menjaga elastisitas kulit, agar tidak mudah berkerut, agar penyerapan skin care nya bagus. Agar tidak mengelupas dan bagus saat pakai make-up.


Packaging:





Full sizenya berukuran 80mL. Menurut gue, terlalu gede kalau untuk dibawa-bawa traveling. Kesannya kayak bawa beban idup aja gitu eaaaa nggadeng. Tapi beneran deh, mending dipindahin ke container kecil. Gue dulu juga gitu, dipindahin ke container kecil. Cuman ya karena males, akhirnya mending gue bawa-bawa aja....


Walaupun tempatnya terbuat dari plastik, tapi desainnya pas dengan harganya. Nggak murahan, walaupun bukan high-end juga. 


Tapi ini tidak dilengkapi spatula. Sayang sekali.

Nggak juga sih, soalnya gue selow aja kalo harus colek-colek skincare. Toh ini cuman gue yang pake, dan gue selalu cuci tangan sebelum colek-colek. Kecuali kalo ini dipinjem orang, orangnya baru ngupil, ngelap ingus, garuk-garuk bokong, trus main colek-colek barang gue. Sama aja kaya dia lagi colek-colek musibah.

Ato nggak kalo lo tipikal orang yang hygiene banget, ya spatula pasti penting. 
Kalo gue ya, selalu sedia sendok plastik kecil di skincare pouch. Jadi ya itu, gitu deh.

Tapi entah kenapa, ada beberapa review yang bilang kalau ini dilengkapi spatula.

Gak mungkin lah punya gue fake, soalnya nitip nyokap yang lagi di Singapore. Eh tapi gak tau juga sih............


Dengan segel alumunium.


Biru muda sebiru masa mudaku.




Swatch:


Dari swatch awal, memang terlihat 'tebal' konsistensi pack nya, namun kalau sudah diratakan:


Masih terlihat seperti ada lapisan tipis di tangan. 

Tapi......

Menyerapnya cepat sekali, tidak usah tunggu sampai 2 menit, sudah 'menghilang' di tangan.

Dan menimbulkan rasa 'kesat'  saat sudah menyerap. Jadi bukan velvet finishing, seperti cream yang lainnya.

Thoughts:

1. Menurut gue, ini terlalu ringan untuk dibilang sleeping pack. Karena penyerapannya yang cepat, finishingnya yang kesat, dan tidak terlalu 'berat' di wajah. Gue mengharapkan konsistensi yang 'thick', yang menyerapnya lebih lama, karena menurut gue itu lebih meyakinkan untuk melembabkan kulit.

Tapi sisi positif dari konsistensi ini ya gampang menyerap, jadi gak usah khawatir kalau mau tidur tengkurap, mau gusrek-gusrek muka. Cuman ya gitu, gue lebih prefer yang agak 'tebal'.

Personal preference aja sih.

2. Wanginya itu lumayan menyengat, dari 1-10, nilainya 8.5.
Wangi floral. Bunga-bunga. Tapi parfum banget. 
Tapi kalau wangi mah, personal preference ya. Gue lebih suka wangi buah (Kayak yang Multiberry Yogurt Pack), atau wangi wine (Innisfree; Wine Sleeping Pack).
Floral scent isn't my cup of tea (Halah, padahal parfum gue wangi mawar).

3. Dan karena konsistensi yang tidak terlalu tebal dan cepat menyerap, menurut gue bisa aja kalau mau dipake sebagai krim pagi. Hanya untuk menambah hidrasi.
Karena ini ringan banget di wajah.


Effect:

Ketika gue memakai ini di malam hari, pagi harinya wajah gue kenyal.

Gue pakenya tiap hari. Karena 2 hari sekali itu gak nendang. Cara aplikasinya bisa sambil dipijat, lho.

I could see a subtle glow from my cheeks.
Bagian wajah gue yang kenyal adalah di pipi yang skin type nya emang normal.

Dan bagian T-Zone gue itu dry, malah mengelupas. And this product didn't help my dry patches.

But it works wonder on my cheeks. Fluffy cheeks. Soft cheeks. 
i really love my cheeks i would've date them if i could.

Tapi mungkin kulit gue kering, karena gue emang gak pake serum, atau night cream. Jadi bukan karena produk ini gak bagus. Ketika gue pake Ja Saeng Essence dari History of Whoo sih, kulit gue lembab merata.


Dan produk ini gak bikin gue purging, break out, which is amazing.


Tapi menurut gue, produk ini cocok buat yang kulitnya normal. Bukan yang kering-kering banget. 



If you have a very dry skin, this product alone won't give you much.



You would like this if.....

1. Punya type kulit normal.
2. Gak ingin masker yang terlalu berat di wajah.
3. Ingin bangun pagi-pagi dengan kondisi kulit kenyal.
4. Ingin 'kebahagiaan yang sederhana'; no purging, no break out, formula ringan.

'Kebahagiaan yang sederhana' menurut gue itu: No purging dan break out, formula ringan, cocok dengan siapa saja, walaupun won't do much for your skin. 


Soalnya menurut gue ya, gak purging aja udah sukur. 



Harga


300 ribu-an untuk yang full size.

10 ribu untuk sample. Ihiy.




Formula ringan
Gak bikin breakout dan purging
Ada di seluruh counter Laneige Indonesia
Efek glowing saat pagi hari


Kurang melembabkan buat orang yang punya dry skin
Wanginya mungkin sedikit menyengat


Repurchase? Gak tau. Tapi menurut gue, mungkin gue bakal beli lagi.
Jaman sekarang mah susah cyin, cari produk yg gak bikin purging.

Tips: 'Mengorek' BB Cushion yang Terlihat Habis.

Ahoy!

Siapa yang jatuh cinta dengan BB Cushion? 
Menurut gue, BB Cushion itu semacam penemuan jenius di dunia per kosmetikan. Gak usah lagi deh pegang-pegang muka pakai tangan, apalagi ngegunain brush.
Bentuknya juga compact banget, it's like every girl's dream you know. Karena yang compact itu biasanya pressed powder, atau Two Way Cake. Dan jaman sekarang, cewek-cewek kebanyakan lagi menggandrungi BB Cream (Dan CC Cream) karena hasilnya natural, tapi dengan coverage yang beragam.



Tapi apakah kelemahan BB Cushion ini?

1. Cepet habis
2. Refillnya muahal tenan puol.

Setuju? He eh.

Nyokap gue punya BB Cushion dari Laneige. Setau gw, Laneige lah yang pertama kali mengeluarkan konsep BB Cushion. Setau gw lho ya.

Dan ini menjadi favorite gue, cuman gitu, refillnya aja 250rb-an, pak. Gimana full size nya, ya kan?
Kalo gue ngabisin 250rb per bulan buat beli refill ini, nanti gue nabung buat stock SK-II FTE nya gimana, pak?
Nanti ATM gue gimana, pak?

"Makanya dek, kerja."




Tapi akhirnya gue menemukan cara untuk 'Mengorek' isi BB Cushion ini, agar setidaknya gue bisa menghabiskan ini sampai titik penghabisan. 

You may thank my emak-emakness for this.





You bisa liat, puff nya aja udah dekil banget. Udah uzur, minta diganti.



Punya gue shade #21 Natural Beige. Kalau kalian lagi bingung cari warna, warna ini cocok banget untuk kulit Indonesia yang agak terang, tapi gak seterang bule. Terang-terang standar lah



*pok*


"Mak krimnya abis mak"



SEDIH BANGET KAN.
Lihatlah puff tua yang kering kerontang ini, udah somplak-somplak.

Ini keliatan kalau BB Cushionnya emang udah sekarat.

Yang harus dilakukan adalahhh:


1. Tarik cushionnya.

Kalau lu tarik cushionnya seperti di gambar, ternyata dia masih menyimpan 'national treasure'. 
Sisa BB Cushion ini gak cukup banyak untuk menembus sampai keluar. Jadi dia mengendap di dalam.

Menemukan trik ini tuh bagai menghirup angin surga. "fiuhh akhirnya gue gak usah buru-buru beli refill".


2. Lepas cushionnya.

Dan kalau lu lepas cushionnya, masih ada sisa BB Cream yang nempel di balik Cushion. Like, masih lumayan banyak. Dan ini cukup menjadi penemuan yang gak terduga. Siapa yang mengira bahwa dibalik cushion atas yang kering, terdapat cairan cushion yang melimpah di sisi lainnya.

Dibalik kisah asmara yang kering, terdapat jodoh di sisi mantannya. Asik.


3. Kagumi apa yang masih tersisa.

LIAT DEH INI TUH MASIH LUMAYAN BANYAK.


4. Balik Cushionnya di sisi yang bawah. Pasang lagi.

Setidaknya, ini terlihat lebih full daripada cushion sisi atasnya.




Tadaaaaaa... jadi 'sedikit' bertambah kan kelihatannya? Iya gak sih? Apa cuman perasaan gue doang......





Tadaa..... lumayan kan? Ok. Maybe this is a little bit useless. Tapi lumayan kan buat tepok-tepok pipi?






Ada beberapa cara lagi untuk 'mengorek' lebih dalam.


a. Puk-puk lah puff di tempat yang tidak biasanya, maksud gue..

Kalau kalian biasanya puk-puk puff nya di bagian tengah seperti ini: 


Sekarang cobalah puk-puk di sisi-sisi cushionnya, siapa tau masih tersisa di pinggirannya. 

This trick always works for me!






B. Atau kalau mau tahapan yang lebih ekstrim, kalian bisa mengeluarkan cushionnya, lalu langsung tepuk-tepukin cushionnya ke wajah. Serius. 



Langsung tepuk-tepuk ke muka.


3. Orrr....................................

Kalian bisa menuangkan BB Cream biasa ke dalam cushion ini. Like "Pret.. pret..." ya know what im sayin? Jadi gak usah beli refill, ganti aja BB Creamnya sekalian.

This sounds so ridiculous, tapi boleh lho dicoba! Iya gak sih?


Ok the photoshop is so bad. And i should feel bad.





Is it helpful?
Better ngirit than sorry, girls!





Back to Top