SOCIAL MEDIA

Saturday, 25 February 2017

Judgemental Series - Ngeblog Demi Uang


Ngeblog untuk uang, ngeblog untuk curhat, ngeblog untuk goodie bag, ngeblog untuk eksistensi diri. Your choice, terserah sih yang mana. Karena untuk 'ngobjekin' suatu bidang itu ngga sepenuhnya salah, kok. Untuk ngejual karya seni karena uang, untuk ngejual album musik karena (kurang lebih) uang, nggak salah. Sah-sah aja lah, asal ngga nyakitin orang lain, nggak black campaign (EWWW), nggak ngejelek-jelekin orang seprofesi di depan masyarakat. Terserah.


Karena gue pun ketika belajar biola dan mengajar, ya punya motif duit juga kok. Ada unsur kecintaan pada saldo ndud kok. Ada a sense of accomplishment juga kok ketika berhasil jadi wanita yang punya karir. Ngga selamanya gue ngajar karena pingin memperbaiki generasi bla bla bla

Walaupun tujuan utamnya ya improving student's skill juga.

Nah, tujuan utama yang gue punya pun sifatnya personal. Tujuan utama gue menjadi istri, pun menjadi blogger. Tiap orang punya kode etik masing-masing dan gue mengerti itu. Karena yang lu baca adalah www.haloterong.com, makannya kode etik yang akan lu baca saat ini adalah pure punya gue. Pure integritas gue, yang artinya ngga harus lu terapin. Ngga harus lu tiru. Ngga harus dijadikan hal yang 'benar' juga.

Ketika gue ngeliat suatu profesi, tentu 'makna' dari profesi itu adalah apa yang ada di 'nama' nya.

Pemain biola ya artinya bermain biola untuk menghibur.
Illustrator? Menggambar sesuai dengan imajinasi dengan penuh nilai estetika.
Ibu? Mendidik anak yang berbudi luhur bla bla.
Akuntan? Ngitung keuangan suatu korporasi.

Blogger? Menulis hal yang sifatnya pribadi. Kok pribadi? Ya dari dictionary.com sih begitu:

A website containing a writer's or group of writers' own experiences, observations, opinions, etc., and often having images and links to other websites.

Blogger mempresentasikan diri sendiri. Beda kalau nulis di femaledaily misalkan, ya suara lu adalah suara FD. Kalau di blog, your voice is truly yours.

Ketika lu bilang Macbook adalah suatu pemborosan,
Softex brand A enak dipake
Lipstick A adalah lipstick terkeren

That means: you really really mean it.

Lu yakin, lu jujur, itu pure dari opini lu, itu terjadi di dunia nyata lu.

Karena kembali lagi: Kekuatan seorang blogger adalah opini personal. Opini jujur. Yang 'diharapkan' kalau lagi disponsorin juga nulis jujur.

Opini jujur itu yang membuat blogger menjadi instrumen marketing yang sedang digandrungi para brand.

Gua sih kepada prinsip itu aja. Semua opini yang gue tulis itu jujur. Makannya gue nggak peduli berapa nominalnya, berapa prestisnya sebuah acara, tapi kalau disuruh nggak jujur, melanggar kode etik integritas blabla ya gue gak mau.

Karena gue pingin memaknai arti Blogger berdasarkan dictionary.com
Gue pingin makna 'opini' tetap bermakna seasli-aslinya.

Makannya gue nggak setuju ketika ada blogger yang bulan Januari campaign provider A, eh akhir Januari udah kontrak lagi sama provider B. Ya artinya: lo tuh sebenernya suka provider yang mana sih? T_T
Apalagi sampe bawa-bawa opini "Provider terbagus yang pernah saya pakai", tapi pas campaign brand lain ya kalimat itu dipake lagi.

Ya gapapa sih kalo mau campaignin brand kompetitor, tapi setidaknya 'netralin' dulu image brand sebelumnya. Walaupun ada juga blogger yang seumur hidup memilih untuk campaignin 1 provider SAJA. Yaitu provider yang ia pake.

Bahkan ada blogger yang sampe nggak suka kalau ngeliat blogger lain 'event-hopping' brand kompetitor dalam jangka waktu 3 hari misalkan. Dan itu nggak apa-apa, opini dia.

Bukannya nyombong sih, tapi walaupun gue hamba job, gue ngga pernah mau terima job susu. Simply karena anak gue ngga minum susu. Gimana gue mau promoin susu kalo anak gue aja ngga minum susu?!?!?!?

GIMANAAAAA??

T_T

Tapi Mabi udah mau minum Ultra Mimi hehe *just saying* *boong deh, kali aja diliat brand Ultra* *halo, saya Nahla. Umur anak saya 2,5 taun. Boleh dong dijadiin brand ambassador?*

Selain itu ketika nerima email job nih, rate card gue antara beauty dan produk biasa itu beda lho. Karena kalo produk beauty, masih punya jaminan SEO karena penggiat beauty itu banyak banget. Tapi kalau produk rumah tangga biasa? Gue ngga bisa pake rate se'rendah' beauty.

Kenapa?

Karena gue harus soft selling. Harus puter otak. Harus bikin tips bla bla bla agar orang baca. Pernah liat orang googling "REVIEW PRODUK EMBER MERK CAHAYA RUMAH TANGGA"?

Jadi gue butuh tenaga ekstra banget untuk 'moles' itu artikel biar menarik. Eh tapi beauty dan non beauty pun gue tetep ganbatte sih, ngga lantas berkurang kok effortnya. Hehehe. Eh iya, PV aku bulan ini 61k, boleh dong diajakin campaign lipstick baru hehe.

Gue juga milih-milih kalau ikut lomba. Ngga mau ikut lomba dimana produknya ngga pernah gue pake. Bukannya ngga kreatif, tapi takut ngga menjiwai aja T_T

Kecuali temanya mudah hehehe. Misal: cara gantiin baju anak saat ia tertidur. Nah dah tuh pasti gua menang. Dijamin.

Gue pun juga cari duit kok. Kalo ngga nyari duit mah gua ngga promosiin PV sama Ultra Mimi kali di paragraf sebelumnya. Gue pun juga sirik kalo sejagad blogger diundang gathering brand A tapi gue doang yang ga diundang. Iri banget buk suer. Ya namanya idup ya, selalu mau berprogress walau orang ngga 'ngeh' akan eksistensi kita T_T

Tapi gue ngga mau menukar opini jujur dengan duit.

Pelanggan gue adalah reader. Ketika gue menyajikan 'makanan' yang palsu, pelanggan gua pasti kabur. Makannya gua selalu berusaha untuk nyajiin 'makanan' yang sebisa mungkin sih jujur walaupun karetnya ada 2.

Untuk mengganti sosis Kanzler dengan sosis So Nice semata-mata karena masalah duit sih sebisa mungkin gue hindari.

Eh bukan masalahnya produk murah atau bukan. Tapi opini jujurnya itu lho. Ada kok barang sponsoran yang gue terus terang bilang 'baunya nggak terlalu enak' atau semacamnya.

Gua pun mengihindari hanya ngisi blog dengan postingan event event event event event, ya minimal selipin lah 2-3 artikel.

"Ngga sempet huhu"

Ya makannya saat waktu senggang, siapin serep artikel untuk hal-hal kaya gini.

Tapi gimana ya, yang namanya makna ngeblog, fungsi ngeblog dkk dsb itu personal banget sih. Kalau gue bilang tindakan A itu kurang gue suka, bukan berarti lo harus setuju. Bukan berarti kalo gue ngga ambil job A lantas lo juga ikut-ikutan ngga ambil.

Apalagi menjudge orang hanya dari job yang ia ambil, menurut gue ngga baik karena tiap orang punya alasan mengambil event/job berapapun nominalnya.

Yah, cara menjiwai blog itu beda-beda, kali ini yang lu baca adalah (kebetulan) punya gue.

Tapi yang udah pasti hina hina hina banget ya black campaign dan masking ads lah. Hina tingkat apa tau. I don't care lu mau apa kek apa kek, canggih kek senior kek. Followers IG 400k, pengalaman dunia blogging udah 20 taun misalkan.

Kalau anda black campaign apalagi sedang dalam kontrak, then you sucks. I JUDGE YOU.
Kalau anda masking ads (menutupi fakta bahwa anda sedang disponsori), then i have no respect for you. I JUDGE YOU, TOO!

Dan bener aja, udah ada kok blogger-blogger pro yang kalian pasti kenal namanya tapi mempraktekkan masking ads. Ketika dia masking ads, udahlah. Ngga gue baca lagi blognya. Ngga gue tonton lagi Youtubenya. 'Pura-pura beli', 'pura-pura nemu'. In your face lah, i don't care.

Karena artinya gue dikhianati. "JADI SELAMA INI?!" kinda thing. And i hate it. Kayak pacar lo itu sebenernya bukan pacar lo, tapi adek kembarnya pacar lo. Kan ngerasa tertampar.

Ngebloglah demi apapun, terserah. Asal jangan blek kempen dan mesking ads. Jeyek. Ngga bagus. Payah.

Bye.

14 comments :

  1. beberapa kali aku mlh terima campaign sufor, haha. Pdhl gk pro sufor jg sih. Cuma bkn campaign yg frontal ttg sufor tp yg dmnta justru keyword ttg manfaat ASI. Aku plg gk bs terima campaign dr bank, asuransi dll.

    Dg kondisi blog yg bnyk kdg emang ada blog yg isinya sponsored post doang. Smp aku sm suami takjub, gila kita gk pnh nulis yg bener di blog anu ternyata, haha..

    ReplyDelete
  2. Aku baru tau kalo ada yang namanya masking ads. Aduuuw aku kemana aja? huhu. Makasih ya Nahla pencerahannya. :)))

    ReplyDelete
  3. Ini isinya nyrempet2 curahan hati q juga kak Nahla

    ReplyDelete
  4. Masking ads? Hmmm aku sih paling banter kali gak bisa nulis embel-embel "Sponsored Post" ya tetep aku kasih label advertorial. Pernah ada orang nawarin job review tapi aku gak boleh ngasih label iklan. Yaudah aku tolak, gak sesuai hati nurani kalo aku seolah harus bohong sama pembaca.

    Aku juga gamau nulis 'pura-pura beli' lah, 'pura-pura nemu' lah, dll. Apalagi barangnya dikasih/gak beli. Kalo dikasih yaudah bilang dikasih.

    ReplyDelete
  5. Ini siapa yaaa yg black campaign dan masking ads samakah yg dimaksud sama putri kpm do statusnya bberapa waktu lalu??

    ReplyDelete
  6. Plis plis aku diendorse provider dong?!! Hahaha alamak boro2 ya campaign 2 brand. 1 aja nggak dapat hahaha.
    Overall setuju sama tulisan nahla

    ReplyDelete
  7. Kadang aku sendiri membenarkan sih, soalnya sering jadi korban iklan dan ketika aku coba buat diriku booom nggak sesuai ekspektasi. so sad :( jadinya sekarang lebih hati-hati soalnya sayang juga di kantong wkwk

    ReplyDelete
  8. setiap baca tulisan mba aku sll manggut2 berasa lg diceramahin xixxi tp aku suka tnyata oo tnyata ada yg spt itu

    ReplyDelete
  9. aku biasanya bilang 'dikirimi' hhehe itu kalau buat sesama blogger pasti udah tahu maksudnya, kalau buat pembaca 'organik' masih masking ads ga ya?
    wkkwk blek kempen...semoga ga termasuk

    ReplyDelete
  10. Wah..ini aku kudu ngelabelin masking ads sepertinya...
    Karena di blog ku lumayan banyak review tapi bukan dari sponsor melainkan emang aku pengen ngasih info ke org aja kalo itu produk enak sbb pengguna (wong produknya juga beli bukan geratis lagi, hehehe). Apalah aku ini. Sekarang aja blog nya hibernasi, hehehe

    ReplyDelete
  11. baru tau juga sama masking ads..


    www.jennitanuwijaya.com

    ReplyDelete
  12. Nahla tiap baca blog Nahla , Aku selalu dapet pencerahan..
    Jadi inget obrolan di Mobil Nahla setelah acara SK II
    Itu Langsung aku praktekin ..

    aaaahh nahlaaaa boleh ngepens gaaaa XD

    ReplyDelete
  13. Oh seperti itu hehehe dapat ilmu baru mampir di sini

    ReplyDelete
  14. aku juga ga bisa disuruh soft selling gitu harus muter otak nulis artikel. mager bok. kalo ada product yg dikasih untuk direview pun aku bilangnya "dikirimi" dan org2 yg mengirimi product itu mestinya udh pd tau ya kalo blogger itu nulis opini harus jujur. tp misalnya kalopun aku ga suka bilangnya dgn kata yg diperlembut aja sih.

    eh suka ngiri juga kalo beauty event yg lain diundang aku engga wkwk

    yozora94.blogspot.com

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top