SOCIAL MEDIA

Monday, 26 February 2018

Cabul Mah Cabul Aja


"Wanita selalu benar!" itu nggak berlaku kalau udah menyangkut pelecehan seksual. Udah pernah liat belum? Baju korban pemerkosaan sebelum diperkosa?



Ya, kamu ga salah lihat. Rok panjang, pakaian renang dan... baju My Little Pony :)
Gue ga kuat sebenernya liat foto ini lama-lama, bener-bener pengen nangis..

(Baca: Pedofil)

Ada beberapa fakta tak tertulis (yang lebih tepatnya fuck-ta) tentang perempuan dan 'dresscode'nya.

1. Perempuan yang bajunya terbuka emang sengaja untuk mengundang abang-abang buat godain.
2. Begitu juga kalau selfie, artinya kita yang 'supply' abang-abang itu untuk dijadiin pelampiasan hasrat.
3. Dan ketika perempuan terpojokkan di situasi itu? Perempuan lah yang harusnya lebih pandai menjaga diri, ga keluar malem, menutup pakaian, MENUTUP AIB KALO-KALO IA DIPERKOSA.

Menutup aib ke calon suami, ke aparat agar 'lingkungan ga heboh', karena lebih khawatir,
"Kalau orang tau ia pernah diperkosa, nanti ga ada yang mau sama dia, nanti malu-maluin keluarga".

Okelah, 'budaya ketimuran', minimal ngga nunjukin lutut ke atas, minimal ngga pakai tank top di jalan. Tapi apa cukup? Ngga.

Yang bajunya panjang tapi bagian dada agak nonjol? 
Yang celana panjang tapi model pencil?
Yang bajunya longgar tapi berwarna mentereng? "Heii cewek baju meraah uhuuy"?

Eh yang bajunya My Little Pony aja diperkosa, kok :)

"Kalau gitu, kalian harus pakai cadar dong, pakai burqa, dijamin aman"

Yakin?
Nih, buka mata kita, di dunia ini BANYAK yang sange sama yang bercadar :)




"Kami membayangkan kulit seluruh bagian tubuh kalian"
"Iman saya naik turun kalau lihat akhwat cadar upload foto selfie. Bener-bener menggairahkan"
Ini otak siapa berarti yang cabul?

"Kalian seakan sengaja ingin kami membayangkan kalian lebih lama"

Familiar dengan ini?
"Dianya yang minta digodain"
"Dianya yang minta diperkosa"
"Bajunya gitu sih, gak tahan deh jadinya"

Terus perempuan salahnya dimana? Anak kecil, cadar, baju biasa, rok panjang, SIAPAPUN BISA DIANGGAP MANCING UNTUK DILECEHKAN.

"Yaudaaah tutup aja semua-muka, hahahah!"
Eh, jangan bercanda dulu. Tau fetish mummification? Dimana orang-orang justru terangsang dengan orang yang seluruh tubuh sampai mukanya dibalut kain?


Tau kalau komunitas ini besar di Indonesia?

Dan fetish ini banyak jenis loh, dari yang nafsu sama ibu hamil, pup orang (i mean it, mangap di depan - oke ga aku lanjutin ya, bayangin sendiri aja), pipis orang, JEMPOL KAKI.

Welcome to the world, man. Dimana dari yang bugil sampai tertutup semuanya, tetap valid dijadikan alasan untuk terangsang :)

Ternyata otak yang cabul akan selalu menemukan alasan untuk bernafsu kok, cabul mah cabul aja. 

Walaupun fetish ini sebenernya kind of.. sah-sah aja selama 2 pihak yang terlibat SETUJU dan consent dengan permainan yang akan mereka mainkan. Seperti tarolah BDSM, ada aturan mainnya loh, ada surat perjanjiannya loh sebelum main, alat-alat yang dipakai (tali, lilin) juga didesain khusus lho agar ngga menyakiti pihak lain. Tali yang dipakai dioles minyak agar ngga terlalu menyakiti, lilin yang dipakai adalah lilin khusus yang ngga terlalu panas, jadi ngga membuat melepuh. Maka dari itu banyak yang bersabda bahwa "Bondage is art", because somehow - it is. Asal keduanya consent.

Tapi dari chat yang di atas, sudah jelas salah-satu dari pihak SEENAKNYA menjadikan orang lain objek seksual, ditambah intimidasi psikologis "Udah puas liatinnya". Ini sama menjijikannya ketika ada cowok yang terang-terangan di depan mata - maaf - merangsang diri di depan kita. Semenjijikkan itu.

Terus kalian masih menganggap feminisme sebagai gerakan yang 'cerewet'? Oh nggak, berapa lama lagi kita harus nurut bagaimana cara berpakaian? Berapa lama lagi badan kita harus didikte masyarakat? Berapa lama lagi pengalaman seksual (sengaja maupun tidak) harus disembunyikan, ditutupi agar ngga direndahkan? Berapa lama lagi hubungan seksual searah dimaklumi? Oh, nggak.

Dalam gerakan feminisme: Jangan ajarkan cara wanita berpakaian, ajarkan pria agar ngga memperkosa!

Otak-otak primal gini sih emang gabisa disetting ulang, udah terbiasa dengan budaya patriarkal, validasi misoginis. 

Orang-orang ini sangat insecure, makanya ingin mengecilkan orang lain. Makanya menganggap bahwa segagal-gagalnya pria, wanita tetap lebih rendah valuenya :)

Pas tuh, mental penjajah + patriarkal = pelecehan wanita.
Oh, ditambah pemahaman agama yang setengah-setengah, cuma sampe ayat 'tutuplah auratmu'.

Kalau kaya gini, gue jadi inget ketika di Italy, kami bebassss banget pake baju apa aja. Mulai dari tank top sampe rok mini, gak ada yang godain, suit-suitin, SUCH A HEALTHY ENVIRONTMENT.

Makanya gue kind of paham kenapa negara-negara maju, banyak yang menolak imigran. Bisa kebayang kalo di negara yang udah stabil, imigran itu mengacaukan nilai-nilai yang udah dibangun? 
Yang di negaranya udah biasa cat calling,
Yang di negaranya udah biasa pelecehan seksual, 
Yang di negaranya udah biasa nyampah, duduk-duduk nongkrong dengan gaya hidup yang jorok.

Makanya cewe harus ngelawan..

Tapi gimana..

Dihadapin sama 4 orang, kalau kita tonjok salah satu, yang 3 ngeroyokin balik.. Yang niatnya dari awal 'cuma' memperkosa, jadi ngebunuh karena kita melawan.. Gimana dong? :(

Kayak disuitin 1 tukang ojek, kalo kita bentak, eh dateng segeng untuk suit-suitin kita balik...

Mau lapor polisi, butuh uang, polisi sendiri juga menganggap itu ga penting..

"Alah digodain doang".

Karena dari aparat pun, ngga menganggap itu penting :)

'Didukung' aparat, 'didukung' gengnya, 'didukung' masyarakat yang "Makanya bajunya jangan yang seksi dong!", makin mantaplah budaya pelecehan ini, tumbuh dengan percaya diri.

Maka itu hasilnya ya kayak Afrika, hanya 1 dari 9 kasus perkosaan yang dilaporkan.
Dan masih menjadi negara dengan kasus perkosaan tertinggi.

Gue selalu berharap semoga datang saatnya, hewan buas yang dikurung, bukan korbannya.

9 comments :

  1. Nice!
    Cabul mah cabul aja...
    Gimana ya caranya cowok nggak mikir cabul mulu?

    ReplyDelete
  2. Yess, agree! Masih sebel banget sama yang suka nyalahin baju perempuan.. :( Dan aku melongo ada fetish mummi puuuun..

    ReplyDelete
  3. suka sekali tulisannya nahla,, bahkan perempuan sudah menjaga diri sedemikian rupa, kalau lelaki tidak ikut menjaga pandangan dan lisannya, perempuan akan terus jadi korban yah,, semoga kita terhindar dari kejahatan seperti itu, dan temen-temen yang terlanjur menjadi korban punya keberanian untuk berbicara...

    ReplyDelete
  4. Kak Nahla ngomong hewan buas aku jadi kepikiran Zootopia, deh.
    Overall, setuju sama postingan ini~

    ReplyDelete
  5. Tulisan yg penuh semangat. Btw masukan saja jargon ajarkan pria untuk tidak memperkosa sebaiknya jgn sering2 ditulis/diucapkan karena otak tdk kenal kata "tidak". Biasanya yg dibaca kata kerjanya. Contoh : jangan buang sampah diganti buang sampah pada tempatnya. Anyway,yang cabul biasanya kebanyakan terpapar pornografi...

    ReplyDelete
  6. setuju banget sama tulisan Nahla ini, pengalaman banget di suitin sama abang becak waktu SMA,, di tegur malah datang banyakan, abang becak puluhan lawan 2 anak cewe SMA, dih malu2iin bener

    ReplyDelete
  7. "Kayak disuitin 1 tukang ojek, kalo kita bentak, eh dateng segeng untuk suit-suitin kita balik..."

    Beneran kejadian, murid yang gak aku ajar suit sendiri, aku bentak, sorenya 1 kelas suitin aku :-(

    ReplyDelete
  8. Setuju banget sama tulisannya Nahla. Semuanya tergantung pikirannya ya. Wong banyak juga orang yang pedofil sama bayi. Plis.

    ReplyDelete
  9. tulisan jleb... dan sukak... soal cabul mah perempuan selalu salah...

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top