SOCIAL MEDIA

Tuesday, 27 December 2016

Review: Inez Professional Color Palette Eyeshadow


Halo! Happy holiday ya teman temanku, semoga liburannya ngga diabisin di jalan ya secara macet pisan. Kali ini mau review palette paripurna dari Inez Cosmetics, Inez Professional Color Palette Eyeshadow.
Udah pada taulah ya, ini eyeshadow lokal dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Bahkan kalau diitung-itung ini termasuk murah banget diantara eyeshadow palette lain. Dulu pernah review Inez Color Contour Eyeshadow Palette in Venice dan Vienna dan puas sama hasilnya karena pigmentasinya juara. 

Gua udah lama pingin beli ini karena lagi suka palette berwarna terang, neon dan gonjreng. Gue punya brand lain tapi kualitasnya hit-n-miss banget. 

Dah udah lama banget gue incer palette ini, research sana-sini so, no, ini bukan pembelian implusif karena sebisa mungkin ngga mau beli palette warna serupa lagi hahaha aku takut duit aku tidak seuwadaow kembang api. Tanggal boleh 1 Januari, saldo jangan Rp.1,- juga dong?
Yuk langsung aja!

Deskripsi:

Ini palette warna bright dengan isi 15 warna. Ada warna greyscale seperti hitam-abu-putih, warna terang pelangi dan di baris akhir ada warna netral untuk sehari-hari sekaligus warna transisi.

Netto: 15 x 2 g
Nomor BPOM: NA 18151203358
Exp: November 2018
Batch No: 6EAEB14

Harganya sendiri Rp. 275.000,-, tapi Inez sebulan 2x diskon 10% pada hari minggu, afal banget! Karena gue punya nomor BA nya.

Fun fact, palette ini gue pesen sendiri sama BA nya. "Mbak, pesen Inez yang professional ya, simpenin buat saya." SEGITU CINTANYAAA sampe kalo ngga ada stock langsung pesen. Beli ini pun dapet 1 cermin 2 sisi yang berguna banget karena ukurannya sedeng, ada standnya dan bisa di rotasi atas-bawah untuk menyesuaikan. 

Packaging:


It comes in a box. Teksturnya doff dengan tulisan warna gelap juga. Boxnya terbuat dari kertas. Ukurannya sedang, mungkin 20-25 cm. Sebenernya rada ringkih dan gampang robek kalo ngga hati-hati tapi dari presentasinya cukup oke. Ampe cukup sayang kalo dibuang :(((

Kalau dibuka, ada QR codenya untuk di redirect ke www.inez.com.




Kalau dibuka, penampakannya gini:


Di sekelilingnya ada karton yang dilipet, biar stay still kali ya produknya. Pas dibuka pun ada feel quite exclusive karena biasanya palette harga segini dipakein plastik mika doang. Ini comes with a box which is amazing.
Tapi walaupun ada karton yang dilipet, tetep ngebuat produknya geser-geser sih. 
Untuk produknya sendiri, tempatnya hitam, sleek dengan logo Inez yang terlihat professional.
Dia itu cukup compact lho! Tipis juga. Tapi ada kesan ringkih karena containernya sendiri plastik yang lumayan tipis.

Tapi berkat bahannya, jadi mudah diselipin. Kadang kalau packaging udah bulky, suka kicep ya bukanya? Ini nggak, jadi kapanpun mau pake, tinggal buka tanpa harus merasa ribet. 


Pas dibuka juga rasanya renyah kayak jokes gue. Oke bercanda. Eh itu tadi renyah kan? Jadi ada kayak 'tek' nya gitu. Ada 'safe feeling' karena gue paling ngga yakin sama palette yang kaitannya magnet.
Tapi banyak orang yang bilang ini ringkih. Well, palette Inez gue pecah karena mica pelindung eyeshadownya ilang, jadi dia kepentok cerminnya kali ya? Jadi mica pelindung (kayak yang di bawah ini) jangan ampe ilang yak karena cukup fatal. Ini aja udah ada beberapa serbuk dari eyeshadow yang bertebaran karena pas di swatch agak nyerbuk.

Packagingnya juga gampang kotor dan susah dibersihin. Pake tissue basah juga nggak ilang lho bekas minyak. Karena doff jadi minyak di tangan lebih mudah keliatan. Hu.


Tiap nama ada shadenya yang terletak di plastik pelindung. Nama yang dibuat ada unsur warnanya, jadi bukan merupakan nama orang atau kata yang personalized banget.

Ini diaaa warnanya, jejejeng pret pret pret!


15 bright colors! Saturationnya mentok ini pasti ngahhhahaha! Pas dibuka, ada emboss Inez. Mungkin shadenya kurang diulik lagi. Kayak yang warna merah ya merah tok, ijo ya ijo emerald. Ngga ada warna-warna yang unik kayak lavender, mauve, mint atau warna jarang lain. So untuk warna terangnya sendiri masih basic. Tapi ini bisa banget untuk look rainbow, fantasy atau apapun yang membutuhkan warna-warna ngga 'sopan'. And i like it!



Pas riset, emang kurang sreg dengan yang warna ijo karena dua-duanya hampir sama. Undertone sama, shade deketan, hue juga sama, paling lebih gelap aja.

Tapi akhirnya jadi beli karena warna merah dan turquoise (baris 2, nomor 2 dari kiri) karena cantik banget dan kebayang pigmentasi Inez. Langsung deh 'ngelupain' warna ijo yang double.



Ngga ada wangi apa-apa, normal.

Swatch:



Seperti biasa, ada yang hit-miss. Yang hit pasti mengandung banyak shimmer, yang miss pasti semi-matte. Selalu kayak gitu. Seperti warna item yang kayak kapur, merah apalagi, coklat menyusul. Tapi pigmentasinya tetep diatas rata-rata sih kecuali yang warna merah. Tapi sejelek-jeleknya pigmentasi inez, tetap pigmented. Pigmentasi oke, teksturnya nih yang rada nggak konsisten.

TAPIII mereka semua di swatch HANYA dengan 1 puteran jari di pan, nggak lebih! Waw bangetttt kannn!

Kita bedah 3-3 yuk!


Charcoal Black:
Warna hitam dengan sedikit shimmer, kalau di mata udah ngga keliatan shimmernya. Gampang di blend juga asal kelopak mata dalam keadaan matte dan kering.
Tekstur:
Agak keras, tapi nggak kasar-kasar banget. Kerasnya lumayan tolerable. Kalau warnanya item dan creamy, takutnya ngambil kebanyakan. So warna hitam matte dengan tektur keras bisa ngontrol seberapa dalam colekan brush. Karena agak keras, jadi keliatan kurang rata di swatch atas. 
Tapi fall outnya hampir ngga ada untuk warna item, saatnya take a deep breath.
Pigmentasi:
Kalau udah dikenain pake brush di kelopak mata, bagus dan cukup rata. Pigmentasinya 80% jadi ngga usah khawatir nanggung di kelopak. Eyeshadow ini ngangkat di kuas, ngangkat di jari. Biasanya ada yang di kuas jadi 'cemen'. Ini nggak. You can count on this! Swatch diatas cuma 1x swirl jari ke palette :D

Pale Grey:
Warna abu-abu mudaaa banget, kayak di eyeshadow yang Vienna. Warnanya juga cool. Kayaknya lebih asik kalau warna abu-abu gunmetal gitu ya karena lebih 'transisi' antara putih dan hitam. Ada shimmer super halus juga yang hampir ngga keliatan.
Tekstur:
Lebih empuk dibanding yang black. Karena empuk, ngambil pigmennya jadi lebih mudah sehingga toel 1x udah dapet warnanya. Agak buttery juga.
Pigmentasi: 
Warnanya rata kalau di swatch pake tangan, stand out juga. Karena teksturnya lebih bagus, pigmentasinya jadi lebih ketolong walaupun warna terang. 

Pure Pearl:
Warna putih dengan shimmer warna putih juga, sedikit lebih besar shimmernya. Mudah dibaur, tapi beware shimmernya bisa berantakan kalau ngga hati-hati. Warna putih frosty jadi pilihan untuk inner corner. 
Tekstur: 
Buttery, sama dengan abu-abu. Jadi pas dicolek ada kesan lembab. Kerasa banget pas swirl jari di pan-nya langsung keangkat banyak pigmen.
Pigmentasi:
Lebih stand out dibanding abu-abu. Merata tapi warnanya bisa ilang kalau di blend terlalu napsu. Hanya kesisa glitter, makannya hati-hati ya pas ngeblend warna ini.



Pale Rose:
Warna pink frosty dengan shimmer yang cukup kenceng. Warna pinknya berupa baby pink, masih bisa dibedakan dengan warna putih tapi nggak beda jauh karena karakteristiknya sama.
Tekstur:
Sama dengan yang putih feelnya. Tapi dia crumbly, diteken dikit udah ada serpihan yang menggumpal dan jatoh. Jadi handle with care banget ya.
Pigmentasi:
Yang putih lebih pekat dari ini. Perbedaan skornya 2 poin dibawah yang putih lah, beda dikit banget soalnya :D Tapi tetep tergolong pigmented.

Vivid Violet:
Warna ungu dengan warm undertone. Lebih mirip warna anggur. Good thing is, karena ia ungu yang warm jadi masih nyambung dengan warna pink. Shimmernya setara dengan yang warna hitam, bedanya butirannya ada yang warna pink.
Tekstur:
Teksturnya 3 poin lebih kering dibanding pink. Tipis banget perbedaannya. Tapi inget, yang pink itu udah termasuk buttery, jadi yang ungu juga begitu. Nggak keras sama sekali,sedikit kering iya, tapi tetep tergolong 'empuk' secara global halah global.
Tapi dia crumbly juga kayak yang warna pink, persis deh. Jangan kenceng-kenceng ya kalau swatch di jari, serbuk shimmer yang berjatuhan itu PR banget buat dibersihin.
Pigmentasi:
Pigmented lah yaaaa namanya juga Inez. Di Inez, pigmentasi bukan soal. Sekitaran 75% lah, ngga mengecewakan. Masih lebih unggul yang hitam, tapi ini juga bagus! Sejauh ini semua bagus dalam hal pigmentasi.

Ultramarine
Warna biru cool tone, shimmer sedikit lebih besar dari Vivid Violet, setara dengan Pale Grey. 
Tekstur:
Seperti biasa, empuk dan buttery. Beda 2 poin lebih keras dibanding warna abu-abu. Crumbly juga.
Pigmentasi:
Dia cantik warnanyaa, pigmentasinya juga diatas abu-abu, termasuk lebih rata juga warnanya. Padahal teksturnya sendiri lebih kering dibanding yang abu-abu, tapi pigmennya jauh lebih keangkat. Those metallic blue on your lid bakal bikin jadi queen of the sea banget. 


Bright Turquoise:
Hands down, my fav shade. Iyalahhhh, blue-green gitu. Saturationnya puol banget, warnanya mah udah pasti pop udah. Cantik banget dan jarang nemuin warna ini di eyeshadow lokal. Coba deh, kalo biru tua emang sering, tapi blue-green kaya gini setau gue jarang,
Tekstur:
Lebih kering dikit dari Ultramarine, falloutnya juga minim. Tetep tergolong buttery lahhh, mantep.
Pigmentasi:
Lebih minim dikiiittt dari ultramarine, masih tergolong pigmented tapi butuh di build. Kalau warna-warna sebelumnya cukup oke dengan 1x swirl dari kuas, nah ini butuh 2x. 2x ajaaaa, makannya gue bilang walaupun lebih minim dibanding sebelahnya, shade ini tetep pigmented secara keseluruhan.

Dark Fern
Emerald green, not my fav color. I wish warna ini ganti jadi warna hot pink T_T it'll be perfect. 
Green dengan undertone warm, shimmer lebih 'berisik' dari semua warna sebelumnya. Butiran shimmernya lebih rapet jadi blink-blink banget.
Tekstur:
Lebih keras dari Bright Turquoise, tergolong lumayan keras secara standar Inez.
Pigmentasi:
Sama dengan yang sebelumnya juga.

Forest Green
Sama aja cuma lebih muda.
Tekstur:
Lebih keras lagi dari Dark Fern. Feelnya agak powdery.
Pigmentasi:
Sama kayak yang diatas cuma lebih muda aja T_T


Buttercup:
Pas diliat, dia ngga pure kuning. Ada sedikit warna mentega, jadi jatuhnya bukan bright yellow tapi dark yellow. Kuning tapi bukan yang ceria gitu. Shimmernya agak hore pas dipakein ke mata.
Tekstur: 
Selevel sama warna ungu, lebih keras dari Bright Turquoise.
Pigmentasi:
Warnanya rata, tapi di kulit gue dia nggak stand out selayaknya warna kuning. Opacitynya selevel dengan warna abu-abu muda. Warna ini harus pake base putih kalau mau keliatan banget. Ketika di blend juga gampang ilang warnanya, tersisalah glitternya sajo. Sebenernya cukup pigmented, cuma kurang kuat aja.

Crimson:
Warm red dengan shimmer paling minim hampir ngga ada. Semi matte kayak warna item
Tekstur:
Keras banget parah kayak ngebelai kapur. Beneran ini yang paling jelek, keras dan kering banget. Meh parah dari segi tekstur.
Pigmentasi:
Karena tekstur yang meh, warna yang diswatch jadi ngga rata dan pigmennya ngga keangkat dengan maksimal. Ngga smooth di tangan. Tapi ya namanya Inez, mau tekstur butut juga pigmentasi tetep lumayan. 50% lah.

Egyptian Sable:
Coklat yang cenderung netral, bisa dijadiin warna alis malah! Ngga merah, pas dan aman. Shimmernya tipis tapi masih kentara perbedaannya sama si Crimson yang hampir matte.
Tekstur
Seperti diguyur hujan, habis swatch Crimson yang super kering, akhirnya ketemu lagi sama buttery thaaanggsss yang menenangkan jiwa. Akhirnya penderitaanku sampe Crimson ajah
Pigmentasi:
Sekali gosok jadi lah, pigmented banget. Selevel sama warna item. Ngga crumble juga, fallout untuk yang ini juga seinget gue ngga ada. Udahlah bagus lah udah.



Cognac
Warna copper dengan shimmer yang kuat dan earthy tone yang kental banget. Ini udah masuk warna netral, sering banget pake ini untuk berpergian. Bagus!
Tekstur:
Best lah. Paling basah, buttery dan semi-bludru. Kerasa banget butir pigmen yang nempel di jari. 
Pigmentasi:
Warna metallic yang hampir nutup warna kulit gua. Ini yang paling high pigmentation, lebih rata dan nutup dibanding warna item ato warna apapun di baris sebelumnya. Wah mantap lah gila ini mahhhh ngga ada yang nyamain! 

Raw Chestnut
Red tone-brown bahkan condong ke oranye, warnanya cocok buat transisi orang bule. Ya yang biasanya orang bule pake itu lhoooo buat di crease. Warnanya mirip di palette kekinian macam Kyshadow. Suer.
Tekstur:
Lebih keras dari warna Forest Green,yang artinya tergolong ke #TeamKering di palette ini. 
Pigmentasi:
Tipis juga, ya ini mah takdir jadi transition color aja udah. Sedikit ngga rata juga, crumbling pula. Paling bagus pake blending brush lalu sapu dengan lembut di crease.

Natural Peach
Peach sebelah mananyaaaa T_T_T_T_T Ini mah warna bronze lebih cocok. Ini ada di palette Venice, barengan sama Cognac dan Egyptian Sable. Shimmer disko dan menjanjikan parah.
Tekstur:
Selembut, se-buttery Cognac which is enak banget. Lebih bludru-ish dibanding warna putih yang udah nyaman dan 'basah' banget. Idaman parahhh..
Pigmentasi:
DONE. The best. Pressed pigments. Apapun lah bagus banget ini. Sama kaya Cognac tapi warnanya lebih cantik, lebih terang jadinya shimmer stand out. Natural Peach dan Cognac memenangkan kompetisi pigmentasi di pallete ini! Yeeyyyyy! Crazy parah.

Ini look yang gue buat:



Ini look pertama yang gue buat dengan palette ini. Baru pertama kali bikin rainbow eyeshadow dengan alis clurit. I love it. I love how they blends easily. Ngga susah sama sekali ngeblendnya, tinggal tumpuk langsung ngeblend, langsung gradasi. Karena pigmentasi mereka pada 'kelas' yang sama, jadi ngga belang, semua sama-sama stand out. 

Ini pake base putih sih, NYX Jumbo Eye in Milk. Nempelnya juga enak banget pula, udah ngejreng tambah ngejreng. Untuk pull off warna ini on the first attempt nunjukin bahwa eyeshadow ini koperatif banget. You need a good, pigmented and blendable eyeshadow untuk ngebuat look ngejreng dengan gradasi yang bhanyaq.

Dan gue cuma bikin satu mata. Zzzzz...




Look ini gue bikin dengan warna-warna di atas. Ada tutorialnya di Youtube gue, ntar di link di bawah. Gue pake sedikit item di sisi luar untuk nambahin dephts. Turns out, warna itemnya gampang banget ngeblend jadi seperti ungu tua. Which is nice karena gue pingin pengglapannya se-natural mungkin. 

Warna kuningnya keliatan ya yang paling ngga stand out. Beda sama warna putih. 
Warna crimson di tengah juga berubah jadi warna magenta. Jadi gini: karena pigmentasi yang merah itu jelek, jadi bercampur sama warna ungu. Tapi disitulah seninya, transition color jadi smooth. Warna magenta ini juga lebih baik dibanding warna merah.

A nice job from a not-too-nice eyeshadow. Lol!



Ketahanan:
Kalau udah didiemin beberapa detik, susah deh ilanginnya. Pake tissue basah juga stain banget, kayaknya khusus buat penari deh emang. Eyeshadow ini hanya bisa dibersihin pake make up remover. Stain yang diberikan pas ngapus pake tissue basah ngga akan ilang sampe pada.......... waktunya. Haha zz z z z  z z.




Inner corner putihnya juara banget sih, bisa ngebuat pop seketika.




Overall:
Kelebihan:
Warna yang bright
Semua memiliki pigmentasi yang tinggi
Compact
Ada BPOM, expired date dan info produk lainnya.
Tidak kelihatan murah
Padahal sebenernya murah
Puas banget karena blendable semuanya.

Kekurangan:
Tekstur yang ngga konsisten. Crimson kering parah.
Ngga ada cermin
Warna hijaunya agak useless :(
Ringkih
Warnanya kurang unik ya hehehe
Stoknya ngga banyak



Beli di:
Counter Inez, Cahaya Dept Store, Bintaro Plaza.

Harga:
Rp. 275.000,-

Ini tutorial yang di atas ya, udah dari beberapa minggu yang lalu, tapi reviewnya sih baru hahah



21 comments :

  1. Gileeee lengkap dan detail banget.

    Aku masih belom berani coba bikin mata warna warni kayak gini. Belom berani sama belom punya eye shadownya sih hahahahaha.

    Warna pelangi cantik juga di mata mu. Eaaa eaaaa :D

    ReplyDelete
  2. Waaaa aku pengen bisa bikin make up kaya gitu :D

    ReplyDelete
  3. Bagus banget pengeeeen. Tapi pake eyeshadow aja bleber kemana2. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake brush yg ukurannya rada kecil hehe

      Delete
  4. Nama warnanya mengingatkanku pada nama warna di crayon pentel... hohoho

    ReplyDelete
  5. Shade Cognac sama Natural Peachnya kecee..��

    ReplyDelete
  6. Kamu kok pinter sih main make up kaya gitu? Aku kan juga pengen :'D

    ReplyDelete
  7. Nahla, thanks for sharing. Aku sampe sekarang lagi nyari-nyari eyeshadow. Ada beberapa kandidat tapi suka kepentok harga. Dan yess, aku tipikal yang kenapa nggak cari dulu yang paling murah dengan kualitas nggak kalah haha. Dan kayanya Inez ini bisa jadi jawabannya deh. Dia cuma 1 pallette ini ya yang seri profesional?

    ReplyDelete
  8. Cantik. Aku make up gitu pantes gak ya? :'D Hiks hiks

    ReplyDelete
  9. bagus banget, inez ternyata bagus ya, jadi pengen beli, nice info nahla

    ReplyDelete
  10. Nahla, blendingnya canggih banget :D
    Banyakin bikin post tentang makeup deh pasti aku baca semua HAHAHA

    ReplyDelete
  11. Njiiiir pas aku liat di thumbnil pic, damn! Warnanya keluar banget! Mana Nahla blendingnya jago banget... Jadi MUA dooooooong!

    ReplyDelete
  12. Yaampun warnanya cantik-cantik bangeeet! Sayangnya warna itemnya nggak kereng banget. Nice review, Kak!


    zahra-salsa.blogspot.com

    ReplyDelete
  13. Ya ampun warnanya bagus banget.. Cantik kakak. <3

    ReplyDelete
  14. Cakep! Btw bulu matanya apa kak? aku naksir lashesnya

    https://isthiud.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
  15. Setdah seeuusss.. Kece parah makeupnya wkwk. Suka pisaann<3

    www.blackxugar.com

    ReplyDelete
  16. hastaga neng nahlah ini cakep banget eyeshadownya apalagi cognac, raw chestnut, natural peach <3

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top