SOCIAL MEDIA

Monday, 29 May 2017

[Sp.] Perempuan Kuat Dibesarkan Ibu yang Kuat


Menjadi istri orang memang mengubah hidup. Bukan, gue lagi nggak bahas tentang bangun pagi, belajar masak, atau pun meladeni suami.

Menjadi istri orang, bukan hanya pola hidup yang harus berubah. Tapi juga waktu. Waktu harus terbagi dengan rata. Rata serata-ratanya. Seperti weekend, menghabiskan waktu dengan siapa. Nyokap atau Mama mertua?!

Piece of cake kok sebenarnya. Gampang lah. Sabtu ini cus ke rumah mertua. Sabtu depan ke nyokap. Beres!

Tapi tunggu dulu, bagaimana dengan Hari Raya?

Gampang juga sih, biasanya gantian aja. Hari pertama sampai ketiga ada di rumah mertua, hari selanjutnya baru ke rumah mama. Tahun depan sebaliknya.

Jadi bagian dari keluarga orang memang menyenangkan ya. Mengikuti 'jadwal' baru yang unik.
Menyenangkan, menyelami kehidupan keluarga orang yang kita dampingi itu menyenangkan.

Sampai gue ngeliat WhatsApp dari Mama, "Lebaran pertama tanpa Ningna (panggilan sayang)…"

Deg.

Lebaran tanpa gue di rumah, lebaran tanpa pangkuan mama untuk disungkemi.

Di rumah mama, semua keluarga berbaris berurutan dari yang paling tua sampai paling muda. Sesudah sungkem, maka yang sungkem akan duduk sambil menunggu giliran 'disungkemi'. Disungkemi sama yang lebih muda, yang bocil-bocil ini.

Momen ini memang momen yang rapuh. Rapuh karena seberapa kuat topeng yang gue pake, bakal pecah juga.

Lemah ketika berlutut di depan mama. Lemah ketika mencium pangkuan mama sambil bilang.. "Maaf".

Maaf Ma, ngga pernah menjalankan peran anak dengan sempurna.

Maaf Ma, ngga bisa bantuin biaya apa-apa ketika dulu mama di ranjang rumah sakit.

Terima kasih, Ma. Selalu memberi kesempatan sekali lagi. Dua kali lagi. Tiga kali lagi.

Seratus kali lagi.

Terima kasih sudah dukung aku dari biola sampai blog. Selalu baca, selalu share postinganku. Selalu melihat dari jauh dengan senyum penuh berkah.

Jadi inget ketika gue masih tinggal di rumah mama, gue paling panik kalau mama sore belum pulang.


Karena kesibukan, jadi jarang deh nanyain posisi mama ada di mana..

Sekarang aku lagi scroll foto-foto mama di Facebook... ternyata susah ya mencari foto kita berdua, ma.
Ah, sudah dapet.

Ternyata mama punya banyak album di Facebook. Dari banyak album itu ternyata ada 1 folder khusus foto-foto gue. Dari gue bayi, di backstage, di panggung, masuk SMA..
Tanpa ada mama di fotonya.

Karena apa? Karena mama lah yang selalu fotoin. You were never in frame, because you are the one who took the photos.

Seperti beribu foto mengharukan tentang ibu, kita pun bisa merasakan kasih sayang dan cinta ibu dalam video persembahan dari PANTENE dan DOWNY untuk membalas cinta tulus ibu.


Video ini kolaborasi dua diva Indonesia, Anggun C. Sasmi dan Andien. Dua orang diva yang bukan hanya perempuan kuat, perempuan mandiri, tapi juga seorang ibu.

Mereka berdua hadir untuk menggubah ulang lagu "Kasih Ibu". Dengan melodi yang sama namun lirik dan aransemen yang berbeda. 

Liriknya adalah kompilasi dari post social media berhashtag #MaafIbu. Yes, ini custom-made.

Lihat di sini deh tiny.cc/maafibu

“Maaf ibu.. Tak angkat telponmu. Menjawab ketus saat kau menelponku” adalah penggalan lirik yang paling relatable.

Karena selama ini menganggap mama kadang suka ganggu, suka cerewet, jadi males duluan.

Tanpa kita sadar kalau kesalahan kita banyaak sekali, apalagi ditunjukkan blak-blakan dari video ini. Mulai dari suka nakal, malas membantu pekerjaan rumah padahal udah jadi biang kerok, ngga sabar kalau ibu lagi bicara.

Tapi ibu ngga menyerah, ngga lantas membenci kita. Dengan kasih sayangnya, dengan tangisnya, ibu tetap mencintai kita sebagai anaknya.
Thank you, for never give up on me.

BOONG KALO NGGA NANGIS, karena videonya sedih banget. Menampilkan proses pembuatan lagu yang bisa disandingkan dengan proses pertumbuhan kita dengan ibu. Dengan ini, jadi lebih bersyukur dan menghargai cinta ibu.

Mama, nanti sambut aku dengan senyuman dan pintu maaf yang lebar ya, lebaran nanti.. Seperti biasa.

Karena aku kangen wangi mama, kangen semua memori yang terputar dalam 1 menit sungkem, kangen aroma mama yang aku ingat, yang selalu menjadi comfort zone. Seperti yang selalu Downy bilang: wangi bisa mengingatkanmu pada begitu banyak memori.

Seperti yang dimaknai oleh PANTENE, wanita kuat dibesarkan oleh ibu yang kuat. Karena menjadi ibu itu tidak hanya untuk bermanja-manja, untuk meminta, tapi untuk modal tombak kedepannya.

Ibu tidak hanya berpikir untuk menyenangkan anak, tapi untuk membuat anak siap dan sukses kedepannya.

Itulah kenapa kita harus jadi wanita yang berkualitas, wanita berkelas, wanita pintar, wanita kuat. Bukan semata-mata untuk meningkatkan derajat diri, value diri, bukan hanya itu.

Tapi untuk memiliki keturunan yang kuat juga, keturunan yang melanjutkan peradaban. Keturunan yang membuat suatu masa depan yang cerah, sesuatu yang diwariskan.


Seperti PANTENE yang peduli dengan kuatnya rambut kita, PANTENE-pun peduli dengan kuatnya ikatan ibu-anak.

Jadi, kapan terakhir kali foto sama ibu? Coba dicek gallerynya, ada berapa sih sosok wanita kuat yang membesarkan kita? Dari sekian banyak memori di gadget, berapa persen wajah beliau?


Yuk ikuti lomba #MaafIbu bersama #PanteneDownyXKEB. Ngga hanya ikutan lomba, tapi membuat memori juga. Caranya sebagai berikut ya:

1. Follow akun IG @emak2blogger

2. Tonton video #MaafIbu sampai selesai melalui link yang ada di bio akun IG @emak2blogger

3. Ceritakan bagaimana video #MaafIbu kolaborasi Andien dan Anggun ini menginspirasi kalian. Lalu ungkapkan keinginan kalian untuk mengungkapkan rasa cinta pada Ibu dengan persembahan Shampoo Pantene & Downy.

4. Jelaskan juga lirik mana yang paling menyentuh dalam lagu tersebut, kemudian upload foto kalian bersama ibu di instagram dengan menggunakan hashtag #MaafIbu #PanteneDownyXKEB

5. Ajak juga 3 orang teman untuk menonton videonya melalui link tiny.cc/maafibu dan mengikuti kontesnya.

6. Foto dan caption terbaik akan mendapatkan hadiah seperti yang tercantum dalam flyer di IG @emak2blogger

7. Periode lomba tanggal 29 Mei - 5 Juni 2017

Selengkapnya cek link ini ya: http://bit.ly/KEBMaafIbu


Karena foto itu seperti aroma, akan terputar memorinya ketika melihat dan merasakannya. Maka itu PANTENE dan Downy mengajak dua diva ini untuk merayakan lebaran dan merayakan cinta kasih ibu.

Ditunggu ya fotonya, fotomu bersama ibumu :)


5 comments :

  1. :')) terakhir kali foto sama ibuku pas nikah, ya ampun udah lewat setahun ya :"
    Lagipula kalau nggak ada acara khusus, ibu selalu nolak difoto. :(

    ReplyDelete
  2. Aku kadang suka jaim bilang maaf atau kangen sama ibuk. Tp kalo ibuk sakit. Beneran, aku yg paling bingung. Takut gimana lah 😓

    ReplyDelete
  3. Saya juga jarang banget foto sama mama. Sekarang, saya seringnya fotoin anak :D

    ReplyDelete
  4. jadi ingat almarhum Ibuku. Belum sepenuhnya bisa bahagia in beliau, tapi Allah panggil beliau :'(

    ReplyDelete
  5. "Boong kalo gak nangis..."

    Lahhhh ini aku nangis bangettttt :'(

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top