Categories

SOCIAL MEDIA

Monday, 3 June 2019

EVENT TER EYE-OPENER. Nestle Lactogrow.

(sponsored)


Awal-awal gue duduk di event Nestle Lactogrow, mantengin narsum, nyimak, one thing for sure, “Materinya pas banget sama masalah yang gua alamin”. Yup, tentang anak tumbuh bahagia dan pencernaan anak.

Kenapa gua bilang pas? Karena masalah hidup Mavica dari umur 1 tahun itu seputar sembelit. Betul. Mulai dari keluarin BABnya pake sarung tangan dan lube, bantu pencet-pencet dan pijet-pijet. Itu semua karena dia gampang banget ngga cocok sama makanan. Dikasih pepaya pun malah tambah keras pupnya. Makanya gua tuh dariiii minggu-minggu lalu bingung, mau suplemen probiotik apa ya? Yogurt, tetes, pil? NAH pertanyaan ini bakal terjawab di akhir post ini.


Di event Nestlé LACTOGROW yang dilaksanakan tanggal 21 mei kemarin, kami blogger-blogger dari Indonesian Hijab Blogger, dipertemukan sama 2 praktisi yang ngasih materi tentang pencernaan dan tumbuh bahagia. Yang 1 adalah dr. Ray Basrowi, MKK.Yang satu lagi psikolog Vera Itabiliana, S. Psi.


Gua kira materinya tuh bakal receh-receh formalitas, ternyata WOW KAYAK SEMINAR. Sekian jam habis event, otakku lebih cerdas jadi bisa ceramahin orang (sungguh niat yang sombwonkkk).

Tajuknya adalah #GrowHappy, gimana sih cara menumbuhkan anak yang bahagia? Apa sih efek dari kebahagiaan itu? Apa sih hal-hal kecil yang bisa kita lakukan? Apa sih hubungannya kebahagiaan sama perut? Oh kalo soal terakhir sih gua bisa jawab, gua kalo makan sushi pasti bahagia, itu pasti, jangan debat aku akan per-sushian ini.

Ketika kak Paramudita Sarastri nanyain, “Apa sih anak yang bahagia itu?”, pertanyaannya susah-susah gampang ya. Karena bahagia itu apaan daaaah? Gua orang gede aja belom nguasain bahagia-bahagia ini, gua aja belom bahagia-bahagia amat gimana mau mendefinisikan kannn?? Makanya pas ditanya, gua jawab aja yang nyambung sama tema: Konsep bahagia anak-anak kan sempit ya, makanya yang penting harus sehat luar dalam. Ngga bermutu blas jawaban gua. Lagian nanya kebahagiaan ke gua, gimana dah. Huhu..



Ternyata, konsep bahagia ini juga diomongin sama praktisi kesehatan, jadi jawabannya ngga ngambang-ngambang banget.

Salah satunya, konsep bahagia itu ketika anak ketawa-ketawa, anak merespons stimulasi bahagia dari sekitarnya, anak menjadi pribadi yang lebih terbuka. Dan usia kebahagiaan anak adalah 1000 hari pertamanya atau yang disebut sama golden age, 1000 hari pertama ini dari pembentukan ovum loh. Kenapa kita harus membuat anak bahagia sih? Karena anak yang bahagia, otak besar (hippocampus)nya bakal 10% lebih gede loh. Otak ini tuh untuk memori, respon terhadap stress.

Karena gue paham banget, kalo gue lagi stress gue jadi gampang lupa dan jadi ngga peduli sama hal-hal baik yang orang lain perbuat ke gue. THAT’S WHY anak harus bahagia. Biar dia juga bisa ngerasain kebahagiaan :’)

Dan kebahagiaan itu ya, bisa diperjuangkan dengan merawat pencernaan. “Apaan si ngga nyambung”, bentar dulu jan marah-marah dulu. Ternyata kata dokter Ray, sistem pencernaan dan otak itu AWALNYA 1 SEL! KAGET GAK???? (backsound wow wow wow) Baru terpisah pas pembelahan sel, walaupun terbelah mereka masih linked karena sama-sama organ besar dan yang paling penting dalam tubuh kan.

Namanya Gut-Brain Axis. GOKIL ABEEEYS..

Makanya kalo nervous suka mules, kalo stress jadi ngga nafsu makan, kalo diare bawaannya males, kalo typus bawaannya sedihhh. Kalian tau gak sih wacana kayak, “Orang stress ditandai dengan naik/turun drastisnya berat badan”. INI MAKSUDNYA. Otak nyambung ke perut. Makanya gue suka happy seketika banget kalo nyobain minuman manis. Oke sip, say no to diet agar aku bahagia hehe (kesimpulan sesat).

Dan trickynya, anak bayi itu ususnya belom sempurna, masih bolong-bolong. Makanya gampang diare lah, gampang sembelit lah, colic dan lain sebagainya. Makanya pas bayi kita diajarin pijet bayi kan. Mulai dari pijet ILU buat sembelit, pijat buat colic, gua daftar jadi tukang pijet onlen bisa nih?

Jadinya untuk memperjuangkan 1000 hari bahagia anak-anak tuh rada sulid karena harus coping with their gut’s imperfection. Tapi bukan berarti ngga ada solusinya. Kita bisa call-a-friend (tua banget referensinya nih), yaitu probiotik. Bakteri baik yang kerjaannya memperlancar pencernaan anak, ningkatin imunias tubuh, menyerap nutrisi lebih baik, sehingga mood anak lebih improved.

Kata dr. Ray Basrowi, pemberian probiotik itu emang paling bagus sebagai makanan. Biar dia langsung terlibat dan menjadi kebiasaan.

Maka dari itu Nestlé LACTOGROW hadir sebagai susu pertumbuhan untuk dukung pertumbuhan si kecil agar #GrowHappy, boleh dikonsumsi mulai dari umur 1 tahun loh. Tapi tolong diinget ini bukan sufor ya. WHO merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayi. Baca label sebelum membeli ya!


Di dalem LACTOGROW, probiotik yang dipake adalah L. Reuteri. Jadi, di dunia ini tuh banyaaak bakteri baik, nah L. Reuteri ini salah satu bakteri baik yang unggul dan terbukti sukses mengatasi sembelit.

Chance lain ya pasti adalah ya, tapi jangan liat kesitu dulu, liat bahwa L. Reuteri itu aman buat anak. You can give your kids probiotik yang canggih-canggih, tapi aman gak?

L. Reuteri bisa bertahan hidup di PH rendah, kompetisi sama mikroorganisme patogenik dan dia aman buat anak, yang terpenting itu.

Karena banyak kok makanan/minuman yang isinya probiotic yang suka dijual di supermarket. Tapi jarang banget produk tersebut bisa untuk anak batita.

Maka itu, sehat itu dimulai dari perut, baru mentally dan stimulasi dari luar.

Kata psikolog Vera Itabiliana, cara membesarkan anak bahagia itu ada macem-macem. YANG PERTAMA BANGET adalah makan makanan bergizi dan tepat waktu. Always perut first. Terus ada,

1. Waktu bermain dan eksplorasi
2. Ekspresi emosi positif
3. Waktu tidur yang cukup
4. Berikan cinta tanpa syarat, dan
5. Active listening!

Nah Active Listening ini yang jarang kita denger kan. Sebenernya ngga hanya bisa kita terapin di anak loh. Di pasangan, orang lain, temen, keluarga juga efektif menurut gua. Karena Active Listening makes people feels appreciated. Di AL, kita diajarin untuk mendengar, bukan bertanya. Sambil mendengar, kita cerna emosi anak, kita validasi emosinya, kita terlibat di perasaannya.


Anak juga jadi lebih kenal sama emosinya. Oh sedih, marah, bete, kecewa. Untuk ngenalin jenis-jenis perasaan ke anak, sehingga dia nanti gampang cerita sendiri.

Susah banget active listening ini, suka susah nahan kalimat kayak, “Yaaah dimakan dong sayurnya!”, “Kokk gituuu kenapaa?”. As for me, hal ini ngaruh banget ampe dewasa-tua kayak gue. Gue sendiri suka males cerita sama orang, apalagi orang tua. Takut overreacting, ditanya-tanya, diatur-atur, malah bikin ortu panik, jadi ya mending diem aja. Oh ternyata di sini lah kenapa Active Listening harus ditanemin sejak kecil. Biar gedenya kalo ada masalah, gampang cerita ke orang tua, ada trust yang dibangun di dalamnya

***

Jadi, gue sangat sangat antusias sama produk ini. Haven’t tried that yet karena Mabi masih di Bogor, tapi sangat worth trying. Maklum, dia mau minum susu juga baru-baru ini. :))
Tapi parah sih, pas gue coba Lactogrow yang vanilla, rasanya ENAK BANGET! Jadi rutinitas mulai dari hari ini lol.

I hope it works on me and works on YOU TOO!



6 comments :

  1. Oalah.. harus belajar lagi nih buat nerapin active listening buat si kecil. Yang lain sih sudah oke, terutama urusan perut first. ��

    ReplyDelete
  2. Seru yah acaranya. Nestle kalo bikin kegiatan selain seru juga informatif. Jadi tahu nih gimana caranya handle anak yang rungsing ��

    ReplyDelete
  3. Event ini memang bermanfaat bgt! Ilmunya dapet bgt ya.. anakku jg langsung aku kasih coba pactogrow yg rasa madu. Awalnya ngga terbiasa krn memang blm pernah minum susu pertumbuhan/formula lg. Tp skr udah mulai suka

    ReplyDelete
  4. Seru banget ya eventnya. Kebetulan Arsyad anakku jg minum lactogrow. Sejauh ini pencernaannya terjaga dengan baik

    ReplyDelete
  5. Jd sblm Mabi cobain, Ibunya duluan yaaa yg nyobaaaa

    ReplyDelete
  6. iya juga ya mbak, la wong kita stress aja gak nafsu makan. apalagi anak yang gak bahagia dan merasa tertekan..

    ReplyDelete

Halo..
Semua komentar akan dimoderasi, jadi jangan kasar-kasar yaaa...
Kritik dibolehin lah pastinyo, cuman yang membangun eaaa~

Back to Top