Wednesday, 28 October 2015

Tips Menulis yang A6 10an (Baca: Asik Tenan)

Selamat Hari Blogger Nasional ya! (telat bos, itu mah KEMAREN)

EAAAA sok bagi-bagiin tips menulis, padahal mah gue juga sebenernya belom yang gimana-gimana, yah itung-itung biar ala ala blogger lah. Tulisan ini gue buat dalam rangka memperingati jerih payah blogger.

Ngomong-ngomong tentang judul, gue sebenernya bingung mau ngasih judul apa, soalnya kalau gue judulnya "Tips Menulis yang Baik", gue juga sebenernya bukan penulis yang bisa menulis dengan baik. 
Kalo hanya "Tips Menulis", ya kesannya polos banget, tapi emang kejaring sama SEO sih, kalo "Tips Menulis yang Menarik", kesannya gue merasa artikel gue menarik. Jadilah gue pake aja A6 10an, asik tenan, yoooiiiiiiiiiiiiiii ck gue emang jenius.




Gambar dari freepik.com



Sebenernya ragu sih nulis ini, takut para suhu-suhu perbahasaan ngebash gue gara-gara salah, tapi yaudahlah kalau gak setuju ya gak apa yes.

Gue memang terkesan nyeleneh sih dalam berartikel, tapi sebenarnya gue ini memiliki aturan tertentu lho dalam menulis, ya gak aturan sih, cuman ya gitu lah tau lah ya hhh...

Jadi biar gak lama dan panjang (kaya artikel kemaren), gue langsung ke pointnya aja ya, cuss.


1. Jangan pernah menggunakan singkatan.


Ini numero uno penting sekali gaes, se nyelenehnya gue, gue berusaha gak pakai singkatan, kenapa? Karena dengan singkatan, 'suara' di kepala kita saat membaca sebuah artikel jadi terhambat karena kita harus 'menerjemahkan' singkatan itu. Makanya gue sebisa mungkin tidak pakai singkatan.

Dan ada lagi sih kayak macam:

"Anak-anak" jadi "anak2"

Emang lebih ringkes sih, cuman jadi terlihat kurang professional ((PROFESSIONAL)).

Kita itu kan nulis buat dibaca orang lain, makanya kenyamanan pembaca itu harus diutamakan, caranya adalah dengan gak pakai singkatan.



2. 1 paragraf jangan terlalu panjang.


Gue ini ya, sebenernya gak suka membaca.
Dan psiklogisnya orang membaca adalah dia males kalau ketemu kalimat yang panjang panjaaanggg kayak semut, paragrafnya panjaaang.

Sebenerya tergantung niche blog ya, kalau emang mau blog literatur yang serius menurut gue gak apa, tapi kalau gaya nulis blog lu ringan, friendly, ya jangan kepanjangan paragrafnya.

Makanya gue suka menggunakan longkap, agar orang gak pusing bacanya, agar enak dibaca, suasananya nggak berat, yah emang sih kalau bikin karangan B. Indo 1 paragraf harus panjang, gak boleh nih macam-macam kayak blog gue ini.


CUMAN THIS IS MY HOME, OKEH.


Inti dari poin ini adalah membuat citra ke pembaca kalau tulisan kita ini enak dan ringan dibaca.



3. Tau penggunaan "Kita" dan "Kami".


Asik deh, gue ala ala guru B. Indo, dulu nilai B. Indo gue 9.75 lho pas UN SMP, keren abis hhh...

Banyak banget blogger - yang berkaliber dan terkenal sekalipun - belum ngeh dengan penggunaan "Kita" dan "Kami".

Simpelnya gini:

Kami: Gue dan geng gue - lu gak termasuk.
Kita: Gue, geng gue, dan lu, dan siapapun yang terlibat dalam pembicaraan itu.


"Pak, kami minta izin ke UKS ya", artinya lu dan temen lu mau ke UKS.
"Pak, kita mau ke toilet ya", artinya lu dan temen lu mau ke toilet....... dengan si bapak guru.

"Teman-teman, kita harus membangkitkan semangat juang!!" Benar.
"Teman-teman, kami harus membangkitkan semangat juang!!" Yaudah lu aja sana sama geng lu, gua mah mending beli Momogi.


Jadi gitu ya gaes.



4. Kurangi penggunaan kata "Dan" yang kebanyakan.


Nah, ini kesalahan yang gue SERING banget gue terapkan di blog ini, duh jadii menyesal.

"Dan" disini bukan di konteks "Rita dan Riki", tapi di konteks "Dan gue sebenernya gak suka sama permen mochi rasa kentut".

Penggunaannya di awal kalimat, biasanya untuk membuat pernyataan,

Kenapa jangan? Menurut gue gak terlalu berguna ya perannya kalau dipakai sering-sering, kecuali pada kalimat akhir.

Kaya contoh kalimat di post gue pada "My Hijab Story"

"Dan gue ke kelas, ketemu temen-temen gue... Dan mereka pada kaget.."

Gak indah kan bacanya?

Harusnya gue ubah jadi gini,

"Lalu gue ke kelas, ketemu temen-temen gue... Dan mereka pada kaget"

Terlihat lebih apa ya? Lebih terstruktur aja, tanpa pengulangan kata yang sia-sia.



5. The most important thing is... Don't lose your personal touch

Personal touch (PT) ini yang membedakan blogger dengan website jualan, artikel perusahaan, dan disinilah daya tarik blogger. PT bisa membuat sebuah blog menjadi hangat dan akrab.


Contohnya, selipkanlah opini pribadi, celetukan, lawakan, atau apapun itu yang membuat blog kamu tidak terlalu formal.

Ini yang membedakan blog satu dan lainnya, kalau website perusahaan itu makin formal makin bagus, kalau blog makin akrab makin baik.

And... You don't have to be perfect..

Lu tidak harus menggembar-gemborkan kehidupan yang sempurna, apalagi sampai mengada-ngada, berbagilah seadanya.




Munafik banget, padahal gue sendiri suka Photoshop muka biar lebih tirus.



^ tuh contohnya, HAHAHA


Berbagilah kekuranganmu pada pembaca, kecerobohan, keisengan, humor, selama tidak membuka aib orang ya kenapa nggak?

Justru kekurangan yang lucu-lucu itulah yang membuat sebuah blog terasa hangat, memiliki ciri khas, dan menyentuh.

Udah sih gitu aja. Kalo inget nanti bikin part II.




30 comments :

  1. iya kmu lucu bgt klo nls.. (((SINGKATTT)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. 70/_0|/| 34 (|h3q,, j4|\| /-\ |_ /-\3 .....

      Delete
  2. Tipsnya bisa dicoba nih, Mbak Nahla :D
    Yang paling susah saya lakuin cuma bikin bahasa saya tidak terlalu formal seperti yang sekarang saya tulis. -_-
    Apa mungkin background juga pengaruh ya? Iya, saya bergelut di dunia sains yang menuntut saya memakai bahasa yang formal padahal isi blog saya fiksi semua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa kok kalo formaaaaallll, asal bercanda dikit gapapa lah hahaha

      Delete
  3. Tips yang menarik :-)
    Saya sering 'khilaf' di DAN itu deh. Typo juga. Singkatan juga karena sering nulis di hape. Aaah... Banyaknya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaa... emamg penggunaan kata dan itu adiktif wkw

      Delete
  4. Jangan kebanyakan enter :D
    aku heran kenapa entrimu itu jarak antar paragrafnya meni panjang pisan :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya kalau enternya cuma satu jadi boseninnnn dan males baca hahaha

      Delete
    2. Soalnya kalau enternya cuma satu jadi boseninnnn dan males baca hahaha

      Delete
  5. Kwkwwkwkwk... dari awal nyimak blog mu eksis di keb makin kesni tulisannya makin rapi. And this is semua emang butuh proses. Aku juga dulu nulis blog gak rapi dan alay bgt. Hihihi...
    tfs ya sayy

    ReplyDelete
  6. Nah itu, kelucuan ini yang saya tidak pernah bisa menulisnya. Tipikal serius dan kaku sih saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba selipin pantun ngaco mak, pasti makdesss

      Delete
  7. Kalau main ke sini, pasti ujung-ujungnya ngakak, minimal nyengir. Hihi :D Thanks kak Nahla, postingannya selalu menarik ^^

    ReplyDelete
  8. Aku termasuk yang sering pakai kata "kita", "kami" dan...dan...dan...juga banyaak...hehe

    ReplyDelete
  9. The momogi part got me sooo XD
    Lucu abis hahaha

    ReplyDelete
  10. setuju banget yg Kami dan Kita ituh! suka gatel pengen koreksi kalo salah naro Kita dan Kami. Beuh!

    ReplyDelete
  11. hahaha, ane termasuk pengguna kata dan yang banyak, perlu dikoreksi

    ReplyDelete
  12. nice banget mamud..!! tadinya gw sempet lagi mikir2 apa sih nih a6 10an ternyata "asik tenan" buahahaha XD

    ReplyDelete
  13. Saya nulis DAN banyak banget.... Ya udahlah yaaaa hihihi
    DAN makasih ya tipsnya, mbak :)

    ReplyDelete
  14. hahaaa, momogiii! sekarang keknya udah lama banget nggak liat itu jajanan~ btw, selamat hari blogger nasional juga!

    ReplyDelete
  15. kirain tulisannya bakal menggurui lah ternyata gak sama sekali XD *makan momogi rasa jagung bakar*

    ReplyDelete
  16. Huwaaaa baru tau penggunaan KAMI dan KITA yang bener *diadzab guru bahasa* lol

    ReplyDelete
  17. Hai mbak.. Saya udah punya blog dari jaman Pak SBY berkuuasa, tapi viewer nya masyaallah, cuma temen-temen se geng saya! Abis baca ini jadi nawaitu blogging lillahitaala. Yay!

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top