Monday, 27 July 2015

19yo Pregnancy - The Wild Ngidam

POSTING INI DITULIS KETIKA SAYA MENGANDUNG USIA 7 BULAN. Jadi semacam latepost gitu lah.










......

"Lu ngidam apa?"

Gue ngidam duit, suntik botox, sedot lemak, laser fraxel, suntik filler di idung biar gue mancung.


Kidding! Nggak deh, setengah serius.



"Ngidam" adalah istilah yang sangat berkaitan erat dengan ibu-ibu hamil. Banyak definisi ngidam yang gue tau:

1. Sangat menginginkan sesuatu yang random di waktu yang random juga.

2. Mual-mual.


Kalo mual-mual, oh iya lah. Itu ya yang namanya habis minum aer, pasti keluar lagi. Gue total banget gak bisa makan, sampe-sampe sempet turun 3kg pas hamil. Wuik! Giliran lagi diet normal aja mau turun 1 gram susahnya ajegile.

Kalau ngidam yang artinya menginginkan sesuatu dengan sangat, mungkin gue pernah mengalami fase ini. Cuman bukan ngidam total random kayak:


"Yang, aku mau badak jawa"


"Yang, aku mau ngelus kepala anak Anoa"


"Yang, aku mau ngelus Nicholas Saputra"




Hadir, bang.




Ngidam gue itu dibilang cukup unik, selalu 'on' ketika ada 'trigger food'


Maksudnya?


Nanti gue jelasin, dibawah ini adalah 'trigger food' gue saat hamil.



1. Tahu Isi.





Iya, bagi gue yang hidup seperti princess, tahu isi adalah 'trigger food' pertama gue saat hamil.


Jadi waktu itu gue lagi dibikinin acara 4 bulanan sama mertua gue di Bogor, nah.. mertua gue ini menyajikan tahu isi yang lumayan banyak.


Saat itu gue belom menginginkan makanan apa-apa, lalu gue iseng mencoba tahu isi.


Deeeeenggggggg... 'trigger food' gue langsung aktif.

Gue waktu itu merasa tahu isi adalah makanan surgawi. Gue sama sekali gak bisa stop makan tahu isi. Serius, gue menghabiskan 12 tahu isi buat makan siang gue. Atau mungkin lebih?


Pokoknya di acara 4 bulanan gue, gue cuma makan tahu isi doang. I'm so sorry, but this tahu isi is irresistible. Plain gorgeous. With those cabe ijo, tahu isi stole my heart.




Jadi, 'trigger food' itu adalah makanan yang tiba-tiba gue suka saat gigitan pertama. Makanan yang tiba-tiba adiktif. Padahal sebelumnya gue biasa aja. 


Dan 'trigger food' ini muncul di jenis makanan yang random, di waktu yang random.


Tapi sehabis acara 4 bulanan itu? Gue bahkan gak kepikiran makan tahu isi lagi.
Sekarang pun gue jadi kurang suka tahu hahahaha



2. Bakso Ikan (Fishball)







Bakso ikan. Okeh. Bagi gue yang hidup seperti princess, bakso ikan juga termasuk 'trigger food' atau makanan pemacu buat gue.


Jadi saat itu gue lagi sarapan di apartemen Paragon di Surabaya. A normal breakfast with my husband and my mom.

Lalu karena gue emang lumayan suka sama bakso ikan (Lumayan lho ya, bukan favorite yang gimana-gimana), jadi gue mengambil satu piring kecil yg berisikan 4 bakso ikan cilik-cilik.


Udah tuh, gue duduk di meja, dan mulai mengunyah.


Dang, that was so good.


Dan akhirnya gue mondar-mandir stand bakso ikan sampai 7 kali. Satu piring itu gue ambil 5 bakso ikan. Jadi total-total bakso ikan di perut gue itu ada 35 biji.



35 biji bakso ikan untuk sarapan.


Tapi ya gitu, sehabis sesi sarapan gila tadi, besoknya gue udah biasa aja sama bakso ikan.




Cuman gue tau diri sih kalo ngidam.

Gue ngidam kalau kebetulan lagi ada, atau lagi lewat aja. Kayak, "Eh itu ada bubble tea, aku beli dulu ya".

Gak mungkin lah gue minta semur jengkol pete di Sushi Tei, gue gak mau memanfaatkan moment, walaupun ada beberapa suami yang meng-iya-kan kemauan ngidam istrinya yang suka tiba-tiba. But that's not my style.


Gue berusaha gak ngerepotin orang sih, cieeeee....


Paling kalau gue lagi pingin makan sesuatu, gue cuman sekedar bilang aja.


"Yang, aku nanti mau makan martabak pandan deh"

"Oh, yaudah sekarang aku beliin ya"

"Jangan ah, kamu disini aja. Kita pelukan di rumah aja"


Happy ending.


Gila gue istri teladan banget yakan.

Tapi ada beberapa makanan yang gue suka, dan orang-orang bilangnya gue ngidam.

Padahal gue cuman suka biasa. Ya kayak nemu makanan enak gitu lah.


Contohnya menu HokBen yang baru, namanya "Chicken Steak". Itu menurut gue enak, cuman gak ampe yang tiap hari makan itu 12 porsi.
Buktinya sekarang gue merasa Chicken Steak ini biasa aja.


Jadi kesimpulannya? Gak ada. This is just a random talk. Gak ada gunanya juga dibaca.


4 comments :

  1. Walah ini mah pencitraan diri sebagai istri teladan wkwkw xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh apa nggak kok aku kan memang pengertian *pura2 inosen*

      Delete
    2. Eh apa nggak kok aku kan memang pengertian *pura2 inosen*

      Delete
  2. Lumayan post nya buat bikin senyum hihihi

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top