Categories

SOCIAL MEDIA

Tuesday, 18 December 2018

Judgemental Series: Berusaha Memahami Iklan Prabowo-Sandi



Ada yang udah nonton iklan kampanye Prabowo-Sandi tentang Kerja Kerja Kerja itu? Iklan  Prabowo-Sandi ini lagi heboh banget di sosmed, dan udah dipastikan: lebih banyak yang kontra dibanding yang pro. Tapi, benarkah seperti itu?

Dulu pernah janji ngga mau bahas politik dan agama di blog, tapi di IG story aja udah meleber-leber, ya apa bedanya sama di blog? Hahaha. Toh kayaknya semua argumen gue bersifat opini, mau dicounter? Gapapa. Mau didukung juga gapapa. Santai aja sis, namanya juga blogger?
Jadi, gambaran iklannya gini:

Ada pria baru lulus kuliah arsitektur dengan predikat cum laude. Dengan backsound “Kerja kerja kerja!”, ia melamar kerja. Loh kok walaupun udah kerja kerja kerja, tetep ngga dapet callingan? Ada apa ini? Lalu ia memutuskan untuk kerja serabutan, mulai dari penjaga valet, driver ojol, penjaga hotel (kayaknya, atau indomaret?) dan terakhir menjadi fotografer.

Sang ayah geleng-geleng kepala melihat pekerjaan-pekerjaan anaknya ini karena:
Gak sesuai dengan gelar
Kok kerjaannya ‘buruh receh’ semua?

Akhirnya ada seruan pilih Prabowo Sandi agar lapangan kerja semakin banyak. Yey!


Kritik yang beredar begini:

1. Lah emang kenapa dengan pekerjaan fotografer? Emang itu receh dan ngga punya masa depan? Liat dong Rio Motret, kerjaannya fotografer dan dijamin bisa beli mulut lo semua. Sekarang wiraswasta, pekerja kreatif, punya masa depan yang cerah, ngga kalah cerah sama pegawai BUMN atau kamu-kamu yang ngantor-ngantor-ngantor itu.

Terus kalo lo nyekin fotografer, videografer yang ngerjain iklan itu gimana perasaannya cuy?? “Waaaaa gila nih pedih banget syuting kaya gini. Kita produksi hal yang nyek-nyekin kerjaan kita”.

Lah emang masa depan cerah itu CUMA diukur kalau kita ngantor dan SESUAI sama jurusan yang kita ambil? Kalau kita ngga ngantor ya artinya gagal dan bukanlah ‘masa depan yang cerah’.
Lalu apa lantas itu jadi salah pemerintah kalo lo ngga diterima di kantor? Apa hubungannya sih, perluasan lapangan kerja sama pemerintah. Hei, index kemiskinan kita udah 1 digit loh, sekitar 9.5%. Itu kerja ‘rezim’ yang dinyek-nyekin ngga pro rakyat kecil. Dan ketika orang sejahtera, emang itu semata-mata karena berhasil ngantor? Itu juga sumbangsingnya para pengusaha, wiraswasta, freelancer, mereka-mereka yang dicap ‘tidak sejahtera’.

Ya, iklan ini dikritik karena orba banget, ‘old’ banget mindsetnya. Ngantor = sukses.

Dia juga mempersempit definisi sukses dan mempersempit mindset orang untuk mengejar peluang.

Ya kalo mau disuudzonin lagi, mungkin dia nyindir masalah asing aseng yang ngebabat lapangan kerja kali? Gatau sih, ngga ada indikasi ke arah situ juga.

Intinya sih, iklan ini memang mempresentasikan pola pikir yang sempit banget. Ya ketaker laaaah akan kaya gimana pola pikir mereka saat menjabat.

Tapi, benarkah iklan ini secriiingggggeeeee itu? Mari kita hadirkan Halo Terong sebagai penyeimbang opini!

Menurut gue, iklan ini emang bukan dirancang untuk generasi millenial yang cerdas dan kreatif ya, iklan ini menyasar kaum-kamu old, close minded dan ngga punya kapasitas untuk menjadi kreatif, which is, masih menjadi mayoritas di kalangan Indonesia. Kenapa gue bilang gitu? Selain karena 65% masyarakat Indo itu lulusan SD-SMP, secara mental dan isu-isu yang beredar, ya emang banyak kemunduran sih EHHEHEEHEHHE…

Iklan ini emang buat mereka yang insecure karena pinter ngga, kreatif ngga, mendobrak ngga, aktif dan dinamis ngga, ya untuk mereka yang………………………… biasa saja. Iya karena SDM jaman sekarang berkualitas banget sih, paham memang, persaingan emang ketat

Iklan ini brilliant banget untuk yang sukanya nyalahin pemerintah karena dianya ga kompeten,  ga tau mau nyalahin siapa kalau dia ngga dapet kerja. Perfect banget buat orang yang maunya hidup biasa-biasa aja, lancar-lancar aja (yang kayanya gamungkin ya, makin kesini orang udah pinter-pinter banget. Persaingan udah ketat banget.)

Iya, sempurna banget sih karena “Yes!” gitu. “Yes! Gausa repot-repot lagi bersaing” hehehe.

Lagian gini sih, kalo populasi yang lebih banyak adalah orang-orang old school begitu, ngapain 'merayu' milennial yang angkanya masih lebih sedikit? Namanya juga mau menang, yang dibutuhin ya suara yang BANYAK lah, quantity first. 

“Vox populi, vox dei”
Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Makanya PSI elektabilitasnya rendah kan? Pake sok appeal milennial sih, udah tau pasarnya milennial yang open minded masih sedikit.

Berapa persen sih, penduduk milennial yang menghargai industri kreatif dibanding golongan tua, udik yang pemikirannya orba? Ya pasti lebih sedikit lah! Industri kreatif tuh halah cuma berapa persen doang dari keseluruhan penduduk Indonesia? Emang orang dusun di pelataran antah berantah percaya sama pekerjaan ‘kayak’ fotografer? Nggak lah! Ngantor is the beeeest….

Jadi? Jadi iklan kampanye ini sangat tepat sasaran dan cerdas dalam membidik pasar: pasar yang tidak bersaing-bersaing amat. Pasar yang yaaa kalo bisa, habis lulus langsung keterima ngantor laaaah, cari aman dan cari dasi aja.

Pasar yang sepertinya memang masih jadi mayoritas penduduk Indonesia, pasar yang konvensional.

Begitu loh, maka dari itu ya coba kita mengerti bahwa pangsanya Prabowo memang bukan pangsa milennial. Target marketnya bukan kita bosqueeee jangan geer!

Kembali pada quantity over quality. Kita milennial harusnya tau diri kalau kita ngga sebanyak itu, jadi kalo ngga diutamakan yhaaaaaa yhaaaaaashuda :D

Dan kita juga bisa ngeraba mindsetnya paslon 2, yang gue simpulkan sih, paslon 2 emang ngga terlalu menyorot industri kreatif dan wiraswasta. Emang ngga akan terfokus dan punya konsep itu. Yang kalau diterawang, kayaknya bekraf ngga akan keurus-urus banget. Kayaknya loh ya. 

Emang kayaknya mau ‘menarik’ kita ke jalan yang lama sih, jalan yang secure dan lurus-lurus aja. 

Berbanding terbalik sama sinergi pemerintah sekarang dengan majunya sektor ekonomi kreatif yang ngasih kontribusi sebesar 7,38% terhadap perekonomian nasional, dengan total PDB (total penghasilan masyarakaddd) tahun 2018 sekitar Rp 1.105 triliun. 

Atau kemajuan perfilman Indonesia yang terbukti menggaet FOX dalam film Wiro Sableng
Yang ternyata, industri kreatif yang deket banget sama milennial ini BENERAN MENGHASILKAN LOOOH........... tapi ya tetep aja namanya mindset hehehe maklum ajaaa.

Gitu, aku merasa lebih baik bisa positif dan berpikir husnudzon, semoga jadi penyeimbang yaa :)

14 comments :

  1. Holaaaa Nahlaa
    Btw aku baca postingan ini belum liat iklannya paslon 2 itu, hhihyii
    Sehabis baca langsung googling wkwkwkwk
    Yahyahh, kesuksesan ga bisa diukur dr org2 yg hanya ngantor aja
    setujuuu Nahla (y)

    ReplyDelete
  2. aku gk peduli politik sih, cuma tersinggung aja sebagai freelance, nyahahaha

    ReplyDelete
  3. Jujur belum liat iklannya
    Tapi baca paparan disini jadi males juga lihatnya..
    Padahal pemerintah sekarang setau ku berusaha mengembangkan ekonomi yg kreatif.
    Ga melulu ngantorr..anak presiden aja jualan cuy..

    ReplyDelete
  4. Wah aku tercerahkan! Makasih kak! Akhirnya paham juga maksud dari iklan ini

    ReplyDelete
  5. Huweeee suka sama sudut pandang kamu, aku jadi ngangguk-ngangguk.
    Awalnya aku mikir, emang bener ya iklannya rada gak beres gini? Soalnya kalo aku jadi tim PR dan ngerjain iklannya bakal malu setengah mati ngerasa gagal ��
    Ternyata emang kita bukan pasarnya hohoho

    ReplyDelete
  6. Iya, bener iklan itu memang ditujukan utk kaum Baby Boomers. Ortu2 kita yg menganggap kerja kantoran itu prestigius ketimbang freelance apalagi bikin usaha sendiri.

    Strategi yg dipake PAS ini sama persis dgn yg dipake Trump kemarin. Parahnya, kaum milenial di USA udah pada apatis sm pemerintah. Ya udah sih, terserah paling tar Trump kalah. Eng ing eng.. ternyata menang dong. Dan mereka nyesel tidak menyumbangkan suaranya di Pemilu kemarin.

    Ini yg enggak boleh terjadi di Indonesia. Meski jumlah kaum Milenial di kita kecil, tapi kekuatannya besar. Di saat SG dan JPN isinya ortu2 semua, pasangan muda pada males punya anak. Skrg mereka kelimpungan dgn masa depan negaranya, siapa dong yg bakal nerusin negaranya. Sedangkan Indonesia kuat, karena banyak anak2 mudanya.

    Dri Info yg kuambil di Rappler. Gen Milenial 17.96%. Gen X 43.03%. Gen Baby Boomers yg merupakan sasaran iklan PAS ini, 39.02%. Ya udah, coba aja 39% kaum itu dipengaruhi.. Meski dri 39% itu banyak juga yg punya anak2 Gen Milenial. Hehehe..

    Sebenernya, menyasar kaum Milenial meskipun disebut elektabilitasnya rendah. Tetap memberikan hawa positive mind ke masa depan Indonesia. Karena masa depan Indonesia di tangan kita, org2 milenial. Dan melihat geliat anak2 muda Indonesia, aku sih percaya Indonesia enggak akan hancur dalam waktu 30 thn lagi. :D

    ReplyDelete
  7. Aiiiih seneng banget aku baca tulisan kamu nahla..... Berasa ambil kuliah periklanan lagi... Dengan tugas mengkritisi iklan. Thanks for sharing your thoughts 👍

    ReplyDelete
  8. Saya juga gak begitu suka sama iklannya... recehan bgt gk mendidik polapikir masyarakat.
    Mendingan jd photographers daripd kerja diorang. Capek! Hihi

    ReplyDelete
  9. abis baca langsung search tuh iklan. Thank nahla sudah membuka pemikiran dari sisi lainnya, bahwa generasi milineal bukan pangsa pasar mereka.

    ReplyDelete
  10. Hey Nahla! This is the first post that i saw from your platform. Its great! I made a similar post on my ig account as well so i couldnt agree more. Hope everything is well, best and warmest regards to your family! -Aso

    ReplyDelete
    Replies
    1. KAK KEMAREN AKU MIMPIIN KA ASO HUHUHU. Ig nya apaaa?

      Delete
  11. maaf mbak aku malah salah fokus sama kalimat

    Kritik yang beredar begini:

    1. Lah emang kenapa dengan pekerjaan fotografer?

    tp abis itu kog ga ada nomor 2 dst.. hehe.. but its nice thought for young generation

    ReplyDelete
  12. salam kenal kak nahla.. ahh terinspirasi lagi setelah women now politik. the best dach sudut pandang yang nice. aku juga baru ngeh oh gitu toh bener juga pemilih baru vs lama generasi tua dan milineal

    ReplyDelete
  13. Jujur saja belum lihat videonya sampai sekarang. Tapi setelah baca ini jadi nggak pengen nonton aja. I'm sorry. Hehe

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top