SOCIAL MEDIA

Sunday, 21 December 2014

Basa-Basi Terlarang II: Ver. Ibu Baru Melahirkan!

Melahirkan adalah hal yang sulit, berdarah-darah, dan ngeri. Hiiii~
Bisa dibaca di posting gue sebelumnya, bahwa melahirkan itu antara hidup dan mati.

Cuman gimana teh, masa gak dilahirin? Sebagai seorang ibu hamil, melahirkan itu tidak ada pilihan "ya" dan "tidak", hanya ada pilihan "harus".

Untuk pemulihannya pun menurut gue no kidding, sakitnya gak kalah saat pas melahirkan. Yang normal maupun caesar, pemulihannya sama-sama sakit, bawaannya pengen dibius seminggu aja deh. Gue aja sampe 1 bulanan masih ngilu-ngilu yahud.
Dan menurut gue, ibu baru melahirkan itu sangat harus dipuji-puji. Pokoknya gak boleh dicela sedikitpun, karena ibu baru melahirkan itu sama aja kayak orang yang baru pulang habis berperang. Seriusan deh, kalau udah pernah ngerasain, pasti setuju sama gue.


Ah, ini mah alesan gue buat dipuji aja, sih.

Dan pengunjung itu sangat diharapkan, lho. Apalagi kalau pengunjungnya bawa hadiah AHAHAHAAH hemmmmmmm....

Tamu yang suportif itu bagai pengobat rasa sakit sang ibu yang baru pulang  berperang. Menjadi tamu yang suportif itu wajib hukumnya, tahanlah kritikan dalam hati, kenapa? Karena ibu baru melahirkan itu sebenarnya sangat lelah, sangat lemas dan... sangat minder dengan penampilannya sehabis melahirkan. Well, walaupun pas melahirkan gue sempat memakai lip tint dan concealer. Tapi gak sampe bulu mata palsu sih, YAKALE BOSSSSS~


Dibalik bahagianya seorang ibu baru melahirkan, ada problem yang tetap harus dihadapi sehabis all that painful  moments. Contohnya?
1. Menahan perih ketika menyusui pertama kali.
2. Menahan sakitnya bekas jahitan di kemaluan.
3. Gak bisa tidur karena ngilu dan harus urus bayi, padahal sangat lelah jiwa raga.
4. Stretchmark yang gak bisa hilang.
5. Badan menggendut.




Tapi ada beberapa tamu yang kurang sensitif terhadap sang pasien. Yang harusnya membawa kesenangan, malah membuat sang pasien sedih, gelisah, kesal, pokoknya merasa sangat pissed off deh. Yaaah, ngerti sih kalau itu untuk kebaikan.. cuman kan tahan dulu bisa kelez.

"Udah kek elah"


Mengikuti artikel Basa-Basi Terlarang sebelumnya, gue buat Basa-Basi Terlarang versi Ibu Baru Melahirkan!

1. Jangan mencandai nama anaknya, apalagi menggurui!


Walaupun nama anaknya terdengar sangat lucu, artinya kocak, atau aneh sekalipun, simpanlah opini lu untuk diri sendiri. Karena nama anak itu menurut gue sudah dipikirkan matang-matang oleh orang tuanya, contohnya gini:

"Namanya siapaaa?"
"Namanya Crescei.."
"Wakakakak kayak "kresek" namanya, hahaha!"

Wah, mau lu sahabat deketnya, keluarganya, tetep aja bikin bete.
Apalagi kalo lu bukan siapa-siapanya, deket aja nggak, wah nggak dilempar kotak tisu aja udah sukur.

Tapi yang lebih ngeselin tuh yang menggurui, menilai namanya buruk, bahkan mengisyaratkan untuk ganti nama.
 Wah, maksudnya sih memang baik, tapi menurut gue hal itu sama sekali nggak pantas. Kenapa susah ya untuk sekedar be happy untuk sang ibu?
Contoh beberapa kalimat yang harus sebisa mungkin ditahan, bagaimanapun juga.

"Namanya kok gak ada unsur *masukkan nama kebudayaan atau ajaran disini*-nya? Nanti hidupnya susah lho"
"Kenapa namanya nggak _____ aja?", YAELAH BRO EMANG INI ANAK LU.
"Menurut ilmu saya, nama ini poinnya hanya 39, seandainya hurufnya diganti akan lebih bagus.", poinnya bisa dituker mobil Fortuner gak? Ini true story lho..
"Mendingan kamu ganti nama deh", seriously, man?


Yah.... gimana ya? Gue menganut paham "Tak Kenal Maka Yaudah" sih.... Apatis banget yak?



2. Jangan. Pernah. Pegang. Anaknya.


Kita orang dewasa adalah kompilasi seonggok bakteri yang menular dan sangat kotor, sedangkan bayi adalah makhluk suci kesayangan malaikat tanpa cela yang rapuh dan bebas bakteri.

Jadi jangan colek-colek bayi itu karena mbak-mbak sekalian itu sangatlah penuh bakteri, dan bayi itu sangat rentan terhadap bakteri.

Pleasseeeeee mbak, ibu-ibu, mengertilaaaahhh hal ini!!

Banyak banget ibu-ibu yang sembarang megang-megang mulut anak gue, apalagi daerah muka. Untung gue yang gendong, jadi bisa segera dihindarkan dengan bilang "Aduh anak mamaa.. laper ya? Mau minum ya? Cup cup cup~" padahal anak gue lagi tidur-tidur selow.


Kalau mau pegang bayi, sebaiknya lu memegang bagian...... nggak deh. Jangan pegang bayi.

Kecuali keluarga dekat yang ada di lingkaran satu, seperti nenek, kakek, tante, om, dkk. Boleh lah pake disinfektan tangan dulu. Tapi keluarga gue sih semuanya mengerti tata cara kontak fisik dengan anak bayi, jadi gak ada tuh keluarga gue yang nyolek mulut, bahkan yang nyolek pipi aja jarang.



Ini berlaku pada aktifitas gendong menggendong ya. 

Gue pribadi kesel banget kalo lagi ngegendong Mavica, tiba-tiba diambil gitu aja sama tamu yang random. Tamu yang random ini artinya tamu yang gak gue kenal secara personal.
Maksudnya 'diambil gitu aja'? Ya, persis secara bahasa. Tiba-tiba gue lagi nimang-nimang, orang ini mengambil bayi gue tanpa seizin gue. Mama dan mama mertua gue aja minta izin kok, masa mbak-mbak sekalian nggak minta izin?

"Lah, tapi kerabat saya gak apa-apa tuh kalo anak bayinya saya pegang-pegang, malah dia minta sendiri buat nyuruh gendong...."

Mungkin dia senyum-senyum aja saat bayinya dipegang-pegang, tapi percayalah, dalam hati dia sangat kesal dan mengutuk. Dan mungkin dia nawarin gendong biar formalitas aja kali, berharap kamu nolak, gitu.


Tapi ada beberapa ibu yang ngizinin, sih.
Ah, mungkin guenya aja yang sensi dan super ngeselin.
Tapi karena aku sayang kalian, aku ngasihtau hal beginian.


3. Gak boleh mengumbar apalagi memaksakan mitos gak logis.


Kebanyakan mitos ini berkaitan dengan ASI, gue share beberapa ya.....

"Jangan kenain ASI bayi ke kemaluannya, nanti dia hypersex". Well....
"Harus cepet disusuin ya, nanti ASI nya basi". Kalo basi, pasti udah banyak banget wanita yang payudaranya busuk.
"Dada kanan itu lauk, dada kiri itu nasi, jadi nyusunya harus gantian.". Terus, dessertnya berupa cinta ya?
"ASI bisa buat ngilangin tattoo". Walah.
"Jangan pake tank top, nanti ASInya dingin!". Berarti yang tinggal di negara 4 musim, ASInya frozen ya (.....)
"Jangan kenain ASI ke kuping, nanti budek!"


dan juara mitos kali ini adalah...


"Kalo payudaranya bengkak, coba puter-puterin kolor suami ke payudaranya" 




Serius, gue nemuin mitos ini di forum kewanitaan. Semoga habis di puter-puterin, gak dilempar ke muka tetangga.

Kolor, buset. Kaga ada yang lebih bagus apa?




Sebenernya mitos itu memiliki pesan yang benar, nih gue kasih tau rumusan mitos:



"Jangan ___(a)___. Nanti ___(b)___"

(a) : Sebab
(b) : Akibat


Biasanya yang (b) ini adalah akibat yang ridiculous, dan lucu. Namun (a) ini adalah sesuatu yang memang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(a) itu sebenernya pesan yang ingin disampaikan.
(b) itu cuma buat nakut-nakutin aja biar kita melaksanakan yang (a)

Karena bagi masyarakat dulu, belum ada googling yang bisa menjelaskan semuanya. Jadi kalau dinasihatin, pasti ngebantah. Naaahh biar gak ngebantah, dibuatlah si (b) yang cenderung nakut-nakutin. Sebenernya mitos itu gak selalu salah (Kecuali yang kolor itu, salah dari sisi manapun).


Contohnya:


Jangan (a) kenain ASI bayi ke kemaluan, nanti (b) hypersex.
 Ya iya, jangan sampai kena. Kena pipi bisa merah-merah, apalagi kena daerah sensitif.


dan beberapa mitos lain yang pesannya sebenarnya baik:

"Kalo habis berpergian, keluarin dulu susunya biar gak dingin".
Gue gak percaya yang bagian "biar gak dingin", tapi gue selalu mengeluarkan ASI gue sebelum menyusui, kenapa?

1. Agar membuka dan membersihkan pori pori puting yang tersumbat.
2. Untuk mengoles puting agar gak sakit ketika  menyusui.


Tapi ya kita harus beruntung lahir dan hidup di era digital ini, dimana semua informasi bisa diakses, dimana kalau demam tinggal googling, kangen sama anggota keluarga jauh tinggal message di Facebook, mengemukakan pendapat tinggal ngetweet di Twitter, belanja tinggal search hashtag di Instagram. Semoga dengan era digital ini, informasi yang didapat bisa diverifikasikan lagi.


Dan ini dosa terakhir. Dosa besar dan memiliki tingkat menyebalkan paling tinggi adalah.........





4. Jangan merekomendasikan susu formula!!!

Ketika di Al-Quran ada anjuran memberikan ASI selama 2 tahun...
Ketika dokter dan para ahli gizi internasional mengharuskan bayi untuk diberi ASI...
Meanwhile. lu disini dengan ngototnya merekomendasikan bahkan sedikit memaksa ibu baru melahirkan untuk memberikan anak bayinya SUSU FORMULA.


Itu dosa.

"Ih susu kamu masih dikit, kasih susu formula dong, kasian bayinya kelaperan.."
"Susu formula bisa bikin anak cerdas lho..."
"Kamu pake susu formula apa?"


Memang ada kondisi dimana ibu gak bisa menyusui karena kelenjar susunya bermasalah, kalau itu alesannya buat ngasih susu formula sih gue setuju aja.
Dan kalau itu keputusan ibunya sendiri, ya gue mah iya-iya aja.

"Tapi ASI aku dikit". Yaiya, karena baru melahirkan pasti masih dikit.. Gak apa-apa kok..
Bayi bisa bertahan hidup selama 3x24jam tanpa minum..

Nah, kalau hari pertama masih dikit atau belum keluar, gimana? Rajin-rajin pumping. Memang awalnya cuma dapet seiprit, tapi lama-lama bisa lebih banyak.


Ingat, ASI itu supply-demand. Lebih banyak dikeluarin, lebih banyak produksi.

Kalau sampai 3 hari belum keluar sama sekali, yaudah mungkin harus dikasih sufor kalau emang urgent. Tapi ASI harus tetap diperjuangkan! Dengan pumping, minum ASI booster (Daun katuk, pil Milmor, apapun itu).


Gue yakin Allah gak agak menelantarkan makhluk-Nya. Gue yakin Allah pasti menyertai bayi dengan ASI.



Tapi buat tamu, jangan saranin sufor yah, itu namanya merampas hak anak, okeh?


Yaelah, mbak. Punya smartphone kok masih nyaranin sufor pas hari pertama melahirkan sih?

ASI itu yang terbaik untuk bayi.









Kenapa harus buat artikel seperti ini?

Karena ibu menyusui itu gak boleh stress, karena dibutuhkan hormon bahagia (Oksitosin dan Prolaktin) untuk memproduksi ASI. Gak mau kan bayi kecil kekurangan makanannya karena ibu stres gara-gara basa-basi yang rese'?

Yah intinya sih, kalau mau menjenguk temen yang baru melahirkan, satu-satunya yang harus dilakukan adalah memuji-muji temen itu. Oh iya, hadiahnya jangan lupa ya! Hahahaah!



Tuesday, 18 November 2014

Tentang Kelahiran Mavica.

Kemaren, tanggal 30 oktober 2014 jam 22.24, ada member baru di keluarga gue. Ya, itulah anak gue. Gue, yang umur 20 aja belom. Gue, yang tidur aja masih ngeces. Gue, yang masak telor aja masih gosong.

**

Pagi pada hari Kamis, gue emang ada jadwal kontrol ke dokter buat periksa rutin biasa (USG, dkk). Suami gue waktu itu lagi di bogor, jadi gue sama nyokap. Gue kontrol di RS. Eka Hospital yang sangat-sangat pro ASI dan pro persalinan normal, reviewnya nyusul yah.

Nah, saat gue menunggu dipanggil, gue menyempatkan diri buat pipiz. Piz. Piz.
Lalu saat gue mengeringkan dengan tissue, lho kok ada bercak darah.

Cuman gue biasa aja, gue pikir cuman lecet.
Lalu gue dipanggil buat ukur BB dan tensi, bidannya bilang gini...
"Udah 38-39 minggu ya bu?"
Trus gue baru inget.... "Oh iya..." dan gelisah,
kenapa ya gue belum ngelahirin juga?

Jujur aja, gue rada parno sih, soalnya banyak kasus ibu-ibu yang harus caesar karena bayinya gak lahir-lahir. Gue sih gak papa kalau caesar, ATM gue yang gak mampu. Aduhai cyin, 2xjeti emang muncul tiba-tiba?


Lalu gue cerita ttg bercak darah itu ke Obsgyn gue, Dr. Merry. Trus secara random, si dokter memutuskan memeriksa bagian dalem gue, sambil bercanda "Jangan-jangan udah bukaan, hahahah!"



Anjir, beneran udah bukaan.
"Wah udah bukaan 2...". Gue poker face, se poker face-poker face nya. Gila. Serius?

"Sekarang masuk rawat inap ya..." Ok.

"Nanti di ruang bersalin ya.." He eh.

"Maghrib semoga udah lahir." Ok. 




APAH?!
"Maghrib ini dok?", tanya gue.
"Iya..."

Gua kira maghrib besok. Yakali sih, bukaan 2 masa melahirkannya besok?



Oke, hal itu cukup membuat gue melupakan hari, dompet, dan semua-muanya. Yang gue inget cuman: harus beli pulsa buat ngisi quota internet, biar bisa #liveupdate di LINE.

Emak macam apa gue?

Dan parahnya, gue serius.

Lalu gue digiring ke ruang bersalin, gue belum sempet telpon suami gue. Tapi untung ada nyogab yang nelponin suami gue. Alhasil, dia buru-buru pulang untuk ambil baju dan menyusul gue ke ruang bersalin.

Akhirnya gue ganti baju, saat itu masih jam 12 siang.
Dan akhirnya suami gue datang... dia mendatangi gue dengan kemeja kotak-kotak lengan pendek, dan keringat di wajah hasil dari mencari rezeki. ia langsung memeluk gue dan duduk di sebelah gue.

"Hehe.. aku udah mau melahirkan lho.."
"Iya...", katanya sambil tersenyum seperti anak kecil.
"Ayo ceritakan sesuatu yang menyenangkan..."
"Baik. Jadi... suatu hari ada kancil, kancil ini sedang bekerja. Si kancil punya istri, istrinya lagi hamil...
Laluu akhirnya si kancil pulang sambil membawa buah untuk istrinya, eeehh.. istrinya melahirkan"
"Waah... ceritanya bagus", dan dia memeluk gue.

Tiba-tiba punggungnya sesunggukan, dia mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di pundak gue. Gue merasa pundak gue basah.
"Maafkan aku... karena tidak ada di sebelah kamu tadi... maafkan aku..", matanya memerah. Kemeja sederhananya semakin mempesona karena aku membenamkan wajahku di pundaknya juga.
"Aku akan menemanimu dari sekarang.." lanjutnya.

Akhirnya gue nunggu di ruang bersalin, jam 4 udah bukaan 4, dst.

Bukaan 4: Gue masih gak merasa sakit, masih santai banget.

Bukaan 5, jam 6 sore: Udah mulai kontraksi 5 menit sekali, tapi kontraksinya cuman beberapa detik. Dan itupun masih bisa gue tahan. Gue masih senyum-senyum, gue masih selfie #beforelabor. 

Bukaan 6.5 jam setengah 7 malam: Ketuban gue dipecahin pakai alat kayak tongkat besi panjang.

Bukaan 7 jam setengah 8 malam:Muka gue udah gak jelas airnya gimana. Gue gak bisa menunjukkan ekspresi apa-apa, ditanya juga gak bisa jawab, anjir gelax sakit anedh qaqa ucedh deh. Di ruang bersalin cuma ada suami sama nyokap gue, yang memberikan gue dukungan moril berupa peluk-peluk dan pijitan. Gue gak bisa ngomong apa-apa, selain karena terharu, ya emang gue lagi gak bisa ngomong apa-apa.

Ini kok lebih kayak mau ngeluarin jin ya


Bukaan 9,5 - 10, jam setengah 10 malam: Alamak buset, itu sakitnya kayak mau keluarin semangka (emang bentuknya kayak semangka sih). Kalau didekripsiin tuh, kayak keluarin pup sebesar semangka, cuman keras dan gak keluar-keluar. Gue udah ngejan dengan berbagai pose:


 Pose yang diatas ini...........................

Sakit banget sih bro. Cuman gue gak nangis, gak teriak, cuman ber-mimik ngeden aja..
Dipikir-pikir, gue super juga ya. Cuman belom sampe ke tahap Golden Ways sih.

Gue ditemani 1 dokter kandungan gue, dan 4 bidan.

Saat melahirkan, jam 10 malam:

Gue udah disuruh ngeden serius, setiap ngeden, bidan-bidan menghitung 10 detik.
"Tarik napasssss..... Tahan, dorong kuat-kuat, mata melihat ke perut, kaki di rangkul... 1.. 2.. 3....... 10!", itu di ruangan udah kayak pertandingan olahraga.
Gue udah ngeden berkali-kali. Padahal kalau gue baca kisah melahirkan di internet, biasanya ibu-ibu hanya mengeden 2-3x.

Dan rasa sakit gue cuman bertahan 10 detik doang, sesudah itu hilang. 

Suntikan induksi untuk merangsang rasa sakitpun dinaikkan, dari 20, perlahan naik sampai ke 100, tetep kontraksi gue pendek-pendek dan gak begitu kuat.

"Ayo ibu.. kepalanya udah keliatan!"

But i'm so sorry, gue udah gak kuat, gue udah 'ngantuk', gue lemes, gak ada tenaga. Gue cuma ngejan sebisa gue, dengan kontraksi seadanya dan rasa sakit yang belom bisa membuat gue menjerit-jerit kayak di sinetron.
Gue kerap bertanya ke dokter..
"Kenapa ya Dok? Kok lama ya? Apa ini normal?"
Sambil kedua kaki gue dipegangin suster untuk ngeden.

Dokter udah geleng-geleng kepala, dan memanggil suami gue..
"Pak, ini harus di vacuum" katanya.
"Apa ada konsekuensinya, Dok"
"Palingan kepalanya agak lonjong... Kalau setuju, nanti ada dokumen yang harus di tanda tangani"

Gue udah au amat bodo yang penting anak gue lahir.

Akhirnya kami setuju buat di vacuum, dan akhirnya..



***BAGIAN INI MENGANDUNG KONTEN YANG MUNGKIN MEMBUAT ANDA TIDAK NYAMAN***

Dokter menggunting daerah perineum gue (Googling!), dan meraih kepala anak bayi gue di dalam dengan kedua tangannya, memajukannya sedikit ke luar. Gue udah ngeliat baju dokter bersimbah darah.
Lalu Dokter menggunakan alat seperti vacuum, kali ini instruksinya lain.
"Rileks ya, gak usah ngejan. Kalau masih mau ngejan sih gak papa, cuman gak usah"

Akhirnya dengan 2x vacuum, ada sebuah makhluk slimy yang keluar. Kejadian ini cepet banget, kayak "Syuut". Rasanya kayak ngeluarin cumi-cumi besar dari perut (Perumpamaannya ngarang sih, soalnya gue juga gak tau gimana rasanya ngeluarin cumi dari perut).

Alhamdulillah, bayi gue lahir.... Bentuknya kecil, licin, kayak ikan.

Suami gue nangis, sambil menelpon mamanya... "Bayinya sudah lahir..."

Gue udah... Gak merhatiin lagi, gue hampir gak sadar, ngantuk...
Lalu dokter memberikan bayi ini ke gue, gue menyentuhnya, masih bersimbah darah.

Lalu bayi gue dimandiin di ruang sebelah.

Ternyataaa... bayi gue susah keluar saar ngeden itu disebabkan oleh tali pusar yang pendek. Jadi seberapapun kuat ngeden gue, gak bakal keluar karena tali pusernya pendek. 


Nah, ini bagian paling sakitnya. Dijait. 

Kalo dibandingin sama melahirkannya, ini sukses bikin gue teriak-teriak. Gak kenceng sih, cuman "Aduuhhhh!!". Beda kayak pas melahirkan, dimana gue mendadak 'silent mode'.


Sakitnya? Alamakjan aduhai mak buset deh hastagah.

Bayangin aja, jalan lahir dijait. Aduhai buset. Sakitnyaaaa....
Dijaitnya berlapis-lapis, dari bagian dalam, sampai bagian kulit luar. Gue terus bertanya ke dokter
"Apa sudah selesai?"
"Apa sudah?"
"Sakit dok....."

Ditengah-tengah moment jait-menjait, gue mendengar suami gue meng-adzani bayi di ruangan sebelah, bayi gue lagi dimandiin.

Habis itu, gue menjalani IMD (Inisiasi Menyusui Dini), jadi bayi gue ditaro di dada, lalu dia mencari  dan menyusui tanpa harus gue arahin.

Gue udah gak punya tenaga buat terharu lagi, gue teler, ngantuk, sampe diingetin sama bidannya, "Jangan tidur!"


"Jangan tidur! Nanti kamu 'lewat'" Gue kira bidannya mau ngomong gitu, taunya
"Jangan tidur! Nanti bayinya jatoh!" Okedeh.

Dan pada akhirnya, bayi gue cuman numpang bobok di dada aja. Gak mencari puting. Jadi gue dan bayi sama-sama bobo pas IMD.


Ah emang dasar keturunan tukang molor.

Lalu gue membicarakan nama panjang anak dengan suami gue. Iya, sesudah melahirkan baru ngomongin perkara nama -_-
"Ayo kritis sama aku. If you don't like it, say it", kata gue. 


Satu persatu keluarga gue datengin gue di ruang bersalin, cuman gue udah gak ngeh.



Dan gue diobservasi (baca: dianggurin) selama 2 jam di ruang bersalin, karena ada pasien lain yg kondisinya maha gawat. 

Kenapa gue teler? Oh, ternyata karena pendarahan gue lumayan banyak. 

Welcome to the world, Arkani Mavica Sadela.

3,080 kg
50 cm
Perempuan.

Putih banget ya? :)

Sekarang mah dia gosong gara-gara disuruh dijemur 30 menit. 30 MENIT LU BAYANGIN.


***








Q&A


Sakit gak melahirkan?
Sakit banget, karena pas ngejan, mulesnya menekan perut dengan sangat kuat. Cuman di gue, lebih sakit pas dijahit. Mungkin ini sakit yang paling sakit di hidup gue, walaupun gak membuat gue menjerit. Seumur hidup, gue menjerit hanya karena dua hal: Menangis sedih, dan cabut gigi.



Berapa biaya melahirkan?
Di brosurnya, kamar VIP persalinan normal mencapai harga 12,5jt. Tapi karena gue ambil paket macem-macem seperti screening, biaya dokter, dan segala tetek bengek lainnya, gue merogoh kocek sebanyak 20,5jt.

Mahal ya? Tapi service dan semuamuanya itu menyenangkan. Perfect buat ibu-ibu yang ingin dipuji-puji habis melahirkan. 
Eka Hospital sangat memperhatikan kondisi psikologis ibu.

Dan di Eka, ada beberapa proses screening untuk mendeteksi kelainan hormon, dkk. Di rumah sakit lain belum tentu ada lho.. Kalau kata Dr. Aman Pulungan:
"Dia Amerika dilakukan 30 screening, di Singapore dilakukan 10 screening, di Indonesia? Berdoa saja.", gitu masa.

Lah, emang situ mau di rumah sakit murah, taunya anaknya mengalami kelainan hormon yang telat disadari dan ditindak gara-gara gak di screening?

Tapi ya emang mahal sih, ck.

Jadi, mau nambah anak lagi gak?
Belom ya. Gue masih agak terngiang-ngiang rasa sakit pas dijait, dan pemberian ASI yang bersimbah darah, meriang, panas-dingin cekat-cekot. Nanti dulu deh ya..... Sakit cin.

Thursday, 13 November 2014

19yo Pregnancy: Semangkuk Harapan Untuk Anak Perempuanku.

-Tulisan ini dibuat saat bayi gue masih 8 bulan di kandungan-

Untuk anak perempuanku..

Nanti saat kamu dewasa, mungkin "Internet" sudah tidak ada. Mungkin lho ya.
Saat kamu dewasa, mungkin blog ini sudah sulit di akses, mungkin orang sudah tidak menggunakan Internet dalam mengakses informasi.
Saat kamu dewasa, tulisan ini mungkin sudah ditiup oleh perkembangan zaman.

Ini Mama, nak. Kamu saat ini umurnya baru 8 bulan di perut, belum lahir. Masih tidur. Sleeping Beauty.. Ah, tapi kamu lebih cantik dari Aurora.

Di usia kandungan saat ini, kamu sudah aktif menendang-nendang pada siang, sore, dan malam hari. Pagi kamu masih bobo. Sekarang aja (Jam 5 sore), kamu sedang menendang perut Mama. Kakimu berada di perut atas Mama sebelah kiri, kepalamu ada di perut bawah Mama sebelah kanan.
Kepalamu sudah turun ke panggul.. Kamu sudah mencolong 'start' untuk Mama lahirkan.

Di masa kehamilan mlMama ini, Mama ngefans dengan beberapa artis wanita. Karena cantik.
Mama terkagum-kagum ngeliat BoA di video clip nya yang Shout it Out



... Dan mama lagi terkagum-kagum sama Dewi Sandra, lipsticknya itu loh nak, bagus warnanya.


alamakjan... cantik banget.



Banyak yang bilang kalau Mama mirip Dewi Sandra lho....

Dewi Nahla hahahahaa (Okay it's not even funny)



Nggak kok, Mama gak berharap kamu mirip artis-artis yang mama idolakan. Mama berharap.. kamu mirip sama Mama dan Papa. Karena wajahmu nanti akan menjadi pengingat cinta antara Mama dan Papa..

Mama dan Papa akan sangat bangga kalau kamu nanti bilang ke teman-teman, "Aku mirip Papa Mama ku dongg....". 
Kami berdua memang tidak sempurna, kami hanya manusia.. tapi kami harap, kamu bangga menjadi anak kami. Mewarisi apa yang kami miliki, meneruskannya ke keturunan kami kelak.

"Kalau dari Papa, semoga kamu mewarisi sifat rajin, tegas, murah senyum, ramah, berwibawa....
Hidung mancung, mata besar..
Kalau dari Mama, semoga kamu mewarisi sifat santai, tenang, selow, sekut, asik, gaul (Bahasa ini pasti sudah jaman dulu sekali ya)..
Kulit putih, rambut dark brown, cakeup."

Mungkin Mama dan Papa (Nggak sih, paling cuman Mama aja) ada pikiran duniawi seperti ini, tapi percayalah nak.... ini tidak begitu penting.

Mungkin kamu akan mewarisi sifat malas-nya Mama, atau hidung pesek Mama.

But who cares? You're still our precious, special, lovely daughter.

Kamu akan selalu cantik di mata kami, jangan percaya mereka yang bilang kalau kamu jelek. 

Mama mungkin membayangkan kamu dibalik piano, memainkan Chopin Etude dengan lancar, Rachmaninoff Concerto no. 2 dengan anggun, atau Bach Goldberg dengan syahdu. 
Atau membayangkan kamu menjadi penyanyi Soprano. Atau menjadi anggota vocal group jazz seperti Manhattan Transfer (Sekarang Mama lagi dengerin lagunya yang "Zoo Blues", keren deh).

Tapi yang mama benar-benar inginkan adalah, kamu menghidupi passion kamu. Apapun itu. Asal bukan nyopet.

Mama akan sangat bangga ketika kamu tekun mengerjakan apa yang kamu sukai, apa yang kamu ingin dalami; Bisnis, fisika, memasak, renang, ibu rumah tangga, mengurus anak. Apapun itu.

Mama akan sedih kalau kamu bermain piano, tapi kamu tidak menyenanginya sama sekali. Mama akan sedih kalau akhirnya kamu membenci suatu bidang hanya karena Mama memaksakan kamu untuk melakukan hal itu.

Mama tahu, semua musisi kelas dunia, pasti memiliki masa kecil yang dipenuhi oleh latihan keras, bentakan untuk latihan, dan tidak memiliki waktu bermain.

Tapi mama percaya, bahwa masa kecil itu harus dipakai untuk bermain. Untuk mengerti esensi hidup. Untuk merasakan bentuk 'cinta' dalam berbagai indra.

Intinya sih, Mama mau kamu bahagia, itu aja. Asal gak menentang agama, moral, dan tata krama yang berlaku di masyarakat.

Mau jadi kayak Mama juga boleh, main biola, jadi freelance musician. Tapi mau jadi wanita karir di kantor juga boleh..



Percayalah pada Allah SWT, karena Dia lah Sang Pemilik Kartu As. Dia menyimpan banyak 'kejutan' tak terduga untuk kamu pelajari. Dia yang memiliki timing tepat terhadap semua kejadian. Rely on Him. Trust all your worries to Him. He knows how to handle it. 

Untuk urusan lelaki? Percayalah bahwa....

Laki-laki di SD tidak lebih dari sekedar anak kecil..
Laki-laki di SMP tidak lebih dari sekedar anak kecil dengan seonggok hormon pubertas..
Laki-laki di SMA tidak lebih daripada anak yang baru punya KTP, dan sedang menikmati waktu bermainnya.....
Laki-laki di perkuliahan sudah mulai berencana akan masa depannya. Walaupun tidak semua.

Walaupun nanti kamu ditakdirkan menikah muda, namun carilah pria yang dewasa secara umur, fisik, dan psikis. 

Ya karena sesungguhnya, laki-laki lah yang akan memimpin rumah tangga. Apapun itu, pada akhirnya laki-laki lah yang mengambil keputusan. 

Jujur ya nak, kalau tau Mama akan menikah umur 17 sih mama gak akan pacaran sebelum-sebelumnya. Mending Mama jomblo 17 tahun. 

Dulu Eyang Kakung pernah bilang ke Mama, "Kamu gak boleh pacaran sebelum umur 17".

and i was like "Papa hidup di taun berapa sih? this is 21st century duh"

I should have listened to him.

It would be great if my first relationship is with Papa. It would be great if Papa was the first one to hold my hand. It would be great if......... i listened to Eyang Kakung's words back then.

Nasihat orang tua tentang suatu hubungan pria-wanita itu memang tidak pernah lekang oleh waktu. 
"Save yourself for your husband" tidak akan pernah 'basi'.
"Gak boleh pacaran" tidak akan pernah 'basi'.
"Jaga dirimu dari laki-laki" tidak akan pernah 'basi'.


Kitanya saja yang seakan-akan sok modern. Giliran dapet jodoh, baru deh ngerasa nyesel. Garuk deh tu tembok.







Dang, i'm so wise. Someone should write a book about me.

Wednesday, 22 October 2014

19yo Pregnancy: 36minggu - "WOI INI ANAK GUA MAU DIKASIH NAMA SIAPA?!"

Kehamilan gue saat ini udah berumur 36-37 minggu, yang mana sebentar lagi bayi gue mau keluar.
Beneran udah menghitung minggu ini.


Dan bagian paling krusial dalam dunia per-bayian adalah; Memberi nama.

Dan gue belom nyiapin nama lengkap. Simple aja alesannya: 

❤ ♡ ♥ ღ ❣ ❥ ❦ ❧ ლ ۝----Belum nemu.---❤ ♡ ♥ ღ ❣ ❥ ❦ ❧ ლ ۝

Dan ada sedikit pemikiran yang sedikit menghambat proses dalam pemberian nama anak gue, yaitu..

"Berilah nama yang baik untuk anakmu"

Bukan, bukannya lantas gue mau menamakan anak gue buruk.
Cuman yang bagi gue "baik" belum tentu bagi orang lain "baik".
Ini semua tentang persepsi orang aja.

Mungkin gue akan mencoba berpikir, "Ah bodo amat lah, yang penting artinya baik bagi gue dan suami gue". Tapi nyatanya kan gak gitu, di sekitar kami masih ada orang lain yang dihormati, seperti: Mama, Papa, mertua, Kakek, Nenek, dan sesepuh yang dituakan dalam keluarga.

Dan mereka ini termasuk dalam golongan sama; Golongan tua.
Yang pola pikirnya pasti sangat berbeda dari kami (gue dan suami).

Dan itu normal. Generation gap itu normal. Perubahan zaman itu normal. 

 Tinggal pinter-pinternya generasi muda aja untuk menjelaskan "Pemikiran Baru" ke golongan yang lebih tua.

Dan orang tua itu tidak bisa dipungkiri, lebih wise dari kita golongan muda.

Tapi gue sih memegang keyakinan bahwa, apapun kata orang-orang di keluarga gue, ya yang berhak memberi nama itu tetep gue dan suami. Period. Case closed. Babai.

Jadi jangan sampai ada hard feelings kalau misalkan usulannya masih belum sreg sama gue dan suami. Toh this is my child. Tapi sesungguhnya, usulan nama dari keluarga itu pasti baik. Nggak ada nenek yang ingin memberi nama cucunya buruk.

Dan ada beberapa fakta tentang pemberian nama anak di zaman modern ini, yaitu;


1. Nama anak zaman sekarang itu emang aneh-aneh.

Face it, apalagi anak para artis-artis. Contohnya anaknya Vino G. Bastian, namanya: Jizzy Pearl.
Gue bingung sekaligus kagum, kira-kira gimana ya cara dia ngeyakinin tetua dalam keluarga?
Dan face it, orang-orang yang cenderung termasuk golongan tua pasti udah geleng-geleng kepala ngeliat absen nama anak di sekolahan, apalagi sekolah International.

Zahra, Fatimah, Aisyah, you name it. Udah jarang banget dipakai. Apa alasannya? "Biar nanti kalau sekolah di luar negeri, ngurus visanya gampang". I get it, gue juga mikir gitu kok buat nama anak gue. Karena apa? Sekolah di luar negeri itu udah umum dan gak sesusah dulu.

It's okay, and for ibu-ibu, don't judge them. Semua orang punya alasan tersendiri, and it's none of your business. Jadi, sebaiknya jangan menilai buruk mama-mama masa kini yang menamakan anaknya dengan nama-nama yang gak terlalu menyinggung nama Arab.

Aurel, Ishana, Jizzy, Jade, Kayla, Keiana, lebih laku jaman sekarang. Lebih unik.

Dan gue pun ingin nama anak gue unik.

"Degradasi moral"? Nggak juga sih. Namanya moral kan tergantung 'dapur' masing-masing sih menurut gue.

2. "Bagus" buat kita, bukan berarti "Bagus" buat orang lain.

Ini juga berlaku dalam vocab bahasa. Contohnya;

Nama "Siti" itu bagus dalam bahasa Arab, namun artinya "Sedikit" dalam bahasa jawa (Kalau gak salah).
Nama pesepak bola, "Michael Maho". Dang! Siapa yang bakal ngira bahwa dia akan diejek-ejek di Indonesia?!

Gak ada yang punya waktu untuk translate nama anak satu-satu ke semua bahasa, walaupun gue udah coba ya, hahaha!!

So the thing is, it's quite difficult to match other's good perceptions. 


Jadi nama anak lo siapa?

....

Gue sih sama Brian, suka dengan nama "Mavi". Artinya "Biru" dalam bahasa Turki.
Turki adalah tempat dimana kami bertemu. Nggadeng, kami ketemu di airport.

Biru itu melambangkan ketenangan, perdamaian, pikir panjang, meditasi.
Tapi banyak orang yang bilang warna biru itu melambangkan kesedihan, kesuraman.

Nah, ini lagi kan. Persepsi lagi. Lagi-lagi!

Sama kayak "Putih": Kepolosan, kesucian, warna cahaya.
Tapi putih itu juga mudah kotor, 'kalah' dengan warna lain, mudah terkontaminasi. See?

Susah kalau nanya pendapat orang lain. Gak abis-abis. 

Balik lagi ke "Mavi". Bapak gue kurang setuju karena kalimat "ma fi fulus" yang artinya "Gak punya duit" dalam bahasa arab. Tapi kan "Ma fi" dan "Mavi" itu beda. 

Dan jujur aja, gue kurang suka kalau ada orang yang bercandain nama anak gue. Apalagi yang bisa bahasa Arab, "Ma fi fulus? hahahaha". Stop it, it's not funny.
"Kupecahkan topeng agar ribut"

Ini juga "Note to self" sih, bahwa jangan bercandain nama anak orang. It happened to me, and it was friggin' annoying.

Eh tapi gue dan Brian udah merancang beberapa rangkaian nama lengkap!

Brian:

Mavi Archani Sadela 
Mavi Anastasia Sadela
Anastasia Archani Sadela

Archani/Arkani/Arkan itu artinya hati yang mulia.
I think Archani is super cool.

Gue:

Nebula Mavica Sadela
Mavica Karim Sadela
Scheherazade Mavi Sadela

Nebula itu nama benda langit, bisa juga tempat lahirnya bintang-bintang. But the important thing is, gambar-gambar Nebula itu keren-keren banget! 

Is this super cool or what?


Karim itu artinya "Generous".

And for Scheherazade? itu nama salah satu orchestral piece nya Nikolai-Rimsky Korsakov. The piece is epic. The name is epic. The story is epic.
Scheherazade itu ratu persia yang naratorin, "1001 nights".
Bacanya "Syahrazad".


"Scheherazade" dalam anime Magi. Dia bahkan punya tahi lalat di bawah mata persis kayak suami gue, gak mungkin ini kebetulan!



Keren sih, cuman kasian nanti anak gue pas UN bulet-buletinnya gimana?
Nanti di absen sama guru gimana?
Nanti kalo spellingnya susah gimana?
Etdah nama gue "Mevlied" aja udah susah, mau "Scheherazade" lagi.

Oke, tapi menurut gue "Nebula Mavica" itu super cool.
Kayak nama satelit gitu, tinggal ditambahin "e" di belakangnya.

Nebula Mavicae. Jadi kayak nama spesies baru.

Tapi nenek gue pesen agar ada nama arabnya. Hemm..... well... let's see :)

Tapi kemaren suami gue masa bilang gini,

"Udah.. kita namain sesuai orang yang pertama kali dateng ajaa.."

Kalo yang pertama kali dateng temen-temen gue sih, gak papa. Namanya manis-manis semua (Gladys, Grace, Jacqueline, etc)

Lah kalo yang pertama kali dateng namanya "Tatang" gimana?!
Gue sih gak punya temen yang namanya "Tatang". Kalo ada mah generation gap banget. Masa 2014 nama masih Tatang?

Gak papa sih. Namanya persepsi. Your name is "Tatang"? Cool.


"... atau nggak, namain sama sesuatu yang lagi disukai"
Batin gw,


Yang lagi gue suka?

Djavan Mavi.
SK-II Mavi.
ManhattanTransfer Mavi.
Jazzy Mavi (Etdah namanya selangit banget).
Katara Mavi.
Mint Mavi.
Duit Mavi.
DewiSandra Mavi.
Brian Mavi.
Marshmallow Mavi
Vanilla Mavi (Jadi vanilla blue gitu ya)

Yang lagi Brian suka?

Wrangler Mavi
Jeep Mavi
Ranger Mavi (HAHAHAH WTH)
Defender Mavi.
TVChampion Mavi.
Mobil Mavi.
Rubicon Mavi.
CJ7 Mavi.

Oke ini udah ngaco banget.



Jadi gimana? Apa ada yang mau ngasih ide buat nama anak kami? Ayolah ini bentar lagi brojol ini.


Monday, 20 October 2014

Tips: Pemakaian Kapas SK-II FTE + Masker Jerawat Secara Hemat!

"Ini orang apaan sih bikin tips-tips lagi"

Iyalah, gue sayang duit. Sayangnya duit gak sayang gue, makanya kebuang mulu. Huehuehue.

Ada yang punya SK-II Facial Treatment Essence? Ada lah ya, yaiyalah gimana sih.

Seperti yang kalian tau, SK-II FTE ini mahal banget. Harganya di counter bisa 1.4 jt. 
Jujur aja ya, gue juga nabung-nabung banget buat beli ini. Buktinya setelah gue bayar, gue meratapi sisa saldo.

Mungkin menurut beberapa orang, wasted banget ya beli ginian mahal-mahal. Bodo amat. Lagian siapa suruh SK-II ngiklan terus di Youtube. Kan gue jadi ngiler.

Cuman gue jadi tambah bingung sih sama Syahrini, itu tasnya dia soalnya mahal-mahal banget kan. Pernah gak ya dia meratapi saldo ATM kayak gue?

Ah tapi siapalah gue ini, membandingkan diri dengan princess.



TIPS #1
Menghemat kapas dan FTE!


Ini bisa di aplikasikan juga lho di toner atau essence lain. 


1. Pegang kapas.




2. Belah kapas menjadi dua.

Ini gue ngambil fotonya susah lho. Tangan kiri ngebelah kapas, kangan kanan ngebelah duren  pegang kamera.




3. Taraaaa.. Kapasnya terbagi menjadi dua. Pakailah sisi luarnya. Ya terserah si. Cuman lebih estetika aja gitu sisi luarnya. 





4. Lipet dua.

Bukan, ini bukan mau ngasih tips ke mbak-mbak salon yang duitnya harus dilipet biar gak ketauan kalo lu cuma ngasih Rp. 10.000.




5. Lipet lagi jadi dua bagian.


6. Lalu tuang FTE kalian.






Tuangnya di sisi yang lipatannya di tengah ya, kalau di 2 gambar di atas, ditandai dengan mark abu2.



6. Tuang sebanyak 3 tetes. Oh atau 2 tetes juga cukup.

Ketika menuang, pastikan cairan FTE nya nembus ampe ke belakang kapas ya! Iya.



7. Buka kapas. Lihat keajaibannya.

WOW! WOW! Nggak sih biasa aja.

Karena lipet-lipetan tadi, cairan yang tadinya hanya 3 tetes, seakan-akan menjadi 12 tetes.
Percaya deh. Ketika diusapkan ke muka, kesannya kalian menuangkan FTE secara banyak. Padahal cuman 3 tetes.

Sebenernya bisa juga sih cuman 1 tetes, toh nanti hasilnya kayak 4 tetes.



TIPS #2

Hemat dalam mengompres jerawat.



"Masker Jerawat" kok terdengar.... unik ya.
Ini tips yang gue temukan, karena bener-bener pingin hemat tapi gak mau gunain FTE banyak-banyak. Gue takut banget FTE gue cepet abis, serius. Ini di botol berkurang 1cm aja gue udah tuker dollar buat beli FTE baru (Nggak deng, gue tuker dollar emang karena ATM gue lagi mati suri aja).


Ah dasar emak-emak.



1. Gunakan kapas yang sudah dibelah menjadi dua.


2. Potong sisi kapas, lebarnya sebesar jerawat yang ingin dikompres.



3. Lipat kapas kecil itu menjadi 4 lipatan. Patternya bisa dilihat di atas.







4. Tuangkan SK-II FTE di kapas yang sudah dilipat tadi sampai menembus ke lipatan yang paling bawah.





5. Buka lagi lipatannya. Lalu potong-potong sampai 4 potongan kecil. Kali ini kalian menemukan 4 kapas kecil yang sudah dibasahi dengan hanya 1 tetes FTE.




6. Tempelkan di jerawat.

"Ihhhh bagus banget sih kulitnya!" Iyalah, photoshop. Duh.

"Hahahaha hahahahah hahahhaha ketipu photoshop ya!"


Gimana menurut kalian? Tipsnya membantu nggak?
Untuk tips lain, bisa klik link ini!

Sunday, 19 October 2014

Review! Douce et Lisse; Tea Tree Facial Mask

"KOK LU BIKIN TOKO GAK BILANG2 GUE KAN BISA GUE PROMOIN DI INSTAGRAM"

"AH IYA GUA LUPA! HAHAHAHAH
..
..
..
..
..
Promosiin dong sok endorse, lu mau gua kasih free gak?"

Itulah sedikit pembicaraan via Line antara gue sama owner @douceetlisse, yang mana dia adalah sahabat gue sendiri. Namanya Gladys.

Ditawari barang dagangannya, gue bilang gini:
"Ah tidak ah, aku tidak mau memanfaatkan persahabatan kita....


eh tapi yang tea tree boleh juga".

Iya, gue emang rada-rada cheapo kalo dikasih barang gratis. 
Ah jangan mengelak, kalian juga kan?

What Is This?

 Ini adalah salah satu facial scrub home made yang dijual di Instagram @douceetlisse.
Masker-maskeran tuh emang lagi ngehits banget sih di Instagram.


Ada dua jenis masker: Face Cleanser & Mask, dan Face & Body Scrub.
Kalo yang facial wash, bisa dipake tiap hari. Tapi kata Gladys sih yang facial scrub juga bisa.

Eh btw Dys, boleh gak sih ini gue bilangnya "Sponsored Review"? Biar gua kayak beauty blogger beneran gitu yang di endorse.
"Mak, aku pengen di endorse"


Nah, komposisi utama yang ada di dalam tiap facial scrub ini ada dua: Kamu, dan aku #eaa

Oat dan beras.

Jadi, scrub ini emang untuk exfoliate.

Yang varian tea tree itu untuk: 
Menghindari jerawat
Mengurangi minyak
Kulit oily.

Variannya banyak loh! Dan lagi ngeluarin varian baru yang sangat-sangat menggiurkan kayak:

-Vanilla Sweet (New!)
-Rose Kiss (New!)
-Peppermint Breeze (New!)
-Lavender Calm
-Lemon Fresh


"Lah kok punya lu gak ada yang tea tree?" Iya. Udah gak produksi lagi soalnya.
"Etdah trus ngapain lu review"


"eh itu serius lu bikin sendiri?"
"lah iya masa bapak gua yg bikin"

Noh. Handmade beneran kan.


I should have bought the vanilla one, cuman belom produksi waktu itu.


Packaging:


Dengan botol kaca, dan pita yang ditempel dengan penuh perhatian. This is hand made, you know.
Gladys bener-bener merhatiin banget ke'cantik'an packagingnya. It's all vintage.
Niat banget, pasti labelnya dia juga yang desain. 
Dia emang gitu dari SMA, telaten kalau ngerjain sesuatu. Lu tau gak, dulu dia ngebuat buku tulisnya sendiri di tukang fotocopy (Di jilid, covernya dia yang buat sendiri), dia emang rajin.

Kecuali nyari cowok. Dia selalu keduluan sama gue. Heh, take that.

Yang gue suka adalah, packagingnya dari  botol kaca. Which is very pretty.
Dan gak norak dipajang di meja rias. Gue suka banget packagingnya, kesan shabby chic nya kena banget. Kena, kena di sini *tunjuk pinggang, encok* 






How to Use:


Biasanya gue sih gak ampe 15 menitan, gue gunain ini sebagai pengganti facial wash.


Texture & Scent:

Texture:

As you can see, granule-nya cukup besar, karena ini scrub. Kalian bisa merasakan butiran beras dan oat. Butiran berasnya agak besar, gak kayak butiran debu.

Tapi ajaibnya adalah, butiran berasnya sama sekali gak bikin merah di kulit. Padahal biasanya granule kasar itu bikin merah, ini walaupun gue gosrek-gosrek kaya apa, nggak merah.



Scent:

Wanginya menurut gue... agak kurang familiar. Soalnya campuran antara tea tree dan beras. Bisa dibayangin? Coba kalian tuangin Body Shop Tea Tree Oil ke beras, gitu deh wanginya.

Untuk yang suka seru-seru dalam meng eksplor wewangian, cobain ini deh.
Unik banget.

Se unik muka gue.

Oh iya, untuk aromanya, dia pakai essential oil yang di impor (?) langusng dari... Bali.



Thoughts:



1. Kalo kalian punya hidung kasar karena komedo, this product works like magic. Serius, biasanya gue kan rutin banget pake mask yang punya 'heating effect' (Jadi kalo dioles langusng panas, fungsinya buat ngangkatin komedo), sekarang gue udah jarang pake heating mask nya gara-gara ini. 
Intinya, bisa ngerontokin kulit mati di idung yang kadang suka numpuk.



2. Walaupun ini buat oily skin, kulit gue yang kering pun tetap oke make ini.
Jadi formulanya gak harsh sama sekali. 


3. Walaupun gak boleh ya, cuman ini bisa ngangkat BB Cream tanpa harus gunain make up remover dulu. Waktu itu gue lagi keabisan make up remover, dan gue coba-coba langsung cuci muka aja. Ketika habis dibilas, gue pakai toner. Dan tonernya gak kotor sama sekali. Gak ada sisa make up.

Cuman ya kalo kalian pake foundation setebel Ashanty ya bersihin dulu kelez.



Dan harganya 95ribu untuk 120gr!

The new packaging is so cute kan?!?!?!? Hastagah pegangin dompet emak, nak.

Instagram: @douceetlisse
Email: douceetlisse@gmail.com
SMS: 0819 0645 2968
Line: douceetlisse
BBM: 512B0EFC

Back to Top